![]() |
| Pekan Raya Pemuda Sulsel & Tudang Sipulung 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 23–24 Oktober 2026 di Taman Pakui Sayang, Kota Makassar |
CELEBES POST | MAKASSAR, CELEBES POST — Saat masa depan daerah dipertaruhkan pada kualitas generasi mudanya, ruang untuk bertukar gagasan, merajut kolaborasi, dan menyatukan langkah menjadi semakin penting. Semangat itulah yang akan dibawa dalam gelaran Pekan Raya Pemuda Sulsel & Tudang Sipulung 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 23–24 Oktober 2026 di Taman Pakui Sayang, Kota Makassar.
Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan kegiatan ini sebagai ruang perjumpaan pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan (OKP), komunitas, dan kalangan pelajar. Mengusung tema “Pemuda Bergerak, Sulsel Maju & Berkarakter”, agenda tersebut diarahkan untuk memperkuat partisipasi generasi muda dalam pembangunan daerah.
Bukan sekadar panggung hiburan atau pertemuan seremonial, Pekan Raya Pemuda ini membawa pesan bahwa pemuda perlu diberi ruang untuk menyampaikan gagasan, membangun jejaring, dan mengambil peran nyata dalam menjawab tantangan Sulawesi Selatan.
![]() |
| Pekan Raya Pemuda Sulsel & Tudang Sipulung 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 23–24 Oktober 2026 di Taman Pakui Sayang, Kota Makassar. |
Tudang Sipulung: Duduk Bersama, Satukan Gagasan
Salah satu unsur utama dalam kegiatan ini adalah konsep Tudang Sipulung, tradisi Bugis-Makassar yang bermakna duduk bersama untuk bermusyawarah. Nilai kebersamaan tersebut diangkat sebagai landasan untuk mempertemukan berbagai pandangan dan menyatukan semangat pemuda dalam membangun daerah.
Di tengah beragam latar belakang organisasi, komunitas, dan pengalaman, ruang dialog seperti ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. Perbedaan pandangan tidak harus menjadi sekat, melainkan dapat menjadi kekuatan untuk melahirkan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Berdasarkan informasi dalam materi publikasi kegiatan yang disebut dirilis melalui akun Instagram @pekanrayapemudasulsel, agenda ini juga dikaitkan dengan peringatan Hari Jadi ke-357 Sulawesi Selatan. Unsur kebudayaan Bugis-Makassar akan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan, sekaligus memperkuat identitas lokal di tengah dinamika generasi muda.
Diskusi, Expo Kreatif, hingga Pertunjukan Seni Budaya
Pekan Raya Pemuda Sulsel & Tudang Sipulung 2026 direncanakan menghadirkan sejumlah kegiatan, mulai dari forum diskusi, pameran kreatif, pertunjukan seni budaya, hingga expo kepemudaan.
Dispora Sulsel menargetkan ribuan pemuda hadir dan berpartisipasi. Namun, nilai penting kegiatan ini bukan semata-mata terletak pada jumlah pengunjung, melainkan juga pada sejauh mana pertemuan tersebut mampu menghasilkan gagasan, jaringan kerja, dan inisiatif yang dapat berlanjut setelah acara berakhir.
Partisipasi aktif organisasi kepemudaan, komunitas, dan pelajar menjadi unsur penting agar kegiatan tidak berhenti pada keramaian dua hari. Kolaborasi yang terbentuk diharapkan dapat membuka jalan bagi kegiatan produktif, pengembangan kreativitas, serta kontribusi pemuda terhadap persoalan sosial dan pembangunan di daerah masing-masing.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi dijadwalkan hadir untuk membuka kegiatan. Kehadiran keduanya, sebagaimana tercantum dalam informasi awal penyelenggaraan, diharapkan turut memberi dorongan terhadap penguatan peran generasi muda.
Tantangannya: Jangan Berhenti pada Kemegahan Acara
Gelaran kepemudaan tentu menjadi momentum positif. Namun, ukuran keberhasilannya pada akhirnya bukan hanya panggung yang ramai, jumlah peserta yang besar, atau meriahnya pertunjukan seni budaya.
Yang lebih penting adalah apakah pemuda memperoleh ruang partisipasi yang nyata, apakah gagasan mereka mendapat tindak lanjut, dan apakah kolaborasi yang terbangun mampu menghasilkan manfaat bagi masyarakat.
Semangat “Pemuda Bergerak, Sulsel Maju & Berkarakter” akan memiliki arti lebih kuat apabila diterjemahkan menjadi langkah konkret: penguatan kapasitas pemuda, dukungan terhadap kreativitas dan kewirausahaan, kepedulian sosial, serta keterlibatan generasi muda dalam pembangunan daerah.
Dengan mengangkat nilai Tudang Sipulung, Pekan Raya Pemuda Sulsel 2026 diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga ruang untuk mendengar, berdialog, dan merumuskan langkah bersama.
Masyarakat umum, terutama generasi muda di Sulawesi Selatan, diundang untuk mengambil bagian dalam kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari tersebut. Pemuda diharapkan hadir bukan hanya sebagai penonton, melainkan sebagai peserta aktif yang membawa ide, semangat, dan komitmen untuk berkontribusi.
Sebab, masa depan Sulawesi Selatan tidak cukup dibicarakan dari atas panggung. Masa depan itu membutuhkan generasi muda yang berani bergerak, mampu bekerja sama, dan konsisten mewujudkan gagasan menjadi tindakan nyata.
DDL | CELEBES POST — Pewarta Penyambung Lidah Rakyat

