![]() |
| Dokumentasi Kontributor Celebes Post |
CELEBES POST | GOWA, — Suasana duka dan tanda tanya besar menyelimuti lingkungan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) setelah seorang mahasiswi berinisial PTJ ditemukan meninggal dunia di kawasan kampus Fakultas Teknik Unhas, Jalan Poros Malino, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Senin malam (18/5/2026).
Peristiwa tragis itu langsung menyita perhatian publik. Di tengah gelapnya area kampus pada malam kejadian, korban ditemukan terbujur kaku di area jalan beton belakang Gedung Arsitektur. Hingga kini, aparat kepolisian masih berjibaku mengungkap tabir di balik kematian mahasiswi tersebut.
Pihak kepolisian dari Polres Gowa memastikan penyelidikan masih terus berjalan. Sejumlah saksi yang pertama kali menemukan korban kini diperiksa intensif guna mengungkap fakta sebenarnya.
![]() |
| Dokumentasi Kontributor Celebes Post |
![]() |
| Dokumentasi Kontributor Celebes Post |
Kanit Resmob Polres Gowa, Muhammad Alfian, mengatakan fokus penyidik saat ini adalah mengumpulkan seluruh keterangan dan bukti yang ada di lokasi kejadian.
“Saat ini kami mengumpulkan keterangan saksi-saksi,” ujar Alfian, Selasa (19/5/2026).
Yang membuat kasus ini semakin menyita perhatian, korban diketahui sempat mengirim pesan suara kepada salah seorang rekannya sebelum ditemukan meninggal dunia. Dalam pesan tersebut, korban meminta agar dirinya dicari di belakang Gedung Arsitektur kampus.
Pesan terakhir itu kini menjadi salah satu petunjuk penting yang sedang didalami penyidik.
Salah seorang saksi, Ahmad Naufal Imran, mengaku langsung menuju lokasi usai menerima pesan suara tersebut. Namun saat tiba di kawasan yang dimaksud, ia mendapati korban sudah dalam kondisi tidak bergerak.
“Saat saya sampai di lokasi, korban sudah tergeletak di jalan beton,” ungkapnya.
Tak hanya memeriksa saksi, polisi juga telah mengamankan sejumlah barang milik korban yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian. Di antaranya sepeda motor, tas, sepatu, hingga telepon genggam korban.
“Barang-barang milik korban sudah kami amankan untuk kepentingan penyelidikan,” kata Alfian.
Penyidik juga menyoroti kondisi lokasi kejadian yang minim penerangan. Situasi gelap di sekitar area belakang gedung kampus disebut menjadi kendala tersendiri dalam proses identifikasi awal di tempat kejadian perkara (TKP).
“Karena kondisinya saat itu gelap, maka saksi-saksi awal yang menemukan korban masih terus kami dalami keterangannya,” jelas Alfian.
Kasus ini pun memantik perhatian luas masyarakat dan civitas akademika. Banyak pihak berharap aparat kepolisian dapat bekerja secara transparan dan profesional agar penyebab pasti kematian korban segera terungkap.
Di media sosial, kabar meninggalnya mahasiswi Teknik Unhas tersebut juga mulai ramai diperbincangkan. Publik menanti jawaban atas misteri yang menyelimuti malam terakhir korban di lingkungan kampus yang semestinya menjadi ruang aman bagi mahasiswa.
Hingga berita ini diterbitkan, polisi belum menyimpulkan penyebab kematian korban dan proses penyelidikan masih terus berlangsung.
DDL CELEBES POST


