Notification

×

Iklan

Iklan

BNNP Sulsel Apresiasi BEM UMI, Sosialisasi Bahaya Narkoba Didorong Masuk Kampusnya

Rabu, 21 Januari 2026 | Januari 21, 2026 WIB Last Updated 2026-01-21T02:23:50Z



Celebespost Makassar Sulsel, - Badan Narkotika Nasional (BNNP) Sulsel Kombes Pol Ardiansyah S.I.K, M.H, Kabid Pemberantasan Intelejen BNNP Sulsel, menerima kunjungan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar bersama mahasiswa asal Kabupaten Bone, di ruang kerjanya dalam rangka membahas rencana kegiatan sosialisasi bahaya narkotika di lingkungan kampus. Selasa, 20 Januari 2026 Kota Makassar. 


Kombes Pol Ardiansyah S.I.K, M.H, saat wawancara di ruang Kerjanya bersama beberapa awak media Mengatakan, Kunjungan tersebut bertujuan untuk memohon dukungan dan kerja sama BNN dalam pelaksanaan sosialisasi narkotika dan obat-obatan terlarang yang akan digelar bertepatan dengan rangkaian kegiatan pengenalan mahasiswa baru UMI.


Kombes Ardiansyah  menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas inisiatif mahasiswa UMI yang dinilai menunjukkan komitmen kuat dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan perguruan tinggi.


“Ini adalah langkah yang sangat positif dan patut diapresiasi. Mahasiswa memiliki peran strategis dalam mencegah penyalahgunaan narkotika, khususnya di lingkungan kampus,” Ujar Ardiansyah di Kantor BNNP Sulsel dalam pertemuan tersebut.


Ardiansyah menilai, masih banyak kalangan yang belum memahami secara utuh mengenai narkotika, mulai dari jenis-jenisnya, pola penyebaran, hingga dampak buruk yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan narkoba.



Karena itu, kegiatan sosialisasi dinilai sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mahasiswa agar dapat terhindar dari bahaya narkoba.


Dalam kesempatan tersebut, BNNP Sulsel juga menyarankan agar pihak kampus, melalui rektorat UMI, mempertimbangkan pelaksanaan tes urine bagi mahasiswa baru sebagai langkah awal pencegahan. 


Namun, Ardiansyah  menegaskan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan pihak universitas.


“Kami hanya memberikan saran. Apakah tes urine bisa dilaksanakan atau tidak, itu kembali kepada kebijakan dan kesiapan pihak rektorat,” Jelasnya Ardiansyah. 


Selain sosialisasi awal, BNN juga mendorong agar upaya pencegahan dilakukan secara berkelanjutan, termasuk membuka jalur komunikasi apabila di kemudian hari ditemukan indikasi peredaran atau penyalahgunaan narkoba di lingkungan kampus.


BNNP Sulsel berharap, langkah yang dilakukan UMI dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain untuk turut aktif dalam memerangi narkoba. Pasalnya, peredaran narkotika saat ini telah menyasar semua lini, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi.


“Harapannya, bukan hanya UMI, tetapi kampus-kampus lain juga melakukan langkah serupa, yang di dukung oleh pemerintah sehingga dunia pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, benar-benar menjadi lingkungan yang bersih dari narkoba,” Tutup Kombes Ardiansyah. (*411U).



Banner Utama

coklat-inspirasi-berita-baru-instagram-post-20241022-060924-0000
×
Berita Terbaru Update