Notification

×

Iklan

Gemini-Generated-Image-ga8bifga8bifga8b

Iklan

Gemini-Generated-Image-o40kr0o40kr0o40k

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jelang HTN 2026, Koalisi Gerakan Rakyat dan Partai Buruh Gelar Dialog Publik di Gowa

Senin, 07 September 2026 | September 07, 2026 WIB Last Updated 2026-09-07T06:53:08Z



Celebespost.ue.org Kab. Gowa Sulsel, – Menjelang peringatan Hari Tani Nasional (HTN) 2026, Koalisi Gerakan Rakyat (KGR) bersama Partai Buruh menggelar diskusi publik di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (6/9/2026).


Kegiatan ini digelar di tengah situasi krisis ekonomi dan politik nasional. KGR menilai, momentum HTN harus dijadikan ruang untuk memperkuat persatuan gerakan rakyat dalam memperjuangkan hak-hak pekerja, petani, dan kelompok termarjinalkan.


Ketua Sentral Gerakan Buruh Nusantara (SGBN) Sulsel, Askin Khulukiah, menekankan pentingnya konsolidasi lintas sektor. 


“Pentingnya relasi persatuan dari semua sektor gerakan untuk memperjuangkan hak-hak pekerja. Rezim oligarki sudah sangat masif dengan omon-omon. Hanya dengan persatuan gerakan rakyat, semua ketidakadilan ini bisa kita lawan,” tegas Askin.


Perwakilan Jaringan Nasional (Jarnas) NTT, Arsyad Arifin, S.H., menyoroti perlunya kesadaran kolektif dalam gerakan. 


“Aliansi KGR ke depan harus punya program perjuangan bersama untuk menjawab realitas penindasan terhadap kaum pekerja dan rakyat lainnya. Hal mendasar yang harus dilakukan di Gowa adalah membangun kesadaran dengan prinsip kolektif,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua Kota Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (K-SBSI) Sulsel, Asman Abdullah, menyebut Partai Buruh sebagai wadah persatuan.


“Gerakan buruh dan gerakan rakyat secara luas harus menyatu sebagai ruang kepentingan rakyat yang termarjinalkan. Partai Buruh lahir dari kontradiksi ketidakadilan antara rezim penguasa, pengusaha, dan rakyat. Harapannya, semua pekerja tidak alergi dengan politik dan mari bersatu,” kata Asman.


Haidir, perwakilan mahasiswa UIN Makassar, menilai persatuan mahasiswa dan elemen rakyat lainnya adalah kekuatan sosial. 


“Perjuangan buruh tidak pernah berdiri sendiri. Ketika suara buruh bertemu dengan kekuatan gerakan rakyat, perjuangan tidak lagi sekadar menyuarakan keluhan, tetapi menjadi kekuatan yang mendorong perubahan. Diskusi KGR hari ini menjadi ruang menyatukan gagasan dan merumuskan langkah yang lebih nyata,” ungkapnya.


Ketua KPBI Sulsel, Sartono Laodemutu, S.H., juga menyampaikan rencana aksi serentak di Sulsel untuk menyambut HTN 2026 pada 24 September mendatang.


“KGR akan berkonsolidasi dengan semua elemen pergerakan di Sulsel untuk menyambut Hari Tani Nasional. Tradisi perjuangan gerakan rakyat adalah amanat UUD 1945 yang harus terus dirawat dan dikembangkan setiap generasi bangsa,” ujar Sartono.


Diskusi publik ini dihadiri perwakilan dari KPBI Sulsel, SGBN Sulsel, K-SBSI Sulsel, FSBPI Gowa, petani, mahasiswa, dan pekerja dari sejumlah perusahaan.(*54h2u1).




Laporan : Tono.

×
Berita Terbaru Update