Notification

×

Iklan

Iklan

Ketika Kekuasaan Melupakan Adab: Refleksi Kepemimpinan dari Tanah Soppeng

Kamis, 19 Februari 2026 | Februari 19, 2026 WIB Last Updated 2026-02-19T14:08:02Z

Dirkum la Palellung

Pasilennereng dan Siri’ Jadi Pengingat Moral Pemimpin di Negeri Beradat

CELEBES POST | SOPPENG — Nilai kepemimpinan beradab kembali menjadi perbincangan di tengah masyarakat Soppeng. Sebuah rilis media yang disampaikan oleh Arham MSi La Palellung menegaskan pentingnya refleksi moral bagi para pemegang amanah publik agar tidak tercerabut dari akar budaya dan adat Bugis yang selama ini menjadi fondasi kehidupan sosial masyarakat.


Apa yang Terjadi


Rilis tersebut mengangkat tema “Ketika Kekuasaan Melupakan Adab”, sebuah refleksi atas dinamika kepemimpinan yang dinilai berpotensi menjauh dari nilai-nilai kearifan lokal. Dalam pandangan penulis, kepemimpinan di tanah Soppeng tidak sekadar pergantian jabatan, tetapi merupakan proses pasilennereng — estafet kehormatan yang harus dijaga dengan tanggung jawab moral dan etika.


Siapa yang Menyampaikan


Arham MSi La Palellung, yang dikenal sebagai aktivis pers, pegiat HAM, serta Dewan Pendiri Perkumpulan Rumpun Wija Pemersatu Adat Nusantara (PERWIRA ADAT NUSANTARA), menyampaikan seruan moral kepada para pemimpin dan masyarakat agar tetap menjunjung pesan leluhur dalam menjalankan peran publik.


Di Mana dan Kapan


Refleksi tersebut disampaikan dari Soppeng, Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari diskursus sosial yang berkembang di ruang publik terkait praktik kepemimpinan dan etika kekuasaan di daerah beradat.


Mengapa Hal Ini Penting


Dalam rilisnya, Arham menekankan bahwa nilai-nilai yang tertuang dalam Pappaseng Toriolo masih relevan sebagai kompas moral. Ajaran tersebut menegaskan prinsip kepemimpinan Bugis seperti:


Lempu’ — kejujuran dan integritas


Taro ada taro gau — kesatuan kata dan tindakan


Sipakatau, sipakalebbi, sipakainge — memanusiakan, menghormati, dan saling mengingatkan


Reso — kerja keras dan ketangguhan


Siri’ — harga diri dan rasa malu



Nilai-nilai itu dipandang sebagai benteng moral agar kekuasaan tidak berubah menjadi ruang konflik, melainkan tetap menjadi sarana pelayanan dan perlindungan masyarakat.


Bagaimana Pesan Adat Disampaikan


Rilis tersebut turut mengutip berbagai perumpamaan adat Bugis yang sarat makna. Salah satunya, “aju malurumi riala parewa bola” — kayu luruslah yang pantas menjadi tiang rumah. Ungkapan ini dimaknai sebagai simbol bahwa pemimpin yang lurus hati dan perilakunya akan mampu memberi rasa aman bagi rakyatnya.


Selain itu, pesan adat “Narekko muwengka’ pasilennereng, aja’ mupoloi uli’na” mengingatkan bahwa menerima estafet kepemimpinan berarti menjaga akar sejarah dan dukungan yang mengantarkan seseorang pada posisi tersebut.


Seruan Moral untuk Kepemimpinan Beradab


Dalam refleksinya, Arham juga menyoroti pentingnya menjaga hubungan baik dengan pihak-pihak yang pernah berkontribusi dalam perjalanan kepemimpinan. Menurutnya, mempermalukan atau menyerang mereka yang dahulu memberi dukungan dipandang sebagai bentuk lupa diri dalam perspektif adat Bugis.


Ia menegaskan bahwa jabatan bersifat sementara, sementara kehormatan sosial dapat bertahan lama dalam ingatan kolektif masyarakat. Karena itu, kepemimpinan yang beradab ditandai oleh sikap rendah hati, penghargaan terhadap sejarah, serta kesadaran akan batas kekuasaan.


Penutup


Rilis media tersebut menjadi pengingat bahwa di negeri beradat seperti Soppeng, kekuasaan tidak berdiri di ruang hampa. Kepemimpinan berjalan berdampingan dengan nilai budaya, sejarah, dan moral sosial.


“Kepemimpinan boleh berganti, kekuasaan boleh beralih, namun adat tidak boleh dikorbankan,” demikian pesan yang disampaikan dalam refleksi tersebut.


Bagi masyarakat Soppeng, menjaga adat bukan sekadar romantisme masa lalu, melainkan upaya mempertahankan jati diri daerah di tengah perubahan zaman. Sebab, sebagaimana ungkapan lokal, Soppeng yassisoppengi — Soppeng akan tetap menjadi Soppeng selama adat dan budayanya tetap dihormati.


MDS CELEBES POST 

Banner Utama

coklat-inspirasi-berita-baru-instagram-post-20241022-060924-0000
×
Berita Terbaru Update