Notification

×

Iklan

Gemini-Generated-Image-ga8bifga8bifga8b

Iklan

Gemini-Generated-Image-o40kr0o40kr0o40k

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dokumen “Entertaint” PT WIN Disorot: Ratusan Juta Tercatat, Bukti Transfer Berlabel “Bulanan Aparat” Muncul

Rabu, 23 September 2026 | September 23, 2026 WIB Last Updated 2026-09-23T10:55:01Z
Dokumentasi Ilustrasi kontributor Celebes Post 


KONAWE SELATAN, CELEBES POSTSorotan terhadap pengelolaan dana operasional PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, memasuki babak baru.


Redaksi CELEBES POST memperoleh sejumlah dokumen “Rincian Permintaan Dana Site Konawe Selatan (PT. WIN)” serta gambar bukti transaksi perbankan yang memperlihatkan sejumlah transfer dari rekening atas nama Agus Mariana kepada beberapa rekening penerima.


Dalam dokumen perusahaan yang bertanggal 30 September 2022, 31 Maret 2023, dan 30 April 2023, terdapat pos pengeluaran dengan label “Entertaint” dan subpos “Bulanan Aparat” yang mencantumkan berbagai jabatan, antara lain Kapolres, Wakapolres, Kabag Ops, Kapolsek, Kasat, Kanit, unsur TNI, Syahbandar, serta sejumlah pihak lainnya.


Dokumen tersebut mencatat Rp167 juta untuk “Bulanan Aparat” pada September 2022, kemudian Rp174,4 juta pada Maret 2023 dan kembali Rp174,4 juta pada April 2023.


Jika tiga angka tersebut dijumlahkan, nilai yang tercatat mencapai Rp515,8 juta.


Angka itu belum memasukkan sejumlah pos lain yang berada dalam kelompok pengeluaran terkait, seperti “Bulanan Syahbandar”, “Proposal/Bantuan” dan pengeluaran lainnya.


Bukti Transfer Ikut Muncul


Yang membuat persoalan ini semakin menarik perhatian adalah adanya sejumlah bukti transaksi perbankan yang diperoleh redaksi.


Dalam gambar bukti transaksi tersebut, sejumlah transaksi berstatus “Transaksi Berhasil”. Rekening pengirim tercantum atas nama AGUS MARIANA.


Beberapa transaksi juga memiliki keterangan pada kolom deskripsi yang antara lain terbaca:


  • “reskrim april” — Rp3 juta;

  • “blnn kst sabhara maret” — Rp2 juta;

  • “blnn kasat lantas maret” — Rp1 juta;

  • “bulnn kapolres agustus” — Rp25 juta;

  • “blnn kst intel april” — Rp2,5 juta;

  • “blnn kst narkb maret” — Rp2,5 juta;

  • “blnn kasat reskrim maret” — Rp2 juta;

  • serta beberapa transaksi lainnya.


Berdasarkan nominal yang terlihat pada 10 bukti transaksi dalam gambar yang diterima redaksi, totalnya mencapai Rp42,5 juta.


Namun, angka tersebut merupakan penjumlahan nominal yang tampak pada bukti gambar, bukan kesimpulan bahwa seluruh transaksi tersebut merupakan pembayaran kepada aparat atau merupakan tindak pidana.


Keterangan Transaksi Jadi Sorotan


Keterangan seperti “blnn kapolres”, “blnn kasat reskrim”, “blnn kasat lantas”, “blnn kst intel”, “blnn kst narkb” dan “blnn kst sabhara” menjadi bagian yang membutuhkan penjelasan.


Pertanyaan utamanya adalah, siapa yang membuat keterangan tersebut dan apa maksud sebenarnya?


Apakah keterangan tersebut hanya merupakan kode internal pengirim?


Apakah benar berkaitan dengan pembayaran kepada pihak yang memiliki jabatan sebagaimana tertulis?


Atau terdapat konteks lain yang belum diketahui?


Hal tersebut tidak dapat disimpulkan hanya dari gambar bukti transfer.


Terlebih, bukti transfer yang diperoleh redaksi tersebut bertanggal Maret–April 2021, sementara dokumen rincian permintaan dana yang menjadi sorotan mencakup periode September 2022 hingga April 2023.


Karena itu, CELEBES POST tidak menyatakan bahwa bukti transaksi 2021 otomatis membuktikan pembayaran dalam dokumen 2022–2023.


Bukti tersebut justru menjadi bahan yang perlu diverifikasi untuk mengetahui apakah terdapat hubungan, pola, atau konteks yang sama.


