Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gandeng UMKM Squad, PLUT KUMKM dan Bank Mandiri, PW SEMMI Sulsel Siap Bantu Ribuan UMKM Urus Sertifikasi Halal

Minggu, 25 Oktober 2026 | Oktober 25, 2026 WIB Last Updated 2026-10-25T04:29:27Z
kegiatan UMKM Forum Sulawesi Selatan bertema “Kolaborasi Mendorong UMKM Naik Kelas, Mandiri dan Berdaya Saing” yang digelar pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di KCP Bank Mandiri Makassar, Jalan HOS Cokroaminoto No. 3,


CELEBES POST | MAKASSAR — Sertifikasi halal menjadi salah satu langkah penting bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas peluang pasar. Melihat kebutuhan tersebut, Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Sulawesi Selatan menyatakan kesiapan membantu pelaku UMKM mengakses pendampingan sertifikasi halal melalui kolaborasi lintas lembaga.


Komitmen itu mengemuka dalam kegiatan UMKM Forum Sulawesi Selatan bertema “Kolaborasi Mendorong UMKM Naik Kelas, Mandiri dan Berdaya Saing” yang digelar pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di KCP Bank Mandiri Makassar, Jalan HOS Cokroaminoto No. 3, Kota Makassar.


Dalam kegiatan tersebut, PW SEMMI Sulsel berkolaborasi dengan UMKM Squad Sulsel, Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM (PLUT KUMKM) Provinsi Sulawesi Selatan, serta Bank Mandiri untuk mendorong penguatan kapasitas pelaku usaha, memperluas jejaring bisnis, dan membuka akses terhadap berbagai fasilitas pendukung UMKM.


Ketua Umum PW SEMMI Sulsel, Andi Muh Idik Indra, menegaskan bahwa organisasi mahasiswa harus mampu menghadirkan kontribusi nyata di tengah masyarakat, termasuk dalam pengembangan ekonomi kerakyatan.


Menurutnya, peran mahasiswa tidak semestinya terbatas pada diskusi, kajian, dan advokasi. Mahasiswa juga perlu membangun kapasitas serta terlibat langsung dalam program pemberdayaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Kami di SEMMI Sulsel siap membantu UMKM, khususnya dalam proses sertifikasi halal. Saat ini ada teman-teman SEMMI yang telah tergabung sebagai Pendamping Proses Produk Halal atau P3H di Halal Center Syarikat Islam. Ini menjadi salah satu bentuk konkret bagaimana kader SEMMI bisa mengambil peran dalam membantu masyarakat,” ujar Indra.


Ia menjelaskan, keberadaan kader SEMMI di berbagai wilayah Sulawesi Selatan yang tergabung sebagai P3H dapat menjadi salah satu jalur pendampingan bagi pelaku UMKM yang membutuhkan informasi dan bantuan dalam proses sertifikasi halal.


Melalui kolaborasi tersebut, SEMMI Sulsel berharap semakin banyak pelaku usaha memperoleh pemahaman mengenai prosedur sertifikasi halal, persyaratan yang harus dipenuhi, serta mekanisme pendampingan sesuai ketentuan yang berlaku.


“Harapan kami, teman-teman SEMMI yang tergabung sebagai P3H dapat menjadi jembatan bagi UMKM. Jadi ketika ada pelaku usaha yang membutuhkan pendampingan sertifikasi halal, kami siap membantu sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.


Sertifikasi Halal Dinilai Bukan Sekadar Administrasi


Indra menilai, sertifikasi halal tidak seharusnya dipandang semata-mata sebagai pemenuhan persyaratan administratif. Bagi pelaku usaha, sertifikasi tersebut juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan konsumen dan memperkuat daya saing produk.


Karena itu, PW SEMMI Sulsel membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas edukasi dan pendampingan, terutama bagi pelaku UMKM yang masih membutuhkan informasi mengenai proses sertifikasi halal.


