Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menemukan Miniatur dan Sukma Indonesia Di Dalam Kemuliaan Diri Prabowo Subianto

Minggu, 18 Oktober 2026 | Oktober 18, 2026 WIB Last Updated 2026-10-18T11:36:50Z
Syafaruddin, S.Sos (Aristo Syafar)


CELEBES POST | Jakarta  -  17 Oktober 1951, telah terlahir seorang putera pemberani, tangguh, berjiwa besar pelindung bumi nusantara Indonesia dari pasangan bapak Prof. Soemitro Djojohadikusumo (ekonom dan mantan menteri) dan ibu Dora Marie Sigar (Dora Soemitro) yang bernama Jend. TNI (Purn) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo Presiden Republik Indonesia yang ke-8 periode tahun 2024-2029.


Jejak langkah dan historikal perjalanan hidup, karier, dan politik dari sosok yang dulu sering kami sebut sebagai  "Bapak KDP 08" karena beliau adalah Ketua Dewan Pembina sekaligus Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) yang selama ini dikenal dengan sandi "08", penuh dengan cerita, intrik, dan pengorbanan hanya demi untuk memperjuangkan bangsa serta negeri tercintanya menjadi lebih baik, tanah air Indonesia.


Tepatnya pada tahun 2017 silam, saya diberi kehormatan dan diutus oleh Ketua DPC GERINDRA Kab. Takalar, Provinsi Sulawesi-Selatan untuk mengikuti sebuah kegiatan pendidikan dan pelatihan Korps Gerindra Masa Depan (GMD) angkatan Ke-VI (enam) di Padepokan Garuda Yaksa, bukit Hambalang Kabupaten Bogor.


Awalnya saya mengira ini adalah bagian atau cara Partai GERINDRA untuk merekrut anak-anak muda yang berasal dari pelosok-pelosok seluruh tanah air untuk terjun ke kancah politik dan menjadi bagian dari underbow partai, tapi ternyata saya salah. Sejak saat itu, saya mulai membuka mata betapa kaya dan baharganya negeri ini. 


Kami digugah untuk untuk mencintai tanah air Indonesia dengan setulus serta segenap jiwa. Namun terdapat beberapa permasalahan krusial yang dapat menjadi bahaya laten yang dapat menghapus keberadaan negara Republik Indonesia dalam catatan sejarah dunia dikemudian hari, jika tidak segera diselesaikan. Semua itu tersaji dengan jelas dalam buku karangan bapak H. Prabowo Subianto yang berjudul "Paradox Indonesia" yang melihat ironi pilu bahwa Indonesia adalah negara yang besar dengan kekayaan alam yang melimpah ruah, namun rakyat masih hidup dalam ketimpangan dan kemiskinan.


Pemahaman serta perenungan yang begitu mendalam mengenai permasalahan yang dialami bangsa dan negeri tercinta ini, terukir tajam dalam sanubari. Dan jalan satu-satunya untuk mengubah kondisi bangsa dan negara ini, hanya melalui jalur demokrasi dengan partai politik sebagai alat perjuangan, dan bapak H. Prabowo Subianto merupakan satu-satunya tokoh yang memahami secara utuh permasalahan bangsa, serta benar-benar rela mengorbankan harta bendanya, jiwa, beserta raganya untuk melindungi bangsa dan negara Indonesia.


Pemahaman itu membuat kami menyadari satu hal, bahwa bukan sosok Pak Prabowo  yang membutuhkan Indonesia, akan tetapi bangsa dan negara inilah yang membutuhkan sosok beliau. Sepanjang catatan sejarah dan tokoh bangsa yang pelajari, di luar para founding fathers (para bapak pendiri bangsa), tidak ada satupun sosok tokoh yang memiliki rasa cinta terhadap bangsa serta negaranya sedalam dan sekeras dari Pak Prabowo.


