![]() |
| Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kabupaten Gowa masa bakti 2025–2030 |
GOWA, CELEBES POST — Semangat konsolidasi organisasi mewarnai pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kabupaten Gowa masa bakti 2025–2030. Bukan sekadar agenda seremonial, momentum ini menjadi ruang untuk mempererat barisan kader, meneguhkan nilai-nilai Pancasila, sekaligus mengingatkan bahwa keberadaan partai politik harus berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat.
Bertempat di Ballroom Cafe Dewi, Sungguminasa, Kamis (29/10/2026), kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pendidikan politik bertema “Pancasila sebagai Paradigma Politik Kebangsaan”. Sejumlah pengurus PDI Perjuangan tingkat provinsi dan kabupaten, anggota legislatif, serta jajaran pengurus yang dilantik turut menghadiri agenda konsolidasi tersebut.
Di tengah suasana kebersamaan itu, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Fraksi PDI Perjuangan, Dra. Hj. Kamsina, M.M. yang dikenal dengan sapaan Dg. Tarring, menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga soliditas organisasi, merawat silaturahmi, serta membangun komunikasi yang berkelanjutan dengan masyarakat.
![]() |
| Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kabupaten Gowa masa bakti 2025–2030 |
![]() |
| Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kabupaten Gowa masa bakti 2025–2030 |
![]() |
| Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kabupaten Gowa masa bakti 2025–2030 |
![]() |
| Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kabupaten Gowa masa bakti 2025–2030 |
![]() |
| Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kabupaten Gowa masa bakti 2025–2030 |
Pelantikan Bukan Garis Akhir, Melainkan Awal Tanggung Jawab
Dalam sambutannya, Kamsina mengapresiasi kehadiran para peserta yang datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Gowa. Ia menyinggung perjalanan panjang yang harus ditempuh sebagian peserta untuk menghadiri kegiatan tersebut.
Baginya, kehadiran para kader mencerminkan kesediaan untuk meluangkan waktu dan tenaga demi agenda organisasi. Ia pun berharap seluruh peserta dapat kembali ke rumah masing-masing dengan selamat setelah kegiatan berakhir.
Kamsina turut mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi dan silaturahmi di antara pengurus, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan. Ia berharap pelantikan tersebut tidak berhenti pada pengukuhan kepengurusan, tetapi berlanjut menjadi kerja organisasi yang terarah dan berkesinambungan.
Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa keterlibatan dalam partai politik semestinya tidak semata-mata dilandasi harapan memperoleh keuntungan pribadi.
Sebaliknya, amanah organisasi perlu dijalankan melalui pengorbanan, kepedulian sosial, dan kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pesan itu menjadi salah satu penekanan dalam kegiatan pelantikan PAC PDI Perjuangan Kabupaten Gowa, yang menempatkan penguatan struktur organisasi dan tanggung jawab kader sebagai bagian penting dari kehidupan kepartaian.
![]() | ||
| Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kabupaten Gowa masa bakti 2025–2030 |
Kamsina Buka Ruang Koordinasi di 18 Kecamatan
Tak hanya berbicara mengenai konsolidasi, Kamsina juga memaparkan rencana penguatan komunikasi dengan pengurus partai di tingkat kecamatan.
Ia menjelaskan bahwa tugas anggota DPRD provinsi mencakup fungsi pengawasan dan kegiatan reses untuk menyerap aspirasi masyarakat. Karena itu, keberadaan pengurus PAC dinilai dapat menjadi bagian dari jalur komunikasi dalam menghimpun persoalan dan kebutuhan warga.
Menurut Kamsina, tenaga administrasi atau stafnya akan berkoordinasi dengan pengurus terkait penyusunan jadwal kegiatan di 18 kecamatan di Kabupaten Gowa.
Melalui koordinasi tersebut, kegiatan pengawasan, konsultasi organisasi, dan reses diharapkan dapat disusun dengan lebih terarah, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi yang berkaitan dengan kewenangan pemerintah provinsi.
Ia juga berharap komunikasi antara anggota legislatif dan pengurus di tingkat kecamatan dapat berlangsung secara berkelanjutan, bukan hanya ketika kegiatan partai digelar.
Dengan demikian, konsolidasi organisasi tidak sekadar memperkuat struktur internal, tetapi juga dapat mendukung penyaluran aspirasi masyarakat melalui mekanisme kedewanan.
Infrastruktur Gowa, H. Anzhar Bate Paparkan Anggaran Jalan Rp480 Miliar
Di hadapan peserta, H. Anzhar Bate turut menyampaikan informasi mengenai dukungan pembangunan infrastruktur Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Gowa.
