![]() |
| Dokumentasi kontributor Celebes Post |
CELEBES POST | OLAHRAGA & PRESTASI, GOWA – Deru mesin yang menggema di lintasan GOWATA Roadrace Championship 2026 bukan hanya menghadirkan persaingan sengit antar pembalap. Kejuaraan ini juga menjadi momentum yang membangkitkan kembali kejayaan otomotif Kabupaten Gowa sekaligus menyuguhkan kisah inspiratif dari seorang pejabat daerah yang sukses menorehkan prestasi di atas lintasan.
Sosok tersebut adalah Muh Agus Harahap, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gowa, yang di usia 45 tahun berhasil meraih Juara III dalam salah satu kelas yang dipertandingkan. Pencapaian itu menjadi bukti bahwa semangat berkompetisi, disiplin, dan kecintaan terhadap olahraga otomotif tidak mengenal batas usia maupun jabatan.
Di balik keberhasilannya berdiri di podium, Agus Harahap mengaku harus berjuang keras menghadapi kondisi fisik yang menurun selama balapan. Bahkan, ia sempat mengalami mual hingga muntah. Namun tekad untuk menyelesaikan perlombaan tidak pernah surut.
"Target saya sebenarnya ingin meraih juara pertama. Namun sebagai manusia kita hanya bisa berencana, sedangkan Allah SWT memiliki rencana terbaik. Saya bersyukur atas hasil ini dan akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk tampil lebih baik pada kesempatan berikutnya," ungkapnya.
![]() |
| Muh Agus Harahap, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gowa, yang di usia 45 tahun berhasil meraih Juara III |
![]() |
| Dokumentasi kontributor Celebes Post |
![]() |
| Muh Agus Harahap, yang di usia 45 tahun berhasil meraih Juara III |
Menurut Agus Harahap, kemenangan yang diraihnya bukanlah pencapaian pribadi semata. Lebih dari itu, kehadiran GOWATA Roadrace Championship 2026 merupakan kabar baik bagi perkembangan olahraga otomotif di Kabupaten Gowa.
Ia berharap kejuaraan tersebut dapat menjadi agenda tahunan karena mampu menjadi wadah resmi bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat balap secara positif, sekaligus menjadi langkah nyata dalam menekan praktik balap liar di jalan umum.
"Harapan saya, event ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun. Ini menjadi ruang bagi anak-anak muda Kabupaten Gowa untuk menunjukkan kemampuannya secara sportif. Dengan adanya kompetisi resmi seperti ini, kita berharap balap liar dapat diminimalisir sehingga angka kecelakaan lalu lintas juga semakin menurun," ujarnya.
Agus Harahap juga menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara yang dinilai berhasil menghidupkan kembali atmosfer balap motor yang telah lama dirindukan masyarakat.
"Kalau saya perkirakan, sudah belasan bahkan hampir dua puluh tahun masyarakat Gowa menunggu event seperti ini. Padahal sejak era 1980-an, Kabupaten Gowa dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki sejarah kuat dalam dunia otomotif roda dua. Hari ini, semangat itu kembali dibangkitkan."
Baginya, berdiri di podium pada usia 45 tahun menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus pesan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus berprestasi.
"Saya sangat bahagia dan bangga. Di usia 45 tahun saya masih diberikan kesempatan untuk bersaing dan naik podium. Semoga ini menjadi motivasi bagi generasi muda Gowa agar terus berlatih, menjunjung sportivitas, dan mengukir prestasi melalui jalur yang benar."
Menutup keterangannya, Agus Harahap mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung perkembangan olahraga otomotif sebagai bagian dari pembinaan generasi muda dan upaya menciptakan keselamatan berlalu lintas.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, sponsor, seluruh peserta, serta Media Celebes Post yang telah mengabadikan momen bersejarah tersebut.
"Terima kasih kepada seluruh panitia, sponsor, peserta, masyarakat, dan Media Celebes Post yang telah memberikan perhatian terhadap event ini. Semoga GOWATA Roadrace Championship terus berkembang menjadi agenda tahunan yang membanggakan Kabupaten Gowa serta melahirkan pembalap-pembalap berprestasi di masa depan."
GOWATA Roadrace Championship 2026 tidak hanya melahirkan para juara di lintasan, tetapi juga menghadirkan pesan kuat bahwa olahraga otomotif dapat menjadi sarana pembinaan karakter, mempererat kebersamaan, mengurangi balap liar, meningkatkan keselamatan berlalu lintas, sekaligus mengembalikan nama besar Kabupaten Gowa sebagai salah satu barometer otomotif roda dua di Sulawesi Selatan.
(Adi Kruch CELEBES POST)



