![]() |
| Operasi senyap tersebut melibatkan Tim Gabungan Resmob Polda Sulsel, Tim Opsnal Resmob Polsek Tamalate Polrestabes Makassar |
MAKASSAR, CELEBES POST — Pelarian panjang MF alias Fajrin (24), terduga penadah ratusan sepeda motor hasil curian lintas daerah, akhirnya berakhir dramatis di tengah perkebunan kelapa sawit, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Buronan yang sempat kabur dari pengawasan penyidik Polsek Tamalate itu dilumpuhkan aparat setelah mencoba kembali melawan dan melarikan diri saat proses pengembangan kasus.
Operasi senyap tersebut melibatkan Tim Gabungan Resmob Polda Sulsel, Tim Opsnal Resmob Polsek Tamalate Polrestabes Makassar, serta mendapat dukungan penuh dari Tim Resmob Polda Sulbar. Penangkapan dipimpin langsung Panit 3 Resmob Polda Sulsel, Ipda Irzal Makkarawa.
MF alias Fajrin, warga Komplek Kusta Jalan Dangko, Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Tamalate, Makassar, ditangkap pada Senin dini hari, 25 Mei 2026 sekitar pukul 02.50 WITA di wilayah Jalan Tobadak, Kecamatan Tobadak, Mamuju Tengah.
Video Motor Curian 100 Unit Dan Sitaan puluhan Busur dan anak panah Di Amankan Polrestabes Makassar :
Kasus ini sontak menjadi perhatian publik setelah terungkap dugaan jaringan penadahan kendaraan hasil curian yang diduga telah beroperasi lintas kabupaten hingga provinsi.
Kapolsek Tamalate, Kompol H. Muh. Thamrin, S.E., M.M., mengungkapkan bahwa pelarian MF bermula saat dirinya tengah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Reskrim Polsek Tamalate pada Minggu, 10 Mei 2026.
Menurut Thamrin, saat itu istri pelaku, Dewi Rosita, datang menjenguk dan membawakan makanan. Situasi Mapolsek yang dinilai lengang dimanfaatkan pelaku untuk melarikan diri secara nekat.
“Pelaku melihat situasi sepi lalu melompat melalui jendela samping lantai dua dan kabur menuju wilayah perkampungan Deppasawi,” ujar Kompol Thamrin.
Usai kabur, MF disebut sempat meminta tumpangan kepada pengendara yang melintas menuju Jalan Dangko. Dari sana, ia bergerak cepat meminta bantuan rekannya bernama Julang untuk membawanya keluar daerah menuju Jeneponto.
Tak berhenti sampai di situ, pelaku bahkan menggunakan telepon milik temannya untuk menghubungi sang istri agar mencarikan mobil rental demi memperlancar pelariannya menuju Mamuju Tengah bersama istri dan anaknya.
Di wilayah Sulawesi Barat itu, MF berupaya menghilangkan jejak dengan tinggal di area perkebunan kelapa sawit milik keluarganya sambil membantu merawat kebun agar tidak menimbulkan kecurigaan warga sekitar.
Namun persembunyian tersebut akhirnya terbongkar setelah aparat melakukan pengejaran intensif selama sepekan. Tim gabungan berhasil melacak titik persembunyian pelaku dan langsung melakukan penyergapan.
Dalam pemeriksaan awal, MF alias Fajrin mengungkap fakta mengejutkan. Ia mengaku membeli kendaraan hasil curian dari seseorang berinisial AC dengan jumlah mencapai sekitar 100 unit sepeda motor.
Motor-motor tersebut dibeli dengan harga murah, sekitar Rp2,3 juta per unit, lalu kembali dijual kepada pria berinisial HR, warga Masamba, Sulawesi Selatan, dengan harga berkisar Rp3 juta hingga Rp3,5 juta per unit.
Pengakuan tersebut membuka dugaan adanya sindikat penadahan kendaraan curian yang terorganisir dan beroperasi lintas wilayah di Sulawesi.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, membenarkan bahwa penyidik masih terus mengembangkan kasus tersebut guna memburu pihak-pihak lain yang diduga terlibat.
“Iya, kita lagi pengembangan,” singkatnya saat dikonfirmasi.
Sementara itu, saat aparat melakukan pengembangan untuk mencari keberadaan rekan pelaku lainnya, MF kembali mencoba melawan dan melarikan diri. Polisi mengaku telah memberikan tembakan peringatan, namun tidak diindahkan.
“Karena mencoba kabur dan melakukan perlawanan, tersangka akhirnya diberikan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kedua kakinya,” tegas Kompol H. Muh. Thamrin.
Kini MF alias Fajrin telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga terus memburu jaringan lain yang diduga terlibat dalam peredaran kendaraan hasil curian yang meresahkan masyarakat di Sulawesi Selatan dan sekitarnya.
GB CELEBES POST
