Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jerman Mengamuk, Belanda Tersandung, Swedia Berpesta! Grup E dan F Piala Dunia 2026 Memanas, Ekuador Tersungkur di Menit Akhir

Senin, 15 Juni 2026 | Juni 15, 2026 WIB Last Updated 2026-06-15T13:18:58Z
Dokumentasi kontributor Celebes Post FIFA world cup 2026

 

CELEBES POST SPORT | SOROT PIALA DUNIA 2026


CELEBES POST SPORT Babak penyisihan grup Piala Dunia FIFA 2026 kembali menghadirkan drama, pesta gol, hingga kejutan yang mengubah peta persaingan Grup E dan Grup F. Sejumlah laga yang digelar hari ini memperlihatkan dominasi kekuatan Eropa, kebangkitan tim kuda hitam, hingga rapuhnya konsentrasi tim-tim yang sebelumnya diprediksi mampu berbicara banyak di turnamen empat tahunan tersebut.


Sorotan terbesar tertuju pada kemenangan telak Jerman atas Curaçao, hasil imbang dramatis antara Belanda dan Jepang, serta pesta gol Swedia ke gawang Tunisia.


Jerman 7-1 Curaçao: Mesin Panzer Menggila, Kirim Ancaman ke Seluruh Peserta


Jika ada tim yang menunjukkan kapasitas sebagai calon juara dunia pada pertandingan hari ini, maka jawabannya adalah Jerman.


Dokumentasi kontributor Celebes Post FIFA world cup 2026


Bermain penuh percaya diri, Der Panzer menghancurkan Curaçao dengan skor telak 7-1 dalam laga Grup E. Sejak menit awal, Jerman tampil agresif dan tak memberi ruang bagi lawan untuk mengembangkan permainan.


Gol pembuka dicetak oleh Felix Nmecha pada menit ke-6 sebelum Livano Comenencia sempat mengejutkan publik dengan menyamakan kedudukan pada menit ke-21.


Namun setelah itu pertandingan praktis menjadi milik Jerman.


Nico Schlotterbeck membawa Jerman kembali unggul pada menit ke-38 sebelum Kai Havertz memperlebar keunggulan melalui penalti pada masa injury time babak pertama.


Memasuki babak kedua, badai serangan Jerman semakin tak terbendung.


Jamal Musiala mencetak gol pada menit ke-47, disusul Nathaniel Brown menit ke-68, Deniz Undav menit ke-78, dan Havertz kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-88.


Kemenangan besar ini menunjukkan betapa mengerikannya efektivitas serangan Jerman. Hampir setiap peluang berbahaya mampu dikonversi menjadi gol.


Analisis CELEBES POST SPORT


Jerman bukan hanya menang besar. Mereka menunjukkan kedalaman skuad, variasi serangan, serta organisasi permainan yang sulit ditandingi.


Ketika Musiala bergerak di antara lini, Havertz tampil klinis di depan gawang, sementara lini belakang yang dipimpin Schlotterbeck juga mampu berkontribusi dalam mencetak gol.


Hasil ini menjadi pesan keras kepada seluruh kontestan bahwa Jerman datang ke Piala Dunia 2026 bukan sekadar untuk meramaikan kompetisi, melainkan memburu trofi juara dunia.


Belanda 2-2 Jepang: Samurai Biru Menolak Menyerah 


Pertandingan Grup F menghadirkan duel sarat kualitas antara Belanda dan Jepang.


Dokumentasi kontributor Celebes Post FIFA world cup 2026


Setelah babak pertama berlangsung ketat tanpa gol, Belanda berhasil membuka keunggulan melalui kapten mereka, Virgil van Dijk, pada menit ke-51.



Namun Jepang menunjukkan mental luar biasa.


Keito Nakamura berhasil menyamakan kedudukan hanya enam menit kemudian dan membuat pertandingan kembali terbuka.


Belanda kembali unggul melalui Crysencio Summerville pada menit ke-64.