Dalam sambutannya, ia menyebut penanganan jalan provinsi di wilayah Gowa mencapai sekitar Rp480 miliar untuk dua tahun anggaran, dengan rincian sekitar Rp200 miliar pada 2026 dan kurang lebih Rp280 miliar pada 2027.
Ia menyinggung sejumlah ruas jalan, termasuk jalur menuju Malino dan kawasan perbatasan Sinjai, yang menurut pemaparannya akan ditangani secara bertahap.
Selain itu, H. Anzhar Bate juga menyampaikan adanya pembangunan rumah sakit regional di kawasan Tinggimoncong dengan nilai yang disebut mencapai sekitar Rp400 miliar.
Paparan tersebut menjadi bagian dari informasi pembangunan yang disampaikan dalam forum kepartaian. Namun, rincian anggaran, nama paket pekerjaan, sumber pendanaan, jadwal pelaksanaan, dan status realisasi proyek perlu merujuk pada dokumen resmi pemerintah agar masyarakat memperoleh gambaran yang akurat mengenai pelaksanaan pembangunan.
Bagi Kabupaten Gowa, informasi mengenai pembangunan jalan dan fasilitas kesehatan menjadi penting karena berkaitan dengan aksesibilitas, pelayanan publik, serta kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.
Pancasila Menjadi Tema Pendidikan Politik
Pelantikan PAC kali ini juga dirangkaikan dengan pendidikan politik bertema “Pancasila sebagai Paradigma Politik Kebangsaan”.
Tema tersebut menempatkan Pancasila sebagai landasan untuk membahas kehidupan politik, tanggung jawab kader, serta hubungan organisasi dengan kepentingan masyarakat dan bangsa.
Dalam praktik kehidupan kepartaian, pendidikan politik menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman kader mengenai nilai kebangsaan, tanggung jawab sosial, penghormatan terhadap perbedaan, serta pentingnya menjalankan kegiatan politik dalam koridor konstitusi.
Karena itu, pengukuhan kepengurusan dan pendidikan politik menjadi dua agenda yang saling melengkapi: penguatan struktur organisasi di satu sisi, serta penguatan pemahaman mengenai nilai dan tanggung jawab politik di sisi lainnya.
Momentum tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa keberadaan organisasi politik perlu disertai kesungguhan dalam membangun komunikasi dengan masyarakat dan memperjuangkan aspirasi melalui jalur yang sah.
Sejumlah Tokoh dan Pengurus PDI Perjuangan Hadir
Kegiatan pelantikan dan pendidikan politik tersebut turut dihadiri sejumlah pengurus dan kader PDI Perjuangan, antara lain:
Dra. Hj. Kamsina, M.M. (Dg. Tarring) — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Fraksi PDI Perjuangan.
H. Alimuddin — Wakil Ketua Bidang Pembentukan PAC DPD PDI Perjuangan Sulawesi Selatan sekaligus Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sulsel.
H. Anzhar Bate — Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Selatan sekaligus anggota DPRD Sulsel.
Husain Junaid — Wakil Sekretaris Bidang Internal PDI Perjuangan.
Hj. Musaddiyah Rauf — Pembina DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gowa sekaligus anggota DPRD Kabupaten Gowa.
Kehadiran unsur pengurus tingkat provinsi dan kabupaten tersebut menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi organisasi di Kabupaten Gowa, sekaligus mempertemukan jajaran kepartaian dengan para pengurus yang menjalankan tugas di tingkat kecamatan.
Dari Ballroom Menuju Masyarakat, Konsolidasi Menanti Pembuktian
Pelantikan PAC PDI Perjuangan Kabupaten Gowa masa bakti 2025–2030 menjadi momentum penting dalam perjalanan organisasi di tingkat kecamatan.
Suasana kebersamaan, penguatan struktur, pendidikan politik, serta paparan mengenai koordinasi kedewanan dan pembangunan daerah mewarnai kegiatan yang berlangsung di Sungguminasa tersebut.
Namun, setelah prosesi pelantikan berakhir, tanggung jawab para pengurus justru memasuki tahap berikutnya: menjaga komunikasi, menjalankan program organisasi, mendengarkan persoalan warga, dan menyalurkan aspirasi melalui mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan.
Di situlah makna konsolidasi kepartaian diuji dalam praktik. Bukan hanya melalui banyaknya peserta yang hadir atau megahnya acara, melainkan melalui kesinambungan kerja organisasi dan kontribusinya terhadap kepentingan masyarakat.
Adi Kruch | CELEBES POST — Mengawal dinamika politik, merawat informasi yang berimbang, dan menempatkan kepentingan publik sebagai bagian penting dari pemberitaan.






