Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

ROYAL DREAM DISOROT: CHIP DIPERJUALBELIKAN, BATAS HIBURAN DAN DUGAAN JUDI ONLINE JADI PERTANYAAN

Minggu, 11 Oktober 2026 | Oktober 11, 2026 WIB Last Updated 2026-10-11T13:47:01Z
  Ilustrasi Dokumentasi kontributor Celebes Post 


CELEBES POST | MAKASSAR, SULSEL — Kesaksian sejumlah pengguna permainan digital Royal Dream di Kota Makassar membuka pertanyaan serius tentang peredaran chip, risiko kerugian finansial, hingga tekanan psikologis yang dapat dialami seseorang ketika kebiasaan bermain mulai sulit dikendalikan.


Dalam wawancara pada Minggu (11/10/2026), tiga narasumber berinisial JR, FR, dan ZV menyampaikan pengalaman serta pandangan mereka kepada redaksi. Mereka menyinggung dugaan penjualan chip Royal Dream melalui warung dan konter telepon seluler, termasuk pengalaman kerugian yang menurut pengakuan salah seorang narasumber mendorongnya menjual sepeda motor.


Kesaksian tersebut menjadi perhatian karena menyentuh persoalan yang lebih luas daripada sekadar aktivitas bermain. Namun, seluruh keterangan itu tetap harus diuji melalui penelusuran bukti, konfirmasi pihak terkait, dan pemeriksaan independen sebelum dapat disimpulkan sebagai fakta yang terverifikasi.


JR: Chip Royal Dream Disebut Dijual di Sejumlah Warung


Salah seorang narasumber berinisial JR mengungkapkan bahwa chip Royal Dream disebut diperjualbelikan di sejumlah warung di Kota Makassar.


Keterangan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana transaksi chip berlangsung, siapa saja pihak yang terlibat, serta apakah penjualan yang dimaksud berkaitan dengan mekanisme resmi atau dilakukan melalui pihak ketiga.


Untuk menjawab pertanyaan itu, diperlukan penelusuran lebih lanjut terhadap lokasi transaksi, identitas penjual, bukti pembayaran, serta mekanisme perpindahan chip dari satu pengguna kepada pengguna lainnya.


Redaksi belum dapat memastikan cakupan penjualan yang disebutkan JR maupun legalitas transaksi tersebut. Karena itu, kesaksian ini perlu ditindaklanjuti melalui verifikasi lapangan dan permintaan keterangan dari pihak-pihak yang disebut.


FR: Mengaku Menjual Sepeda Motor untuk Mengejar Kekalahan


Kesaksian narasumber berinisial FR membawa perhatian pada persoalan yang lebih personal: bagaimana kerugian dalam permainan dapat memengaruhi kondisi keuangan seseorang.


FR mengaku pernah menjual sepeda motornya untuk mengejar kekalahan yang dialaminya saat bermain. Ia juga menyebut konter telepon seluler dan penjual pulsa sebagai tempat yang menurut pengalamannya menyediakan chip Royal Dream.


Pengakuan tersebut menggambarkan risiko ketika seseorang berusaha memulihkan kerugian dengan terus bermain atau kembali mengeluarkan uang. Dalam situasi demikian, keputusan finansial berpotensi diambil di bawah tekanan emosi dan keinginan untuk mengembalikan dana yang telah hilang.


Meski demikian, redaksi belum memverifikasi secara independen kronologi penjualan sepeda motor tersebut, nilai kerugian yang dialami FR, maupun hubungan langsung antara transaksi itu dan aktivitas bermain Royal Dream.


Keterangan FR karena itu harus ditempatkan sebagai kesaksian pribadi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, bukan sebagai bukti bahwa pola serupa dialami seluruh pengguna.


Di balik pengakuan tersebut, ada persoalan yang patut diperhatikan: ketika seseorang merasa perlu mengorbankan aset untuk mengejar kerugian, kemampuan mengendalikan pengeluaran dan kebiasaan bermain perlu menjadi perhatian serius.


ZV: Mengaku Mengalami Tekanan Psikologis


Narasumber berinisial ZV turut menyampaikan pengalaman yang menurut pengakuannya berkaitan dengan kebiasaan bermain Royal Dream.


