Notification

×

Iklan

Gemini-Generated-Image-ga8bifga8bifga8b

Iklan

Gemini-Generated-Image-o40kr0o40kr0o40k

Indeks Berita

Tag Terpopuler

PENYERANGAN DI GOWA BERUJUNG KERUSAKAN MOBIL DAN SISWA TERLUKA, POLISI BURU TERDUGA PELAKU

Kamis, 24 September 2026 | September 24, 2026 WIB Last Updated 2026-09-24T11:01:33Z
Dokumentasi kontributor Celebes Post 


CELEBES POST | GOWA — Aksi penyerangan yang diduga melibatkan sejumlah pelajar kembali mengusik perhatian masyarakat di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Basoi Dg Bunga, Kelurahan Bonto-Bontoa, Kecamatan Somba Opu, Gowa, sekitar pukul 14.30 WITA.


Dalam kejadian itu, sebuah mobil yang disebut milik salah satu politisi nasional, H. Imam Fauzan Amir Uskara, mengalami kerusakan pada bagian bumper depan. Kendaraan tersebut diketahui menggunakan nomor polisi KT 1387 LV.


Selain kerusakan kendaraan, seorang siswa SMAN 1 Gowa bernama Jihad dilaporkan mengalami luka pada bagian lutut serta pembengkakan di kepala setelah terjatuh ketika berusaha menghindari aksi penyerangan.


Dokumentasi kontributor Celebes Post 

Dokumentasi kontributor Celebes Post, Korban Dari kubu SMAN 1 Kabupaten Gowa 


DIDUGA MELIBATKAN PELAJAR


Berdasarkan keterangan sejumlah masyarakat yang berada di sekitar lokasi, terduga pelaku disebut mengenakan seragam sekolah yang kemudian dikaitkan dengan siswa SMKN 3 Gowa.


Korban Siswa SMKN 3 Kabupaten Gowa 


Namun demikian, identitas dan status para pelaku masih dalam proses pencarian dan penyelidikan pihak kepolisian. Dengan demikian, keterlibatan siswa atau pihak sekolah tertentu belum dapat dinyatakan sebagai fakta hukum sebelum adanya hasil penyelidikan resmi.


Sejumlah saksi juga menyebut adanya benda yang diduga senjata tajam di sekitar lokasi kejadian. Salah satu benda yang ditemukan disebut berupa sebilah sangkur yang berada di dekat kendaraan.


Saksi lainnya mengaku melihat seorang pengendara sepeda motor membawa busur di tangannya sesaat setelah terjadi insiden.


Menurut keterangan saksi tersebut, dirinya sedang melintas dari arah Andi Tonro menuju Masjid Raya. Saat berada di sebuah perempatan, terjadi benturan dengan sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan.


"Saya lihat di tangan kanannya pengendara itu memegang busur," demikian keterangan saksi.


Saksi mengatakan pengendara tersebut kemudian meninggalkan lokasi dan melaju ke arah Andi Tonro.




DUA ORANG DI ATAS SATU MOTOR


Dari kesaksian yang diperoleh, pengendara tersebut disebut berboncengan. Saksi juga mengungkapkan bahwa sebelumnya masyarakat di sekitar lokasi sempat melihat aksi yang diduga berkaitan dengan penggunaan busur.


Meski demikian, keterangan tersebut masih merupakan kesaksian di lapangan dan perlu dikonfirmasi lebih lanjut melalui pemeriksaan aparat penegak hukum.


KEPALA SEKOLAH SMKN 3 GOWA BUKA SUARA


Di tengah mencuatnya dugaan keterlibatan siswa SMKN 3 Gowa, pihak sekolah memberikan penjelasan bahwa terdapat rangkaian kejadian yang diduga terjadi sebelum insiden di Jalan Basoi Dg Bunga.


Kepala SMKN 3 Gowa menyebut, sekitar dua hari sebelum kejadian, terdapat seorang siswa dari sekolahnya yang diduga mengalami pemukulan oleh siswa SMAN 1 Gowa.


Akibat kejadian tersebut, bagian belakang kepala siswa tersebut disebut mengalami pembengkakan. Namun, menurut pihak sekolah, persoalan itu tidak dilaporkan kepada kepolisian karena terjadi di luar lingkungan sekolah.


Pihak sekolah menduga rangkaian persoalan antarpelajar yang terjadi di luar sekolah tersebut kemudian berpotensi berkembang menjadi konflik lanjutan.


Meski demikian, pihak sekolah menegaskan bahwa tidak ada persoalan yang diketahui terjadi secara terbuka di lingkungan sekolah dan pihak sekolah tetap melakukan pengawasan terhadap siswa.


SEKOLAH KLAIM PEMERIKSAAN DILAKUKAN SETIAP HARI


Menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan adanya senjata yang dibawa pelajar, pihak sekolah menyatakan pemeriksaan terhadap siswa dilakukan secara rutin.


Pihak sekolah juga membuka kemungkinan bahwa apabila benar terdapat siswa yang membawa benda berbahaya, barang tersebut diperoleh atau berkaitan dengan aktivitas di luar lingkungan sekolah.


"Setiap hari kita periksa," demikian keterangan pihak sekolah mengenai pengawasan terhadap siswa.


Pihak sekolah menegaskan tidak akan memberikan toleransi apabila ada siswa yang terbukti melakukan tindakan kriminal.


AKAN DIKEMBALIKAN KEPADA ORANG TUA JIKA TERBUKTI


Pihak SMKN 3 Gowa menyatakan akan melakukan evaluasi dan mengambil tindakan terhadap siswa apabila terbukti terlibat dalam tindak pidana.


Sekolah juga menyatakan siap membuat langkah administratif terhadap siswa yang terbukti melakukan tindakan kriminal di luar sekolah, termasuk mengembalikan siswa tersebut kepada orang tua sesuai ketentuan yang berlaku.


Pihak sekolah berharap persoalan antarpelajar tidak berkembang menjadi aksi kekerasan berikutnya.


SMAN 1 GOWA JUGA AKAN MELAKUKAN EVALUASI


Sementara itu, pihak SMAN 1 Gowa juga disebut akan melakukan evaluasi terhadap siswa-siswanya menyusul kejadian tersebut.


Langkah evaluasi dinilai penting untuk memastikan persoalan yang melibatkan pelajar tidak terus berlanjut dan tidak berkembang menjadi aksi saling serang di luar lingkungan sekolah.


POLISI MASIH MENCARI TERDUGA PELAKU


Hingga berita ini disusun, aparat kepolisian masih melakukan pencarian dan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan.


Polisi diharapkan dapat mengungkap secara terang siapa saja yang berada di lokasi, kronologi sebenarnya, apakah terdapat penggunaan senjata tajam atau busur, serta apakah insiden tersebut berkaitan dengan konflik antarpelajar yang terjadi sebelumnya.


Penanganan secara hukum juga diperlukan untuk memastikan tidak terjadi tindakan main hakim sendiri maupun aksi balasan antarkelompok pelajar.


Peristiwa ini sekaligus menjadi perhatian bagi pihak sekolah, orang tua, masyarakat dan aparat keamanan agar konflik antarpelajar tidak berkembang menjadi kekerasan yang lebih luas.


Sebab, seragam sekolah bukanlah bukti tunggal untuk menetapkan seseorang sebagai pelaku. Identitas, peran dan keterlibatan masing-masing pihak tetap harus dibuktikan melalui proses penyelidikan dan pemeriksaan yang objektif.



Adi Kruch/Nasrah Romo - CELEBES POST

×
Berita Terbaru Update