Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

144 KECELAKAAN DALAM 7 HARI OPERASI PATUH PALLaWA 2026! Lima NYAWA MELAYANG, ETLE JADI ANDALAN DITLANTAS POLDA SULSEL

Senin, 02 November 2026 | November 02, 2026 WIB Last Updated 2026-11-02T08:12:05Z
Operasi Patuh Pallawa 2026 yang digelar jajaran Polda Sulawesi Selatan selama tujuh hari, sejak 26 Oktober hingga 1 November 2026, masih menyisakan catatan serius di jalan raya.


CELEBES POST | MAKASSAR, SULSEL — Operasi Patuh Pallawa 2026 yang digelar jajaran Polda Sulawesi Selatan selama tujuh hari, sejak 26 Oktober hingga 1 November 2026, masih menyisakan catatan serius di jalan raya. Sebanyak 144 kejadian kecelakaan lalu lintas tercatat selama operasi berlangsung. Lima orang meninggal dunia, satu orang mengalami luka berat, dan 186 lainnya mengalami luka ringan.


Angka tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan keselamatan berlalu lintas di Sulawesi Selatan masih membutuhkan perhatian serius. Di tengah upaya kepolisian meningkatkan kedisiplinan pengendara melalui edukasi dan penegakan hukum, risiko kecelakaan yang merenggut korban jiwa tetap menjadi pekerjaan rumah bersama.


Berdasarkan data Ditlantas Polda Sulsel, jumlah korban meninggal dunia pada Operasi Patuh Pallawa 2026 tercatat lima orang. Angka ini lebih rendah dibandingkan pelaksanaan operasi tahun 2025 yang mencatat delapan korban meninggal dunia.


Penurunan tersebut menunjukkan adanya perkembangan positif dalam upaya menekan fatalitas kecelakaan. Namun, keselamatan pengguna jalan tetap menjadi tantangan yang tidak bisa diselesaikan hanya melalui kegiatan operasi dalam waktu terbatas.


Kaur Bin Ops Ditlantas Polda Sulsel, Kompol Gani, SH, MH, mengakui bahwa jajaran kepolisian terus berupaya menekan angka kecelakaan dan fatalitas melalui berbagai langkah berkesinambungan.


Upaya tersebut dilakukan melalui pengaturan lalu lintas, pengawalan, patroli, edukasi kepada masyarakat, hingga penegakan hukum terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.


Ditlantas Polda Sulsel

Ditlantas Polda Sulsel


ETLE JADI INSTRUMEN PENTING PENINDAKAN


Di sisi lain, pelaksanaan Operasi Patuh Pallawa 2026 juga memperlihatkan intensitas penindakan pelanggaran lalu lintas yang cukup tinggi.


Berdasarkan data penindakan harian yang disampaikan Ditlantas Polda Sulsel, jumlah tindakan tertinggi tercatat pada 27 Oktober dengan 1.663 tindakan. Posisi berikutnya terjadi pada 26 Oktober sebanyak 1.492 tindakan, kemudian 29 Oktober sebanyak 1.373 tindakan.


Sementara itu, jumlah penindakan terendah tercatat pada 30 Oktober dengan 982 tindakan.


Dalam pelaksanaan operasi tersebut, Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung penindakan pelanggaran lalu lintas.


Melalui sistem penindakan elektronik, pengawasan terhadap perilaku pengendara dapat dilakukan secara lebih terukur dan terdokumentasi. Penerapan teknologi ini juga diharapkan memperkuat transparansi serta konsistensi penegakan aturan lalu lintas.


DIRT LANTAS: OPERASI BUKAN SEKADAR PENINDAKAN


Dirlantas Polda Sulsel, Kombes Pol. Dr. Pria Budi, S.I.K., S.H., M.H., menegaskan bahwa Operasi Patuh Pallawa 2026 tidak semata-mata berorientasi pada penindakan pelanggaran.


Menurutnya, edukasi, pencegahan, dan pembinaan masyarakat menjadi bagian penting dari strategi membangun budaya tertib berlalu lintas.


"Ditlantas Polda Sulsel berkomitmen terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, komunitas, dan masyarakat guna menekan angka kecelakaan lalu lintas," ujar Pria Budi, Senin (2/11/2026).


Ia menjelaskan, sasaran utama operasi mencakup sejumlah pelanggaran yang memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan.


Di antaranya pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm standar, penggunaan telepon seluler saat berkendara, melawan arus, melebihi batas kecepatan, hingga berkendara di bawah pengaruh alkohol.


Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan sekadar menghindari sanksi, melainkan juga melindungi keselamatan diri sendiri dan orang lain.


KESELAMATAN JALAN BUKAN HANYA TANGGUNG JAWAB POLISI


Catatan 144 kecelakaan selama tujuh hari Operasi Patuh Pallawa 2026 menjadi pengingat bahwa keberhasilan operasi tidak cukup diukur dari banyaknya pelanggaran yang ditindak.


Lebih dari itu, ukuran terpenting adalah seberapa jauh kesadaran masyarakat tumbuh, angka kecelakaan dapat ditekan, dan korban jiwa bisa dicegah.


Polisi memiliki peran penting melalui pengawasan dan penegakan hukum. Namun, disiplin pengendara, kepatuhan terhadap rambu, kondisi kendaraan, serta kesadaran mengutamakan keselamatan juga menjadi faktor yang tidak kalah menentukan.


Pada akhirnya, jalan raya bukan sekadar ruang untuk mencapai tujuan, tetapi ruang bersama yang menuntut tanggung jawab setiap penggunanya.


Operasi boleh berakhir, tetapi komitmen menjaga keselamatan harus terus berjalan.


DDL | CELEBES POST — Pewarta Penyambung Lidah Rakyat 

×
Berita Terbaru Update