![]() |
| Dokumentasi Celebes Post |
CELEBES POST | Makassar – Kamtibmas. Subuh belum lama berlalu ketika sejumlah tokoh masyarakat dan aparat keamanan bergerak menyisir wilayah RW 03, 04, dan 07 di Kelurahan Parang Tambung, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.
Aksi ini bukan operasi besar bersenjata, melainkan langkah preventif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dari potensi gangguan yang bisa dipicu oleh penggunaan senjata mainan di kalangan anak-anak dan remaja.
“Atur strategi ke medan perang,” canda salah satu tokoh warga, menggambarkan keseriusan namun tetap dengan suasana kekeluargaan dalam menjaga lingkungan.
Penyisiran Subuh di Tepi Tanggul
Kegiatan difokuskan di sekitar wilayah Dg Tata 3, tepatnya di depan tanggul Sungai Jeneberang. Tim gabungan yang terdiri dari Ketua RW/RT, Lurah, Bhabinkamtibmas (Binmas), dan Babinsa turun langsung melakukan penyisiran.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap maraknya anak-anak dan remaja yang membawa serta memainkan senjata mainan di ruang publik. Meski tergolong mainan, benda tersebut berpotensi menimbulkan keresahan, salah paham, bahkan konflik antarkelompok jika tidak dikontrol.
Dalam penyisiran tersebut, petugas mendapati dan menyita sejumlah senjata mainan yang dibawa remaja. Penyitaan dilakukan secara persuasif dan edukatif tanpa pendekatan represif.
Bukan Sekadar Sita, Tapi Edukasi
Yang menjadi penekanan dalam kegiatan ini bukan hanya penyitaan, melainkan edukasi langsung kepada anak-anak dan remaja tentang kegunaan serta risiko penggunaan senjata mainan secara tidak tepat.
Aparat dan tokoh masyarakat menjelaskan bahwa penggunaan senjata mainan di ruang publik dapat memicu ketegangan, terutama di tengah situasi sosial yang sensitif. Kesadaran sejak dini dinilai penting agar anak-anak memahami batas antara permainan dan potensi gangguan keamanan.
Pendekatan humanis ini menjadi contoh bagaimana kamtibmas dijaga bukan hanya dengan patroli, tetapi juga dengan dialog dan pembinaan.
Kolaborasi Jadi Kunci
Kegiatan ini melibatkan:
Ketua RW dan RT setempat
Lurah Parang Tambung
Bhabinkamtibmas
Babinsa wilayah RW 03, 04, dan 07
Kolaborasi lintas unsur ini menunjukkan bahwa keamanan lingkungan bukan semata tanggung jawab aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama masyarakat.
Langkah subuh tersebut menjadi pesan tegas bahwa Parang Tambung tidak memberi ruang bagi potensi gangguan, sekecil apa pun bentuknya.
Desakan Tindak Lanjut: Tertibkan Penjualan Pistol Mainan
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga menyampaikan himbauan kepada aparat kepolisian agar menindaklanjuti maraknya penjualan pistol mainan yang merisaukan warga.
Warga menilai, selama penjualan masih bebas tanpa pengawasan ketat, potensi penyalahgunaan akan terus ada. Beberapa toko yang menjual pistol mainan dengan bentuk menyerupai senjata asli dinilai perlu mendapat perhatian serius.
Masyarakat berharap aparat kepolisian dapat:
Melakukan pendataan dan pengawasan terhadap toko-toko penjual pistol mainan.
Memberikan teguran atau penertiban apabila ditemukan pelanggaran.
Mengedukasi pedagang agar tidak menjual mainan yang berpotensi memicu keresahan sosial.
Langkah ini dianggap penting agar pencegahan tidak hanya dilakukan di tingkat pengguna (anak-anak dan remaja), tetapi juga di hulu distribusinya.
Kamtibmas Dimulai dari Hal Kecil
Sering kali gangguan keamanan berawal dari hal yang dianggap sepele. Senjata mainan, jika digunakan untuk menakut-nakuti atau memicu provokasi, dapat menjadi pemicu konflik yang lebih besar.
Kegiatan penyisiran ini adalah langkah preventif—mencegah sebelum terjadi, membina sebelum membesar.
Di tengah dinamika sosial perkotaan, semangat gotong royong seperti ini menjadi fondasi utama menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif.
Parang Tambung memberi contoh: menjaga keamanan bukan menunggu masalah datang, tetapi bergerak lebih dulu sebelum api kecil berubah menjadi kobaran.
CELEBES POST mengapresiasi sinergi warga dan aparat dalam menjaga kamtibmas yang aman, tertib, dan humanis di wilayah Kecamatan Tamalate.
LIMPO _ CELEBES POST

