![]() |
| Tampak Depan RSUD Padjonga Dg. Ngalle |
CELEBES POST | TAKALAR — Menyikapi beredarnya surat terbuka tertanggal 12 Februari 2026 yang ramai diperbincangkan di media sosial, manajemen RSUD H. Padjonga Dg. Ngalle akhirnya angkat bicara. Dengan penuh tanggung jawab dan komitmen terhadap transparansi pelayanan publik, pihak rumah sakit memberikan klarifikasi resmi atas sejumlah poin yang dipersoalkan, khususnya terkait layanan pasien BPJS.
Dalam pernyataannya, pihak manajemen menyampaikan apresiasi atas perhatian masyarakat serta menegaskan bahwa setiap kritik dan masukan menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Takalar.
Klarifikasi Soal Pendaftaran Online BPJS
Menanggapi poin pertama dalam surat terbuka terkait pendaftaran online pasien BPJS, pihak rumah sakit menyampaikan terima kasih kepada pasien yang telah mengikuti prosedur pendaftaran sesuai ketentuan.
“Terima kasih sudah melakukan pendaftaran online sesuai dengan persyaratan BPJS,” demikian klarifikasi resmi manajemen.
Pihak rumah sakit menegaskan bahwa sistem pendaftaran online merupakan bagian dari integrasi layanan dengan sistem digital nasional guna mempermudah dan menertibkan alur pelayanan pasien.
![]() |
| RSUD H. Padjonga Dg. Ngalle, Tampak Samping |
Nomor Antrian BPJS dan Aplikasi Mobile JKN
Isu mengenai nomor antrian yang dianggap tinggi turut menjadi sorotan. Dalam hal ini, RSUD H. Padjonga Dg. Ngalle menegaskan bahwa sistem antrian sepenuhnya terintegrasi dengan aplikasi BPJS Kesehatan melalui platform resmi Mobile JKN.
Pihak rumah sakit menjelaskan bahwa:
Nomor antrian ditentukan berdasarkan kecepatan pasien melakukan pendaftaran di aplikasi Mobile JKN.
Pelayanan dilakukan sesuai nomor urut yang tercatat dalam sistem.
Rumah sakit tidak melakukan intervensi terhadap sistem antrian digital tersebut.
Dengan kata lain, rendah atau tingginya nomor antrian bergantung pada waktu registrasi pasien melalui aplikasi.
Edukasi untuk Masyarakat Takalar
Manajemen rumah sakit juga mengimbau masyarakat, khususnya peserta BPJS di Kabupaten Takalar, agar:
Menggunakan aplikasi Mobile JKN sebelum datang ke rumah sakit.
Memperhatikan estimasi waktu pelayanan yang tertera dalam aplikasi.
Datang sesuai jadwal yang sudah ditentukan sistem.
Langkah ini dinilai penting untuk menghindari penumpukan pasien serta menciptakan pelayanan yang lebih tertib dan efisien.
Klarifikasi Layanan Laboratorium yang Disebut Tutup Pukul 12.00
Poin ketiga dalam surat terbuka menyebutkan bahwa layanan laboratorium tutup pada pukul 12.00, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi pasien.
Dalam hal ini, manajemen RSUD H. Padjonga Dg. Ngalle menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada keluarga pasien yang terdampak.
Namun, pihak rumah sakit menegaskan bahwa persoalan tersebut telah langsung ditindaklanjuti secara internal dengan langkah-langkah konkret:
Memanggil unit dan petugas yang bertugas pada hari kejadian.
Memberikan teguran kepada petugas yang bersangkutan.
Menyusun langkah perbaikan sistem pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang.
Sikap ini menunjukkan bahwa manajemen tidak tinggal diam, melainkan responsif terhadap setiap keluhan masyarakat.
Komitmen Pelayanan dan Transparansi
Sebagai fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah, RSUD H. Padjonga Dg. Ngalle menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan layanan. Kritik dianggap sebagai energi perbaikan, bukan ancaman.
“Setiap masukan masyarakat adalah bagian dari kontrol sosial yang kami hargai,” ujar sumber manajemen.
Di tengah dinamika pelayanan kesehatan yang semakin kompleks, integrasi digital seperti Mobile JKN memang menuntut adaptasi dari semua pihak—baik institusi maupun masyarakat pengguna layanan.
Catatan Redaksi CELEBES POST
Keterbukaan adalah fondasi pelayanan publik. Klarifikasi yang disampaikan RSUD H. Padjonga Dg. Ngalle menjadi langkah penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
Namun demikian, sistem secanggih apa pun tidak akan berarti tanpa sentuhan empati dan konsistensi pelayanan di lapangan. Digitalisasi harus diiringi dengan disiplin, pengawasan, dan komitmen moral.
Masyarakat butuh kepastian. Rumah sakit butuh kepercayaan.
Dan keduanya hanya bisa bertemu dalam satu kata: Profesionalisme.
CELEBES POST
Tegas Mengawal, Berani Mengungkap, Objektif Menyajikan.