Siapa Agus Mariana?


Nama Agus Mariana muncul sebagai pemilik rekening pengirim pada sejumlah bukti transaksi.


Karena itu, salah satu pertanyaan penting yang perlu dijawab adalah apa kapasitas Agus Mariana dalam struktur PT WIN pada saat transaksi berlangsung?


Selain itu, perlu diketahui:


Siapa yang memberikan instruksi pembayaran?

Dari sumber dana apa transaksi dilakukan?

Apakah transaksi tercatat dalam pembukuan perusahaan?

Siapa penerima sebenarnya?

Dan apa dasar serta tujuan pembayaran tersebut?


Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi penting untuk membedakan antara pengeluaran operasional perusahaan yang sah dengan transaksi yang memiliki tujuan lain.


Dokumen “Bulanan Aparat” Capai Rp515,8 Juta


Dalam dokumen September 2022, tercatat sejumlah nominal di bawah pos “Bulanan Aparat”, termasuk pembayaran yang ditulis berkaitan dengan Kapolres Konsel, Wakapolres, Kabag Ops, Kapolsek Laeya, Kapolsek Palangga Selatan, sejumlah Kasat dan Kanit, unsur TNI, serta pihak lainnya.


Pada Maret 2023, dokumen kembali mencatat Rp174,4 juta pada pos yang sama.


Jumlah serupa kembali muncul pada April 2023.


Jika hanya tiga periode tersebut yang dihitung, maka nilai “Bulanan Aparat” mencapai Rp515,8 juta.


Dokumen April 2023 juga mencantumkan Rp15 juta untuk “Wartawan pengamanan WIN”, Rp15 juta untuk “LSM pengamanan WIN”, serta sejumlah pengeluaran lain yang berkaitan dengan penjagaan dan pengamanan.


Sekali lagi, pencatatan tersebut belum dapat diartikan sebagai bukti bahwa seluruh pihak yang disebut benar-benar menerima uang.


Hal tersebut harus dibuktikan melalui dokumen transaksi dan keterangan pihak terkait.


Publik Berhak Mendapat Penjelasan


Jika dokumen tersebut merupakan dokumen internal perusahaan dan transaksi yang tercatat benar terjadi, maka publik memiliki kepentingan untuk mengetahui dasar, tujuan, mekanisme, serta pertanggungjawaban setiap pengeluaran.


Khusus untuk transaksi yang mencantumkan jabatan aparat, klarifikasi menjadi semakin penting.


Apakah pembayaran tersebut berkaitan dengan pengamanan perusahaan?


Apakah dilakukan melalui mekanisme resmi?


Apakah diberikan kepada institusi atau individu?


Apakah terdapat surat tugas, kontrak, kuitansi, atau dokumen pertanggungjawaban?


Dan jika transaksi dilakukan kepada individu, dalam kapasitas apa penerima menerima pembayaran tersebut?


CELEBES POST Buka Ruang Klarifikasi


Redaksi CELEBES POST membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada PT WIN, aparat kepolisian, unsur TNI, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan/desa, Syahbandar, serta seluruh pihak yang nama atau jabatannya tercantum dalam dokumen maupun bukti transaksi.


Klarifikasi tersebut penting agar pemberitaan tidak berhenti pada dokumen semata, tetapi dapat memberikan gambaran yang utuh kepada masyarakat.


Redaksi juga menegaskan bahwa dokumen permintaan dana dan bukti transfer bukanlah vonis hukum.


Keaslian dokumen, konteks transaksi, identitas penerima, tujuan pembayaran, serta hubungan transaksi dengan aktivitas perusahaan masih perlu diuji melalui verifikasi lebih lanjut.


Namun demikian, keberadaan dokumen dengan nilai ratusan juta rupiah dan bukti transaksi yang memuat keterangan seperti “bulanan Kapolres”, “Kasat Reskrim”, “Kasat Lantas”, “Kasat Intel”, “Kasat Narkoba” dan “Kasat Sabhara” merupakan informasi yang patut memperoleh penjelasan dari pihak-pihak terkait.


CELEBES POST akan terus menelusuri dokumen dan melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait secara berimbang.


Sebab dalam kerja jurnalistik:


Tugas pers bukan menjadi hakim. Tugas pers adalah menguji fakta, membuka ruang klarifikasi, dan menyampaikan informasi kepada publik. Bukti yang menentukan.


 

CELEBES POST

Pewarta Penyambung Lidah Rakyat

×
Berita Terbaru Update