Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

RAKERNIS LALU LINTAS POLDA KALSEL SOROTI MENTAL DAN INTEGRITAS PERSONEL: POLANTAS KARIB JANGAN BERHENTI DI RUANG PELATIHAN

Jumat, 21 Agustus 2026 | Agustus 21, 2026 WIB Last Updated 2026-08-20T19:20:40Z

Dokumentasi kontributor Celebes Post 


CELEBES POST | BANJARMASIN — Penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi sorotan dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Lalu Lintas Tahun Anggaran 2026 yang digelar Polda Kalimantan Selatan di Gedung Auditorium Polda Kalsel, Kamis (23/7/2026).


Rakernis tersebut tidak hanya diarahkan untuk menyamakan persepsi jajaran lalu lintas, tetapi juga menjadi momentum menguji sejauh mana nilai Polantas KARIB — Kemitraan Aktif, Responsif, Intuitif, dan Berintegritas — dapat diterjemahkan menjadi perilaku nyata dalam pelayanan kepada masyarakat.


Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel, Kombes Pol. Dr. M. Fahri Siregar, S.H., S.I.K., M.H., menyebut Rakernis digelar untuk menyamakan persepsi para Kasat Lantas dan Kanit di wilayah hukum Polda Kalsel. Penyamaan persepsi tersebut diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan program Polantas KARIB sekaligus mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).


Dokumentasi kontributor Celebes Post 

Dokumentasi kontributor Celebes Post 


Kegiatan dibuka Kapolda Kalsel, Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha H., S.I.K., yang menekankan pentingnya profesionalisme, responsivitas, pelayanan humanis, serta integritas anggota Polantas.


Namun, di titik inilah tantangan sebenarnya berada.


Sebab, membangun citra pelayanan yang humanis tidak cukup hanya melalui slogan, pelatihan, ataupun kegiatan seremonial. Ukuran keberhasilannya justru berada di jalan raya dan dirasakan langsung oleh masyarakat.


Apakah masyarakat memperoleh pelayanan yang cepat, transparan, adil, dan tidak diskriminatif? Apakah personel mampu mengendalikan emosi ketika berhadapan dengan pelanggar? Dan yang tidak kalah penting, apakah nilai integritas benar-benar menjadi budaya dalam setiap tindakan anggota?


Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi relevan ketika Rakernis turut menyoroti faktor manusia sebagai salah satu faktor dominan dalam kecelakaan lalu lintas.


Dalam kegiatan tersebut, Kepala Pusat Studi Ilmu Kepolisian Universitas Lambung Mangkurat, Assoc. Prof. Dr. Hj. Rahmida Erliyani, S.H., M.H., memberikan perspektif mengenai peran kepolisian dalam dinamika hukum modern. Sementara Staf Ahli Kakorlantas Polri sekaligus peneliti keselamatan jalan, Tri Cahyana, M.Sc., Ph.D., memaparkan strategi keselamatan lalu lintas berbasis riset.


Paparan tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan kemampuan teknis personel tidak dapat berdiri sendiri. Kompetensi harus berjalan beriringan dengan penguatan mental, kemampuan mengendalikan emosi, kecerdasan emosional, serta kualitas pelayanan publik.


MOTIVASI JANGAN SEKADAR SEREMONI


Berangkat dari kebutuhan tersebut, Polda Kalsel menghadirkan Motivator Nasional sekaligus Direktur Thanks Institute Indonesia, Dr. Ketut Abid Halimi, S.Pd.I., M.Pd., C.Ht.


Pembekalan dikemas secara interaktif melalui metode senam otak, senam hati, dan hipnoterapi motivasional.


Metode tersebut diarahkan untuk membantu peserta meningkatkan konsentrasi, mengelola tekanan pekerjaan, membangun kecerdasan emosional, serta memperkuat pola pikir positif.


Senam otak digunakan untuk melatih fokus dan koordinasi. Senam hati diarahkan pada refleksi diri, empati, dan semangat melayani. Sedangkan hipnoterapi motivasional digunakan untuk memperkuat mental, kepercayaan diri, serta komitmen terhadap integritas.


Dr. Ketut Abid Halimi menegaskan bahwa kualitas pelayanan Polantas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis.


“Menjadi Polantas bukan sekadar mengatur arus kendaraan, melainkan menghadirkan rasa aman bagi masyarakat. Ketika pikiran terlatih untuk fokus, hati dipenuhi empati, dan mental tetap kuat, pelayanan yang diberikan akan melahirkan kepercayaan publik. Inilah nilai yang ingin dibangun melalui Polantas KARIB.”

 

Menurutnya, tantangan kepolisian di era modern menuntut personel tidak hanya cerdas dalam mengambil tindakan, tetapi juga mampu menjaga keseimbangan emosi sehingga setiap keputusan tetap profesional dan humanis.


POLANTAS KARIB PERLU DIUJI DI LAPANGAN


Antusiasme peserta disebut terlihat sepanjang sesi pembekalan. Para peserta juga mempraktikkan teknik pengembangan diri yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.


Rakernis kemudian ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada pemenang Call for Papers serta cenderamata kepada para narasumber.


Namun bagi publik, substansi kegiatan ini tidak semestinya berhenti pada seremoni penutupan, penghargaan, maupun dokumentasi kegiatan.


Polantas KARIB harus dibuktikan melalui pelayanan nyata.


Kemitraan aktif harus terlihat dari keterbukaan polisi mendengar persoalan pengguna jalan. Responsivitas harus terukur dari kecepatan petugas menangani persoalan lalu lintas. Sikap intuitif harus diwujudkan melalui kemampuan membaca situasi tanpa mengabaikan prosedur. Sedangkan integritas harus terlihat dari konsistensi anggota dalam menjalankan aturan tanpa tebang pilih.


Dengan demikian, keberhasilan Rakernis Polda Kalsel bukan semata-mata diukur dari terlaksananya kegiatan atau tingginya antusiasme peserta, melainkan dari perubahan perilaku personel dan meningkatnya kepercayaan masyarakat setelah pelatihan tersebut diterapkan di lapangan.


Publik tentu berharap slogan Polantas KARIB tidak hanya terdengar di ruang Auditorium Polda Kalsel, tetapi benar-benar terasa ketika masyarakat berhadapan dengan polisi lalu lintas di jalan raya.


Sebab pada akhirnya, integritas kepolisian bukan hanya materi yang disampaikan dalam forum Rakernis, melainkan karakter yang harus dibuktikan dalam setiap tindakan pelayanan kepada masyarakat.



CELEBES POST — Pewarta Penyambung Lidah Rakyat.

(Sumber: DBS/Redaksi)

×
Berita Terbaru Update