Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Nasib PDAM Makassar Dipertaruhkan! Tim Seleksi Didesak Tak 'Masuk Angin', Publik Tagih Direksi Bersih dan Berintegritas

Kamis, 04 Juni 2026 | Juni 04, 2026 WIB Last Updated 2026-06-04T12:26:59Z
 Ilustrasi dokumentasi kontributor Celebes Post 


TIM SELEKSI JANGAN "MASUK ANGIN"! Nasib PDAM Makassar Dipertaruhkan, Publik Tuntut Direksi Bersih dan Berintegritas


MAKASSAR, CELEBES POST – Proses seleksi Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Makassar kini menjadi sorotan publik. Di tengah harapan besar akan lahirnya kepemimpinan baru yang mampu membenahi perusahaan penyedia layanan air bersih tersebut, masyarakat mengingatkan agar Tim Seleksi tidak terjebak pada kepentingan tertentu yang dapat mencederai proses pencarian figur terbaik.


Keputusan Pemerintah Kota Makassar untuk melanjutkan tahapan seleksi direksi dinilai sebagai langkah penting dalam menentukan arah masa depan perusahaan daerah yang mengelola salah satu kebutuhan paling vital masyarakat, yakni pelayanan air bersih.


Namun, bagi banyak kalangan, seleksi ini bukan sekadar agenda administratif atau rutinitas pergantian jabatan. Lebih dari itu, proses ini dipandang sebagai momentum strategis untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola Perumda Air Minum Kota Makassar yang selama ini kerap menjadi perhatian publik.


Harapan masyarakat semakin besar dengan keterlibatan unsur Kementerian Dalam Negeri dalam Tim Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK). Kehadiran pemerintah pusat diharapkan mampu menjadi benteng pengawasan agar proses seleksi berjalan objektif, profesional, transparan, dan bebas dari segala bentuk intervensi maupun praktik titipan kepentingan.


Publik menilai Tim Seleksi memegang peran yang sangat menentukan. Karena itu, mereka diingatkan untuk tidak "masuk angin" atau terpengaruh oleh tekanan kelompok tertentu yang berupaya meloloskan figur-figur bermasalah ke kursi strategis perusahaan daerah.


Sorotan tersebut muncul karena sejumlah nama yang beredar dan disebut lolos ke tahapan berikutnya bukanlah figur baru dalam dinamika pengelolaan perusahaan daerah. Sebagian di antaranya pernah menjadi perbincangan publik terkait berbagai polemik, kontroversi kebijakan, maupun persoalan tata kelola yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat.


Atas dasar itu, publik meminta agar proses seleksi tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis, pengalaman birokrasi, atau kecakapan saat wawancara. Penelusuran rekam jejak harus dilakukan secara menyeluruh dan mendalam.


Integritas, moralitas, kepatuhan terhadap hukum, komitmen terhadap prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), serta keberanian melakukan perubahan harus menjadi indikator utama dalam menentukan siapa yang layak memimpin PDAM Makassar ke depan.


Sebab, Perumda Air Minum Kota Makassar bukanlah perusahaan biasa. Lembaga ini mengelola kebutuhan dasar jutaan warga Kota Makassar yang setiap hari bergantung pada ketersediaan dan kualitas layanan air bersih.


Kesalahan dalam memilih pemimpin berpotensi berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan publik, stabilitas perusahaan, hingga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.


Karena itu, masyarakat tidak menginginkan proses seleksi ini hanya menjadi ajang "daur ulang" pejabat atau tempat kembali berlabuhnya figur-figur lama yang selama ini dianggap sebagai bagian dari persoalan yang membelit perusahaan.


Sebaliknya, publik menginginkan hadirnya pemimpin baru yang memiliki visi perubahan, keberanian melakukan reformasi, serta komitmen kuat untuk memperbaiki sistem yang selama ini dinilai belum berjalan optimal.


Sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM), Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin juga diharapkan mengambil keputusan secara cermat, objektif, dan penuh pertimbangan. Keputusan akhir yang diambil nantinya akan menentukan masa depan perusahaan daerah sekaligus menyangkut kepentingan masyarakat luas.


Publik berharap momentum seleksi direksi kali ini benar-benar dijadikan titik awal reformasi total di tubuh Perumda Air Minum Kota Makassar.


Yang dibutuhkan bukan sekadar direksi definitif untuk mengisi jabatan kosong, melainkan sosok pemimpin yang bersih, profesional, memiliki rekam jejak yang dapat dipertanggungjawabkan, serta mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan daerah tersebut.


Pesan masyarakat pun terdengar sederhana namun sarat makna:

"Jangan pilih mereka yang hanya pandai berbicara di ruang wawancara. Pilihlah mereka yang mampu mempertanggungjawabkan rekam jejaknya di hadapan hukum, masyarakat, dan sejarah pengelolaan PDAM Makassar."


Kini, publik menunggu. Apakah seleksi ini benar-benar melahirkan pemimpin pembaharu atau justru mengulang cerita lama yang selama ini menjadi beban bagi perusahaan dan masyarakat Kota Makassar.



#PDAMUntukRakyat
#SeleksiBersihTanpaTitipan
#TimSeleksiJanganMasukAngin
#MakassarButuhDireksiBerintegritas
#ReformasiPDAMMakassar


NA_CELEBES POST

×
Berita Terbaru Update