Ketika kemenangan sudah terlihat berada di depan mata, Jepang kembali memberikan pukulan telak.


Daichi Kamada mencetak gol penyeimbang pada menit ke-89 yang membuat skor berakhir 2-2.


Analisis CELEBES POST SPORT


Belanda kehilangan dua poin penting akibat lemahnya konsentrasi pada menit-menit krusial.


Sementara Jepang memperlihatkan karakter yang selama ini menjadi identitas mereka: disiplin, kerja keras, dan tidak pernah menyerah hingga peluit akhir berbunyi.


Hasil ini membuat persaingan Grup F semakin terbuka dan berpotensi berlangsung sengit hingga laga terakhir.


Pantai Gading 1-0 Ekuador: Hukuman Menit Akhir yang Menyayat 


Di Grup E, duel ketat antara Pantai Gading dan Ekuador berlangsung hingga menit-menit terakhir.


Dokumentasi kontributor Celebes Post FIFA world cup 2026


Kedua tim bermain hati-hati dan sama-sama kesulitan menciptakan peluang bersih.


Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, Amad Diallo muncul sebagai pahlawan Pantai Gading.


Golnya pada menit ke-90 membuat Stadion Philadelphia bergemuruh sekaligus menghancurkan harapan Ekuador untuk membawa pulang satu poin.


Analisis CELEBES POST SPORT


Kekalahan ini menjadi pelajaran mahal bagi Ekuador.


Selama hampir 90 menit mereka mampu bertahan, tetapi kehilangan fokus sesaat cukup untuk membuat seluruh kerja keras sirna.


Sebaliknya Pantai Gading menunjukkan efektivitas dan kesabaran dalam menunggu momentum yang tepat untuk menyerang.


Swedia 5-1 Tunisia: Demonstrasi Kekuatan Pemuncak Grup


Swedia tampil luar biasa saat menghancurkan Tunisia dengan skor mencolok 5-1.


Dokumentasi kontributor Celebes Post FIFA world cup 2026


Yasin Ayari membuka pesta gol sejak menit ke-7. Alexander Isak kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-30.


Tunisia sempat memperkecil ketertinggalan lewat Omar Rekik pada menit ke-43 sehingga babak pertama berakhir 2-1.


Namun di babak kedua, Swedia tampil brutal.


Viktor Gyökeres mencetak gol pada menit ke-59, Mattias Svanberg menambah keunggulan pada menit ke-84, dan Yasin Ayari menutup pesta gol lewat gol keduanya pada menit ke-90+6.


Analisis CELEBES POST SPORT


Swedia memperlihatkan keseimbangan yang sempurna antara lini tengah dan lini depan.


Produktivitas gol yang tinggi serta kemampuan menekan lawan sepanjang pertandingan membuat mereka layak disebut sebagai salah satu kuda hitam paling berbahaya di Piala Dunia 2026.


Tunisia sebaliknya harus segera melakukan evaluasi besar jika tidak ingin menjadi tim pertama yang tersingkir dari Grup F.


Klasemen Sementara yang Membara

Grup E

  1. Jerman

  2. Pantai Gading

  3. Ekuador

  4. Curaçao

Grup F

  1. Swedia

  2. Belanda

  3. Jepang

  4. Tunisia


Sorotan Akhir CELEBES POST SPORT


Hari ini menjadi panggung bagi tim-tim yang datang dengan ambisi besar. Jerman tampil seperti mesin perang yang sulit dihentikan, Swedia menunjukkan diri sebagai ancaman serius, Jepang membuktikan mental baja mereka, sementara Ekuador dan Tunisia harus menelan pil pahit akibat kesalahan yang mahal.


Persaingan menuju fase gugur kini semakin panas. Satu hal yang pasti, Piala Dunia 2026 mulai menunjukkan wajah aslinya: tidak ada ruang bagi tim yang lengah, karena satu kesalahan kecil dapat mengubur mimpi besar dalam hitungan detik. (CELEBES POST SPORT)

×
Berita Terbaru Update