Notification

×

Iklan

Gemini-Generated-Image-ga8bifga8bifga8b

Iklan

Gemini-Generated-Image-o40kr0o40kr0o40k

Indeks Berita

Tag Terpopuler

BONE TANTANG KING SULSEL! Duel Panas Lawan Sidrap di Final Piala Gubernur 2026

Senin, 21 September 2026 | September 21, 2026 WIB Last Updated 2026-09-21T04:45:32Z
Dokumentasi kontributor Celebes Post 


CELEBES POST | PAREPARE — Satu trofi, dua daerah, dan 90 menit yang akan menjadi panggung pembuktian. Bone Beramal Football Club bersiap menantang Sidrap United, juara bertahan, pada partai final Piala Gubernur Sulawesi Selatan 2026 di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, Senin (21/9/2026).


Final ini bukan sekadar pertemuan dua kesebelasan. Di balik persaingan menuju trofi, terdapat cerita tentang para pemain yang pernah berada di satu tim, berbagi ruang ganti, bahkan berjuang bersama membawa nama sepak bola Bone ke level nasional.


Kini, mereka harus berhadapan sebagai lawan.


Sidrap datang dengan status juara bertahan. Bone datang membawa ambisi merebut mahkota.


Atmosfer pertandingan pun semakin menarik dengan munculnya narasi “The King Sulsel” yang disematkan kepada Sidrap. Julukan tersebut menjadi bagian dari bumbu persaingan menjelang laga puncak, sementara Bone berpeluang menjadikan final ini sebagai momentum untuk mengakhiri dominasi sang juara bertahan.


Namun, siapa yang pantas mengangkat trofi tetap harus ditentukan di lapangan.


Duel Saudara di Lapangan


Ada alasan mengapa final ini disebut sebagai duel yang sarat cerita.


Sejumlah pemain Bone dan Sidrap disebut pernah memperkuat Persibone Paddengngeng FC, termasuk dalam perjalanan meraih gelar juara Liga 3 Regional Sulsel hingga melaju ke Liga 3 Nasional.


Mereka juga memiliki pengalaman tampil bersama dalam berbagai pertandingan tarkam di sejumlah wilayah, termasuk Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Kalimantan, dan daerah lainnya.


Hubungan antarpemain itu membuat final Piala Gubernur Sulsel 2026 memiliki warna tersendiri.


Di luar lapangan mereka bisa menjadi kawan.


Tetapi selama pertandingan berlangsung, seragam yang berbeda menuntut perjuangan yang berbeda pula.


Sidrap Pertahankan Takhta, Bone Bidik Trofi


Sidrap United memiliki modal pengalaman sebagai juara bertahan. Mereka tentu ingin mempertahankan gelar dan kembali menunjukkan kekuatan di kompetisi tersebut.


Di sisi lain, Bone Beramal Football Club memiliki kesempatan untuk menciptakan sejarahnya sendiri.


Trofi yang diperebutkan bukan hanya soal gelar juara, tetapi juga kebanggaan daerah dan buah dari perjalanan panjang para pemain yang telah melewati berbagai kompetisi.


Pertanyaan yang kemudian muncul menjelang laga puncak:


Mampukah Sidrap mempertahankan statusnya sebagai “King Sulsel”?


Atau Bone mampu membawa pulang trofi Piala Gubernur ke Bumi Arung Palakka?


Jawabannya tidak berada pada prediksi maupun julukan.


Jawabannya akan ditentukan oleh permainan, strategi, mental, dan perjuangan kedua tim di atas lapangan.


Rivalitas 90 Menit, Persaudaraan Tetap Terjaga


Menariknya, persaingan Sidrap dan Bone berlangsung di tengah hubungan kedua daerah yang tetap memiliki kedekatan dalam berbagai ruang sosial.


Dalam konteks pemerintahan dan masyarakat Sulawesi Selatan, Bone dan Sidrap juga kerap hadir dalam berbagai momentum bersama. Karena itu, pertandingan final ini tidak harus dimaknai sebagai permusuhan.


Rivalitas cukup berlangsung selama 90 menit.


Selebihnya, sportivitas dan persaudaraan tetap menjadi bagian penting dari sepak bola.


Stadion Gelora B.J. Habibie menjadi saksi.


Sidrap ingin mempertahankan mahkota. Bone ingin merebutnya.


Satu trofi akan diperebutkan.


Dua tim akan berjuang.


Dan publik Sulawesi Selatan kini menunggu satu jawaban:


SIAPA YANG AKAN MENGANGKAT PIALA GUBERNUR SULSEL 2026?



CELEBES POST — Pewarta Penyambung Lidah Rakyat

×
Berita Terbaru Update