![]() |
| Ketua MAKI SULSEL Masyarakat Anti Narkoba Indonesia Hidayat Akbar, SH., MH, (Kanan), Fadlan alias Bate residivis kasus narkotika (Kiri atas), Barang Bukti ( Kiri Bawah) |
CELEBES POST | GOWA, SULSEL – Setelah berulang kali lolos dari pantauan aparat, Fadlan alias Bate (32), residivis kasus narkotika asal Mallengkeri, akhirnya tak lagi mampu menghindar. “Si licin” yang selama ini meresahkan warga itu berhasil diringkus Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Gowa dalam sebuah operasi senyap yang berujung tegas.
Penangkapan berlangsung pada Senin, 25 April 2026 sekitar pukul 22.20 WITA, di sebuah gang sempit di wilayah Kabupaten Gowa. Saat itu, pelaku diduga tengah melakukan transaksi narkotika jenis sabu.
Aparat yang telah lama melakukan pengintaian intensif akhirnya menemukan celah. Pergerakan Bate yang dikenal lihai dan kerap mengelabui petugas, kali ini tak mampu lagi menghindari kepungan hukum.
Meski sempat berdalih dan mencoba membela diri, upaya tersebut runtuh seketika. Polisi berhasil menemukan 8 sachet sabu siap edar yang disembunyikan pelaku—bukti kuat yang tak terbantahkan.
“Pelaku merupakan target operasi yang cukup licin. Saat ini, yang bersangkutan telah kami giring ke Mako Polres Gowa untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku,” tegas IPDA Arul, Kanit Narkoba Polres Gowa.
Usai diamankan di lokasi, pelaku langsung dibawa ke Posko Unit 1 Perumahan Andi Tonro, Kecamatan Somba Opu, untuk menjalani pemeriksaan intensif. Dengan status residivis, Bate kini kembali menghadapi ancaman hukuman berat dan kemungkinan besar akan kembali mendekam di balik jeruji besi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan kasus guna membongkar jaringan yang lebih luas. Dugaan kuat mengarah pada keterkaitan pelaku dengan sindikat peredaran narkoba yang lebih besar di wilayah Gowa dan sekitarnya.
MAKI Sulsel Geram: “Jangan Ada Ruang bagi Bandar Narkoba!”
Ketua Masyarakat Anti Narkoba Indonesia (MAKI) Sulawesi Selatan, Hidayat Akbar, SH., MH, angkat bicara dengan nada keras. Ia mengecam keras maraknya peredaran narkoba yang terus merusak generasi muda.
“Kami mengapresiasi langkah tegas Satnarkoba Polres Gowa. Namun ini tidak boleh berhenti pada satu pelaku. Narkoba adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Jika tidak diberantas sampai ke akar, maka akan terus tumbuh dan menghancurkan masa depan bangsa,” tegas Hidayat.
Ia juga menyoroti fakta bahwa pelaku adalah seorang residivis, yang menurutnya menunjukkan adanya celah dalam sistem pengawasan pasca-penahanan.
“Ini tamparan keras bagi semua pihak. Residivis bisa kembali bermain, artinya ada kelemahan dalam sistem pembinaan dan pengawasan. Negara tidak boleh kalah dari bandar narkoba,” lanjutnya.
Solusi Tegas MAKI Sulsel: Jangan Hanya Tangkap, Tapi Putus Jaringan!
Hidayat Akbar menawarkan sejumlah solusi konkret dalam memerangi narkoba:
Penguatan Intelijen dan Pengawasan Berlapis
Aparat diminta tidak hanya fokus pada penangkapan, tetapi juga memperkuat sistem intelijen untuk membongkar jaringan hingga ke akar.
Rehabilitasi dan Pembinaan Serius bagi Mantan Pelaku
Residivisme harus dicegah melalui program rehabilitasi yang terukur dan pengawasan ketat pasca-bebas.
Kolaborasi Masyarakat dan Aparat
Peran aktif masyarakat sangat penting dalam memberikan informasi. “Perang melawan narkoba bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Penegakan Hukum Tanpa Kompromi
Tidak boleh ada toleransi terhadap bandar dan jaringan narkoba, termasuk jika melibatkan oknum aparat.
Perang Belum Usai
Penangkapan Bate menjadi bukti bahwa aparat tidak tinggal diam. Namun di balik itu, tersimpan ancaman besar yang masih mengintai. Jaringan narkoba terus bergerak dalam senyap, mencari celah di tengah lemahnya pengawasan dan tekanan ekonomi masyarakat.
Kini publik menanti: akankah pengembangan kasus ini mampu membongkar sindikat besar di baliknya? Ataukah Bate hanyalah satu dari sekian banyak “pion” dalam permainan gelap narkotika?
CELEBES POST akan terus mengawal dan mengungkap fakta di balik peredaran narkoba yang kian mengkhawatirkan.
