Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Narkoba Masih Mengintai Manggala: 250 Kasus Diungkap Polrestabes Makassar, MAKI Serukan Perang Total dari Lorong ke Keluarga

Rabu, 10 Juni 2026 | Juni 10, 2026 WIB Last Updated 2026-06-10T08:44:14Z
Dokumentasi Kontributor Celebes Post 


Makassar, CELEBES POST Ancaman narkotika di Kota Makassar belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Di tengah masifnya peredaran gelap narkoba yang terus menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk generasi muda dan anak di bawah umur, Lembaga Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) kembali turun ke tengah masyarakat dengan menggelar Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Aula Kantor Kecamatan Manggala, Rabu (10/6/2026).


Mengusung tema “Lorongku Bersinar, Keluarga Bebas Narkoba”, kegiatan tersebut menjadi alarm sekaligus ajakan kolektif kepada seluruh elemen masyarakat agar tidak lagi memandang narkoba sebagai persoalan individu, melainkan ancaman serius yang dapat menghancurkan masa depan keluarga, lingkungan, bahkan ketahanan sosial suatu daerah.


Manggala dalam Sorotan Ancaman Narkoba


Kegiatan yang dihadiri unsur pemerintah kecamatan, aparat kepolisian, tokoh masyarakat, RT/RW, serta warga setempat itu berlangsung penuh antusias. Namun di balik suasana edukatif tersebut tersimpan fakta yang cukup mengkhawatirkan.


Camat Manggala, H. Ahmad, S.Sos., secara terbuka mengakui bahwa wilayahnya merupakan salah satu kawasan yang membutuhkan perhatian serius terkait ancaman penyalahgunaan dan peredaran narkotika.


Menurutnya, banyak kasus narkoba berawal dari rasa penasaran dan keinginan untuk mencoba. Namun, tanpa disadari, kebiasaan tersebut berkembang menjadi ketergantungan hingga berujung pada keterlibatan dalam jaringan peredaran narkoba.


Dokumentasi Kontributor Celebes Post 

Dokumentasi Kontributor Celebes Post 

Dokumentasi Kontributor Celebes Post 


“Peredaran narkoba ini sangat rawan dan dampaknya sangat fatal. Banyak keluarga yang terdampak. Awalnya hanya coba-coba, tetapi akhirnya bisa menjadi pengguna bahkan pengedar. Ini yang harus kita cegah bersama,” tegas Ahmad.

 

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa narkotika tidak lagi hanya menjadi ancaman di ruang-ruang tersembunyi. Peredarannya kini mampu menyusup hingga ke lingkungan pemukiman, lorong-lorong warga, bahkan menyasar kelompok usia produktif yang seharusnya menjadi tulang punggung pembangunan daerah.


250 Kasus Terungkap, Ancaman Belum Surut


Fakta yang lebih mencengangkan disampaikan oleh Kaur Reserse Narkoba Polrestabes Makassar, AKP Ahmad, S.H.


Dalam pemaparannya, ia mengungkapkan bahwa hingga pertengahan tahun 2026, Polrestabes Makassar telah menangani lebih dari 250 kasus narkotika.


Angka tersebut menjadi indikator kuat bahwa perang terhadap narkoba masih jauh dari kata selesai.


Menurut AKP Ahmad, para pelaku yang diamankan tidak hanya berasal dari kalangan tertentu. Jaringan narkoba kini menjangkau hampir seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang usia, jenis kelamin, maupun latar belakang profesi.


“Pelaku yang kami tangani sangat beragam. Ada pengguna, pengedar, dan bandar. Bahkan ada yang masih di bawah umur. Namun untuk anak yang berhadapan dengan hukum, tentu ada mekanisme dan penanganan khusus yang berbeda dengan orang dewasa,” jelasnya.

 

Data tersebut menunjukkan bahwa narkotika telah berkembang menjadi kejahatan sosial yang kompleks. Tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental korban, tetapi juga berpotensi melahirkan berbagai tindak kriminal lain yang mengancam keamanan masyarakat.


Perang Melawan Narkoba Tak Cukup dengan Penangkapan


Dalam kegiatan tersebut, aparat kepolisian menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan penegakan hukum semata.


Penangkapan pengguna, pengedar, maupun bandar memang penting. Namun langkah represif tanpa dibarengi edukasi dan pencegahan hanya akan memutus satu mata rantai sementara jaringan baru terus bermunculan.


Karena itu, kegiatan sosialisasi seperti yang digagas MAKI dinilai menjadi bagian penting dalam strategi pemberantasan narkoba secara menyeluruh.


“Dalam penanganan narkoba ada pencegahan, pemberantasan, dan tindakan represif. Kegiatan yang dilakukan MAKI ini merupakan bagian dari upaya pencegahan yang sangat penting,” ujar AKP Ahmad.

 

MAKI Dorong Gerakan Kolektif dari Tingkat Lorong


Melalui program P4GN, MAKI berupaya membangun kesadaran masyarakat bahwa perang melawan narkoba harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga dan komunitas warga.


Konsep “Lorongku Bersinar” bukan sekadar slogan seremonial. Gagasan tersebut menempatkan masyarakat sebagai benteng pertama dalam mendeteksi, mencegah, dan melaporkan setiap indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.


Dalam konteks ini, keberanian masyarakat untuk melapor menjadi faktor penting dalam memutus rantai peredaran narkoba.


Camat Manggala bahkan meminta warga untuk tidak takut memberikan informasi kepada aparat apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing.


“Kalau ada temuan atau informasi terkait narkoba, segera laporkan. Jangan biarkan narkoba merusak lingkungan kita. Mari wujudkan Lorongku Bersinar, Keluargaku Bebas Narkoba,” tegasnya.

 

Narkoba, Ancaman Nyata bagi Masa Depan Generasi


Fenomena meningkatnya kasus narkoba bukan hanya persoalan hukum, melainkan ancaman kemanusiaan yang dapat menghancurkan masa depan bangsa.


Penyalahgunaan narkotika sering kali berujung pada putus sekolah, keretakan rumah tangga, meningkatnya angka kriminalitas, hingga kematian akibat overdosis. Karena itu, keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda.


Pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, RT/RW hingga keluarga dituntut untuk bergerak bersama dalam satu barisan melawan narkoba.


Kegiatan P4GN yang digelar MAKI di Kecamatan Manggala menjadi pengingat bahwa ancaman narkotika masih nyata dan terus mengintai masyarakat Makassar. Dengan lebih dari 250 kasus yang telah ditangani Polrestabes Makassar sepanjang tahun 2026, perang terhadap narkoba membutuhkan langkah yang lebih sistematis, masif, dan berkelanjutan.


Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat, dan warga menjadi kunci utama untuk menutup ruang gerak jaringan narkotika. Sebab jika masyarakat lengah, narkoba akan terus mencari celah untuk merusak generasi muda dan menghancurkan masa depan keluarga Indonesia.



Reporter: CELEBES POST
Makassar | 10 Juni 2026

×
Berita Terbaru Update