Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

AIR TAK MENGALIR, KONTROVERSI TERUS MENGALIR! BOROK PELAYANAN PERUMDA MAKASSAR DAN BAYANG-BAYANG ADENDUM KERJA SAMA JADI UJIAN BERAT TIMSEL DIREKSI

Selasa, 09 Juni 2026 | Juni 09, 2026 WIB Last Updated 2026-06-08T17:09:28Z
Ilustrasi Dokumentasi kontributor Celebes Post 


CELEBES POST | MAKASSARDi saat ribuan pelanggan masih mengeluhkan distribusi air bersih yang kerap bermasalah, polemik di tubuh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Makassar justru semakin memanas. Bukan hanya soal pelayanan yang dinilai belum memuaskan, publik kini mulai menyoroti sejumlah kebijakan strategis yang lahir pada masa kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama sebelumnya, termasuk dugaan adendum kerja sama dengan pihak swasta yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar.


Ironisnya, di tengah berbagai sorotan tersebut, salah satu figur yang pernah berada di lingkaran pengambil kebijakan justru dikabarkan ikut bertarung dalam seleksi Direksi definitif Perumda Air Minum Kota Makassar.


Kondisi ini memantik reaksi publik. Banyak pihak mempertanyakan, apakah proses seleksi benar-benar akan mengedepankan integritas dan rekam jejak, atau hanya menjadi formalitas administratif yang mengabaikan berbagai persoalan yang selama ini membelit perusahaan daerah tersebut.


Ketika Air Bersih Menjadi Keluhan Abadi


Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Namun bagi sebagian warga Makassar, layanan air bersih masih menjadi persoalan yang tak kunjung tuntas.


Keluhan mengenai tekanan air rendah, distribusi yang tidak merata, hingga gangguan suplai yang terjadi berulang kali telah lama menjadi konsumsi publik. Di sejumlah wilayah, warga bahkan mengaku harus mencari alternatif lain ketika pasokan air tidak berjalan normal.


Situasi ini menimbulkan pertanyaan mendasar: jika pelayanan masih menyisakan banyak pekerjaan rumah, lalu sejauh mana efektivitas kebijakan yang diambil oleh para pengambil keputusan selama ini?


Pertanyaan tersebut semakin relevan ketika muncul sorotan terhadap dugaan adendum kerja sama dengan PT Traya yang disebut terjadi pada masa kepemimpinan Plt Direktur Utama sebelumnya.


Publik menilai seluruh proses tersebut harus dibuka secara terang-benderang. Siapa yang menginisiasi? Apa dasar pertimbangannya? Apa manfaat ekonominya bagi perusahaan? Dan apakah kebijakan tersebut benar-benar berpihak kepada kepentingan pelanggan atau justru menguntungkan pihak tertentu?


Pertanyaan-pertanyaan itu hingga kini masih bergema di ruang publik dan menunggu jawaban yang transparan.


Jangan Sampai Seleksi Direksi Menjadi Ajang Pemutihan Rekam Jejak


Kini perhatian masyarakat tertuju kepada Tim Seleksi dan Kuasa Pemilik Modal (KPM) yang memiliki kewenangan menentukan masa depan Perumda Air Minum Kota Makassar.


Publik mengingatkan bahwa seleksi Direksi bukan sekadar mencari sosok yang mampu berbicara tentang target bisnis dan peningkatan pendapatan perusahaan. Yang jauh lebih penting adalah memastikan bahwa figur yang terpilih benar-benar memiliki integritas, rekam jejak bersih, dan bebas dari kontroversi yang dapat menggerus kepercayaan masyarakat.


Jangan sampai proses seleksi hanya menjadi panggung pemolesan citra atau bahkan sarana "pemutihan" terhadap berbagai kebijakan yang pernah menuai pertanyaan publik.


Sebab, jabatan Direksi Perumda Air Minum bukanlah hadiah politik, bukan pula tempat mengamankan kepentingan kelompok tertentu. Jabatan tersebut adalah amanah publik yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat Kota Makassar.


Timsel dan Wali Kota Ditantang Membuktikan Integritas


Kini publik menunggu keberanian Tim Seleksi dan Wali Kota Makassar sebagai KPM untuk menunjukkan bahwa proses seleksi benar-benar dilakukan secara profesional dan independen.


Masyarakat ingin melihat apakah Timsel berani menggali seluruh rekam jejak calon secara mendalam atau hanya berkutat pada dokumen administrasi semata.


Masyarakat juga ingin mengetahui apakah berbagai kontroversi yang pernah mencuat akan dijadikan bahan evaluasi objektif atau justru diabaikan.


Jika aspek integritas tidak ditempatkan sebagai syarat utama, maka seleksi ini berpotensi melahirkan pemimpin yang sejak awal sudah dibayangi krisis kepercayaan publik.


Dan ketika kepercayaan publik hilang, maka yang dipertaruhkan bukan hanya nama baik Direksi, melainkan juga kredibilitas Pemerintah Kota Makassar sebagai pemilik perusahaan daerah tersebut.


Jangan Abaikan Alarm Publik


Peringatan publik terhadap proses seleksi Direksi Perumda Air Minum tidak boleh dianggap sebagai gangguan atau serangan terhadap individu tertentu. Sebaliknya, ini adalah alarm keras agar perusahaan daerah yang mengelola kebutuhan vital masyarakat tidak kembali terjebak dalam persoalan yang sama.


Perumda Air Minum Kota Makassar membutuhkan pemimpin yang mampu menyelesaikan masalah pelayanan, bukan menambah daftar persoalan baru.


Perusahaan ini membutuhkan figur yang mampu mengembalikan kepercayaan pelanggan, memperkuat tata kelola yang bersih, serta memastikan setiap kebijakan strategis benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat.


Karena pada akhirnya, masyarakat tidak membutuhkan pemimpin yang pandai menjelaskan masalah. Masyarakat membutuhkan pemimpin yang mampu menyelesaikannya.


Dan jika masih ada calon-calon lain yang memiliki kapasitas, pengalaman manajerial, integritas tinggi, serta tidak dibayangi kontroversi yang menjadi sorotan publik, maka mereka layak memperoleh kesempatan yang sama untuk memimpin perusahaan strategis milik rakyat Kota Makassar ini.


Seleksi Direksi Perumda Air Minum Kota Makassar kini bukan sekadar proses pengisian jabatan. Ini adalah ujian besar bagi komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menghadirkan tata kelola BUMD yang bersih, transparan, dan berpihak kepada masyarakat. Publik sedang menonton. Publik sedang menilai. Dan publik berhak mengetahui siapa yang pantas mengelola salah satu aset pelayanan publik paling vital di Kota Makassar.



MDS_CELEBES POST

×
Berita Terbaru Update