Dalam forum tersebut, UMKM Squad Sulsel, PLUT KUMKM Sulsel, dan Bank Mandiri turut mengambil bagian dalam membangun ekosistem pendukung UMKM. Upaya itu mencakup peningkatan kapasitas usaha, pengembangan jejaring bisnis, hingga penyampaian informasi mengenai akses pembiayaan.


Peserta juga memperoleh informasi mengenai fasilitas sertifikasi halal gratis bagi pelaku usaha yang memenuhi persyaratan, fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi peserta yang memenuhi ketentuan, serta kesempatan membangun jejaring dengan sesama pelaku UMKM.


Meski demikian, akses terhadap fasilitas tersebut tetap mengikuti persyaratan dan mekanisme yang ditetapkan oleh masing-masing penyelenggara maupun lembaga terkait.


Indra menegaskan, keterlibatan mahasiswa dalam pemberdayaan ekonomi merupakan bagian dari tanggung jawab sosial organisasi kepemudaan. Ia ingin kader SEMMI memiliki kemampuan yang dapat diterapkan untuk membantu masyarakat menghadapi persoalan nyata.


“Kami ingin kader-kader SEMMI tidak hanya aktif berbicara mengenai persoalan masyarakat, pemerintah dan politik, tetapi juga memiliki keterampilan dan kapasitas yang bisa digunakan untuk memberikan manfaat. Ketika kita bisa membantu UMKM mendapatkan akses pendampingan, sertifikasi, pembiayaan dan jaringan usaha, di situlah kehadiran mahasiswa benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.


UMKM Squad Sulsel Apresiasi Kolaborasi


Sementara itu, Ketua Umum UMKM Squad Sulawesi Selatan, Marlia Kamaruddin, mengapresiasi kolaborasi dalam program fasilitasi sertifikat halal gratis bagi pelaku UMKM yang memenuhi persyaratan.


Menurut Marlia, dukungan lintas lembaga menjadi salah satu upaya untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas produk, memperkuat kepercayaan konsumen, serta mempersiapkan diri menghadapi persaingan pasar yang semakin luas.


“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi program fasilitasi sertifikat halal gratis bagi UMKM. Program ini merupakan langkah nyata untuk mendorong UMKM naik kelas, semakin mandiri, dan berdaya saing,” ujarnya.


Ia berharap program tersebut dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi pelaku usaha, tidak hanya dalam pemenuhan persyaratan sertifikasi halal, tetapi juga dalam memperluas peluang pemasaran produk.


“Kami berharap melalui sertifikasi halal, UMKM semakin dipercaya konsumen, memiliki akses pasar yang lebih luas, dan mampu berkembang secara berkelanjutan. Bersama, kita wujudkan UMKM Sulawesi Selatan yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” tuturnya.


Dorong Kolaborasi Berkelanjutan


Kolaborasi PW SEMMI Sulsel, UMKM Squad Sulsel, PLUT KUMKM Sulsel, dan Bank Mandiri diharapkan menjadi langkah untuk memperkuat dukungan terhadap pelaku UMKM di Sulawesi Selatan.


Kesiapan kader SEMMI yang tergabung sebagai P3H menjadi salah satu potensi untuk memperluas akses informasi dan pendampingan sertifikasi halal. Namun, keberhasilan program tersebut juga membutuhkan koordinasi, pemenuhan persyaratan, serta tindak lanjut agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.


Dengan memperkuat sinergi antara organisasi mahasiswa, komunitas UMKM, lembaga pendamping, dan sektor perbankan, upaya mendorong UMKM naik kelas diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi berlanjut menjadi pendampingan dan akses layanan yang dibutuhkan pelaku usaha.


Bagi PW SEMMI Sulsel, pemberdayaan UMKM bukan sekadar agenda organisasi, melainkan ruang pengabdian untuk menghadirkan peran mahasiswa yang lebih dekat dengan kebutuhan ekonomi masyarakat.



Redaksi CELEBES POST 

×
Berita Terbaru Update