Lahir dari keluarga ningrat terkemuka dan termasuk dari bagian keluarga konglomerat kala itu, Pak Prabowo tidak menjadi jumawa dan hidup menyendiri menikmati dengan tenang dibalik hiruk-pikuk dinamika permasalahan bangsa yang terus menerpa negeri ini. Beliau malah keluar dari zona nyaman itu, dan memilih untuk mengajak putera-puteri terbaik Indonesia yang sama sekali tidak memiliki ikatan darah dengannya,  mendidik, dan membesarkannya untuk bersama-sama membantu rakyat kecil dan ikut hadir melindungi secara politik kedaulatan negara dari setiap invasi bangsa-bangsa asing, meski berada di luar sistem pemerintahan.


Belum lagi hatinya yang sering disebut terbuat dari baja tidak mudah untuk disamai. Penghianatan, kebohongan, dan lontaran caci-maki yang dialamatkan padanya, bukan lagi menjadi campakan yang dapat menyulut api perjuangannya. 


Beliau ibarat menangkap setia baru yang dilempar oleh orang-orang kepadanya, lalu menyusunnya bebatuan itu menjadi sebuah istana yang akan ditempati untuk tinggal dan berlindung bersama-sama, baik itu kawan-kawannya maupun orang-orang yang selama ini menyerangnya.


Kemuliaan hati dari beliau membuat saya tertampar. Dulunya kami menganggap bahwa Indonesia sudah tidak memiliki sosok negarawan melainkan hanya politisi, ternyata masih ada dalam diri seorang Pak Prabowo. 


Bahkan duhulu kami pernah diberi tugas untuk melakukan baksos dengan membagi beras ke masyarakat dan memperbaiki serta membantu fasilitas salah satu musholla di Kabupaten Cianjur Jawa Barat atas nama bapak H. Prabowo Subianto, namun tidak boleh dipublikasikan. Sementara figur yang lain, sibuk mencari perhatian publik dengan melakukan pencitraan, Pak Prabowo membantu diam-diam dan hanya berharap keberkahan dari langit.


Cara pandang, kebaikan hati, dan kemuliaan sikap dari sosok Pak Prabowo membentuk pribadi saya menjadi "pasukan ideologis" meski tidak dikenalnya secara langsung. Saya percaya dan mengkultuskan beliau sebagai tokoh serta pemimpin terbaik yang pernah ada sepanjang sejarah Republik Indonesia.


Kini setelah memperoleh kepercayaan rakyat Indonesia dan menjadi Presiden Republik Indonesia, terpaan hujatan, cacian, dan serangan semakin kuat menerpa Pak Prabowo. Bagaimana tidak, budaya konvensional dan status quo yang selama ini dipertahankan oleh para penguasa-penguasa oligarki mulai dibabat habis. 


Meski demikian semangat, spirit, dan cita-cita dalam membawa Indonesia adil, makmur, dan berdaulat tidak pernah pudar. Miniatur dan sukma Indonesia ibarat berada di dalam dirinya, dimana tanah Indonesia adalah dagingnya, air Indonesia adalah darahnya, dan seluruh rakyat Indonesia adalah semangat serta energinya.


Semangat itulah yang membuat bapak H. Prabowo Subianto terus kuat, tangguh, dan pantang menyerah untuk berjuang memperbaiki bangsa ini meski usianya kini tidak lagi muda secara angka. Namun jiwa dan spiritnya, selalu berusia remaja untuk membangkitkan Indonesia sebagai macan asia yang disegani dunia.


Dirgahayu bapak Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto yang ke 75 Tahun. Semoga senantiasa diberi umur yang panjang, kesehatan, dan keberkahan dari Allah S.W.T (Tuhan Yang Maha Esa) untuk mempin republik ini menjadi Indonesia Maju, dan Indonesia Emas. Hormat kami setinggi-tingginya untuk anda yang telah menginspirasi, mendidik, dan mengilhami kami dalam mencintai serta menjaga negeri tercinta ini.


Kami berjanji akan senantiasa setia dan loyal berada digaris perjuangan bersama bapak H.Prabowo Subianto.



Penulis : Syafaruddin, S.Sos (Aristo Syafar)

Kader Gerindra Masa Depan (GMD).

CELEBES POST 

×
Berita Terbaru Update