Notification

×

Iklan

Gemini-Generated-Image-ga8bifga8bifga8b

Iklan

Gemini-Generated-Image-o40kr0o40kr0o40k

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Lomba Panahan MULIA Wali Kota Cup Makassar, Ketika Anak Muda Ditempa Lewat Olahraga

Senin, 28 September 2026 | September 28, 2026 WIB Last Updated 2026-09-28T05:35:07Z
Lomba Panahan MULIA Wali Kota Cup Makassar, yang mempertemukan pelajar dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.


CELEBES POST | MAKASSAR — Busur ditarik, sasaran dibidik, lalu anak panah dilepaskan dengan penuh konsentrasi. Di balik setiap bidikan, ada proses latihan, kedisiplinan dan keberanian untuk berkompetisi.


Suasana itulah yang mewarnai Lomba Panahan MULIA Wali Kota Cup Makassar, yang mempertemukan pelajar dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Santri Expo MULIA 2026 yang digagas oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar.


Lomba Panahan MULIA Wali Kota Cup Makassar, yang mempertemukan pelajar dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.

Lomba Panahan MULIA Wali Kota Cup Makassar, yang mempertemukan pelajar dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.


Kepala Bagian Kesra Kota Makassar, Mohammad Syarief, menyampaikan bahwa lomba panahan tradisional menjadi salah satu upaya untuk memberikan ruang kepada pelajar dalam mengembangkan bakat dan keterampilan, sekaligus membangun karakter melalui olahraga.


Bagi peserta, pertandingan bukan hanya persoalan mengenai siapa yang mampu mengarahkan anak panah paling dekat dengan sasaran. Mereka juga dituntut mampu menjaga konsentrasi, mengendalikan diri dan tetap menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan.


Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan generasi muda, khususnya ketika olahraga ditempatkan bukan semata-mata sebagai ajang mengejar kemenangan, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter.


Lomba Panahan MULIA Wali Kota Cup Makassar, yang mempertemukan pelajar dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.

Lomba Panahan MULIA Wali Kota Cup Makassar, yang mempertemukan pelajar dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.

Lomba Panahan MULIA Wali Kota Cup Makassar, yang mempertemukan pelajar dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.

Lomba Panahan MULIA Wali Kota Cup Makassar, yang mempertemukan pelajar dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.


Tidak Berhenti di Perlombaan


Lomba panahan ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Makassar sebagai bagian dari perhatian terhadap pengembangan potensi generasi muda di bidang olahraga, pendidikan dan pembinaan karakter.


Namun, setiap kegiatan pembinaan tentu tidak berhenti ketika pertandingan berakhir.


Harapannya, peserta yang memiliki kemampuan dan potensi dapat memperoleh ruang untuk terus berlatih dan berkembang. Sebab, bibit atlet tidak lahir hanya dari satu kompetisi, melainkan melalui proses latihan yang konsisten, pendampingan serta kesempatan mengikuti pertandingan secara berjenjang.


Mohammad Syarief sebelumnya juga menyampaikan harapan agar lomba memanah untuk tingkat SD, SMP dan SMA tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari pembinaan generasi muda.


Jika konsistensi tersebut dapat diwujudkan, kegiatan ini berpotensi menjadi salah satu ruang pencarian dan pengembangan bibit atlet panahan dari kalangan pelajar Kota Makassar.


Lomba Panahan MULIA Wali Kota Cup Makassar, yang mempertemukan pelajar dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.

Lomba Panahan MULIA Wali Kota Cup Makassar, yang mempertemukan pelajar dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.

Lomba Panahan MULIA Wali Kota Cup Makassar, yang mempertemukan pelajar dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.


Santri Expo Tak Hanya Panahan


Lomba panahan merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam Santri Expo MULIA 2026.


Selain olahraga, kegiatan tersebut juga diisi dengan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan keagamaan, kesehatan, kreativitas pelajar serta kepedulian terhadap lingkungan.


Rangkaian kegiatan itu memberikan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan di luar bidang akademik, sekaligus memperkuat interaksi dan silaturahmi antarpeserta.


Sorotan untuk Keberlanjutan


Di tengah semangat penyelenggaraan, keberlanjutan menjadi bagian yang patut mendapat perhatian.


Jika lomba panahan ini diarahkan menjadi agenda tahunan, maka pembinaan setelah kompetisi menjadi hal penting yang perlu dipikirkan bersama.


Mulai dari ketersediaan tempat latihan, pendampingan atlet, pelatih, kompetisi lanjutan hingga koordinasi dengan sekolah dan organisasi olahraga terkait dapat menjadi bagian dari ekosistem pembinaan.


Dengan demikian, kegiatan tidak hanya menghasilkan juara di atas podium, tetapi juga membuka jalan bagi lahirnya atlet-atlet muda yang mampu berkembang pada jenjang kompetisi berikutnya.


Dari Sasaran Panahan Menuju Prestasi


Pada akhirnya, Lomba Panahan MULIA Wali Kota Cup Makassar bukan hanya tentang busur, anak panah dan sasaran.


Ada proses pendidikan karakter yang berjalan di dalamnya.


Pelajar belajar berkonsentrasi, mengendalikan emosi, menghargai lawan dan menerima hasil pertandingan dengan sportif.


Dari proses sederhana tersebut, potensi besar dapat tumbuh apabila mendapatkan pembinaan yang berkelanjutan.


Karena itu, harapan terhadap kegiatan ini bukan hanya agar semakin banyak pelajar mengenal olahraga panahan, tetapi juga agar muncul bibit-bibit atlet dari Kota Makassar yang memiliki kesempatan untuk berkembang dan mengukir prestasi di tingkat yang lebih tinggi.


Satu anak panah mungkin hanya membutuhkan beberapa detik untuk mencapai sasaran. Namun, untuk membentuk seorang atlet berprestasi, dibutuhkan proses panjang, latihan dan pembinaan yang konsisten.



Redaksi CELEBES POST 

×
Berita Terbaru Update