Notification

×

Iklan

Gemini-Generated-Image-ga8bifga8bifga8b

Iklan

Gemini-Generated-Image-o40kr0o40kr0o40k

Indeks Berita

Tag Terpopuler

SOROT TAKALAR: Dugaan Pengisian Solar Subsidi ke Puluhan Jeriken di SPBU 74.922.47, Warga Pertanyakan Pengawasan

Rabu, 09 September 2026 | September 09, 2026 WIB Last Updated 2026-09-09T08:46:56Z
Dokumentasi kontributor Celebes Post 


CELEBES POST | TAKALAR — Dugaan praktik pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar subsidi ke sejumlah jeriken di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, kembali menjadi sorotan warga.


Peristiwa yang disebut terjadi di SPBU 74.922.47, Jalan Poros Takalar–Jeneponto, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai mekanisme pengawasan distribusi BBM subsidi serta sejauh mana pengawasan dilakukan terhadap aktivitas di lingkungan SPBU.


Sorotan ini mencuat setelah seorang warga sekaligus pengendara roda empat berinisial HM mengaku melihat aktivitas pengisian Solar ke dalam sejumlah jeriken pada 31 Agustus 2026.


HM kemudian mendokumentasikan situasi tersebut menggunakan telepon seluler. Dokumentasi itu memperlihatkan aktivitas sejumlah orang di area SPBU serta beberapa wadah yang disebut warga sebagai jeriken.


Dalam keterangannya yang terdengar dalam dokumentasi tersebut, HM mempertanyakan adanya papan bertuliskan “Bio Solar dalam proses pengiriman” ketika aktivitas pengisian ke sejumlah jeriken diduga berlangsung.


“Itu sana dipasangkan papan Bio Solar dalam proses pengiriman, supaya tidak ada yang mengisi solar. Baru mereka mengisi puluhan jeriken,” demikian keterangan HM dalam video yang beredar.

 

Jeriken Disebut Dibawa ke Ruangan


Tak berhenti pada proses pengisian, HM juga menyebut setelah jeriken terisi, seorang laki-laki membawa jeriken berkapasitas sekitar 30–35 liter menuju sebuah ruangan di area SPBU.


Aktivitas tersebut kemudian memunculkan dugaan di tengah masyarakat bahwa BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi konsumen sesuai ketentuan justru berpotensi dialihkan melalui pola pengisian menggunakan wadah.


Namun demikian, CELEBES POST tidak serta-merta menyimpulkan bahwa aktivitas tersebut merupakan penimbunan, penyalahgunaan BBM subsidi, atau tindak pidana tertentu. Dugaan tersebut masih membutuhkan pemeriksaan dan klarifikasi dari pihak-pihak yang berwenang.


Pertanyaan Besar Ada pada Pengawasan


Persoalan yang kini menjadi perhatian bukan hanya aktivitas pengisian BBM ke dalam jeriken, tetapi juga bagaimana mekanisme pengawasan di tingkat SPBU berjalan.


Jika benar terdapat pengisian BBM subsidi dalam jumlah banyak menggunakan jeriken, publik tentu berhak mendapatkan penjelasan mengenai siapa yang melakukan, untuk kepentingan apa, berdasarkan izin atau ketentuan apa, serta apakah aktivitas tersebut tercatat dalam sistem administrasi penyaluran BBM SPBU.


Pertanyaan lainnya, apakah aktivitas tersebut diketahui atau mendapat persetujuan pengelola SPBU, dan bagaimana pengawasan terhadap operator yang bertugas saat kejadian.


Warga Pertanyakan Peran Aparat


Sejumlah warga juga mempertanyakan respons aparat penegak hukum terhadap dugaan praktik pengumpulan atau penyaluran BBM subsidi yang dinilai berpotensi merugikan masyarakat apabila dilakukan tidak sesuai ketentuan.


Publik meminta agar dugaan tersebut tidak berhenti sebagai rekaman video yang beredar di masyarakat, tetapi dapat ditelusuri secara objektif apabila memang terdapat indikasi pelanggaran.


CELEBES POST memandang persoalan BBM subsidi merupakan isu publik yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Karena itu, setiap dugaan penyimpangan perlu diuji melalui klarifikasi, pemeriksaan lapangan, pengecekan administrasi penyaluran, serta penelusuran oleh instansi berwenang.


Menunggu Klarifikasi SPBU, Pertamina dan Kepolisian


Hingga berita ini disusun, keterangan dari pihak pengelola SPBU 74.922.47, pihak Pertamina, maupun kepolisian terkait mengenai dugaan aktivitas pengisian Solar subsidi ke sejumlah jeriken sebagaimana didokumentasikan warga, masih diperlukan untuk memperoleh gambaran yang utuh.


CELEBES POST membuka ruang konfirmasi dan hak jawab bagi pihak SPBU, operator yang bersangkutan, Pertamina, maupun pihak kepolisian guna memberikan penjelasan mengenai kejadian tersebut.


Sebab, sorotan publik bukanlah vonis. Tetapi setiap dugaan yang menyangkut distribusi BBM subsidi layak mendapatkan jawaban, transparansi, dan pengawasan agar masyarakat tidak terus bertanya-tanya.



DDL - CELEBES POST | Pewarta Penyambung Lidah Rakyat.

×
Berita Terbaru Update