ZV mengaku kerap bertindak tanpa pertimbangan matang setelah mengenal permainan tersebut. Ia juga menyebut kekalahan yang dialaminya menimbulkan tekanan psikologis dan mendorong keinginan untuk kembali bermain.


Kesaksian itu memperlihatkan bahwa dampak yang dirasakan seseorang tidak selalu terbatas pada persoalan keuangan. Penyesalan, tekanan emosional, dan dorongan untuk terus bermain dapat menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian.


Namun, pengalaman ZV tidak dapat dijadikan dasar untuk menetapkan diagnosis medis atau menyimpulkan bahwa semua pengguna Royal Dream mengalami dampak serupa.


Bagi siapa pun yang merasa kesulitan mengendalikan kebiasaan bermain, mengambil jeda, membatasi pengeluaran, menghentikan transaksi chip, dan mencari dukungan keluarga atau tenaga profesional dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi risiko.


Pertanyaan Kontrol CELEBES POST: Siapa yang Mengawasi Peredaran Chip?


Dalam menjalankan fungsi kontrol sosial, CELEBES POST memandang perlu meminta penjelasan dari pihak terkait mengenai sejumlah pertanyaan berikut:


Bagaimana mekanisme distribusi chip Royal Dream? Apakah terdapat jalur penjualan resmi dan ketentuan khusus yang mengatur transaksi chip antarpengguna?


Apakah pengembang mengetahui dugaan penjualan chip melalui warung dan konter telepon seluler di Makassar? Jika mengetahui, bagaimana mekanisme pengawasan dan penanganan terhadap transaksi yang melanggar ketentuan layanan?


Bagaimana chip digunakan dalam praktiknya? Apakah terdapat mekanisme penukaran menjadi uang atau transaksi lain yang berkaitan dengan taruhan, dan bagaimana hal tersebut diverifikasi?


Apa langkah pencegahan yang diterapkan pengembang? Bagaimana potensi penyalahgunaan layanan ditangani apabila ditemukan bukti aktivitas yang mengarah pada perjudian?


Bagaimana tindak lanjut instansi berwenang? Apabila terdapat laporan masyarakat disertai bukti transaksi yang mengindikasikan pelanggaran hukum, langkah pemeriksaan apa yang dapat dilakukan sesuai kewenangan masing-masing?



Pertanyaan-pertanyaan tersebut membutuhkan jawaban yang jelas dan berbasis bukti. Redaksi tidak bermaksud mendahului proses pemeriksaan, melainkan membuka ruang bagi klarifikasi agar masyarakat memperoleh informasi yang berimbang.


Kepentingan Publik Harus Dijaga, Hak Jawab Tetap Dibuka


Kesaksian JR, FR, dan ZV layak ditindaklanjuti karena menyangkut dugaan transaksi chip, risiko kerugian finansial, dan pengalaman tekanan psikologis. Namun, pemberitaan yang bertanggung jawab tidak berhenti pada pengakuan narasumber.


Verifikasi, konfirmasi, ketepatan konteks, dan pemisahan yang tegas antara fakta dengan dugaan tetap menjadi bagian penting dalam proses jurnalistik.


CELEBES POST membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pengembang Royal Dream, pihak penjual chip yang dimaksud para narasumber, serta instansi terkait. Setiap informasi tambahan, bukti transaksi, maupun penjelasan resmi akan menjadi bahan untuk memperbarui pemberitaan secara proporsional.


Sebab, ketika kesaksian menyangkut uang, kebiasaan bermain, dan kondisi psikologis seseorang, publik berhak memperoleh informasi yang terang. Namun, setiap pihak juga berhak mendapatkan pemberitaan yang adil, akurat, dan tidak menghakimi sebelum fakta teruji.


Pers tidak bertugas menjatuhkan vonis. Tugas pers adalah menelusuri informasi, menguji keterangan, meminta pertanggungjawaban melalui pertanyaan yang relevan, serta mengawal kepentingan masyarakat berdasarkan fakta.


ADI KRUCH | CELEBES POST

×
Berita Terbaru Update