Celebespost.er.org Makassar Sulsel, - Upacara bendera di Halaman Masjid Raya Makassar pada Senin pagi (10/8/2026) tidak sekadar menjadi penanda dimulainya Proses Belajar Mengajar (PBM) baru bagi SMK Muhammadiyah 2 Bontoala. Di bawah sorot matahari pagi, momen tersebut berubah menjadi sebuah ruang refleksi batin yang menyentuh sisi moral, intelektual, dan emosional ratusan pasang mata yang hadir.
Hadir sebagai pembina upacara, Wakapolsek Bontoala AKP Junaedi, S.H., mengukuhkan peran baru Korps Bhayangkara sebagai pionir ‘Polri Pendidikan’. Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-81, kehadiran beliau membawa pesan mendalam tentang arti sejati dari sebuah kemerdekaan bagi generasi muda.
Secara moral, AKP Junaedi mengetuk hati nurani para siswa. Beliau mengingatkan bahwa fondasi utama seorang manusia bukan terletak pada pangkat atau harta, melainkan pada karakter dan integritasnya. Di tengah derasnya arus zaman, menjauhi narkoba, tawuran, geng motor, dan paham terorisme bukan lagi sekadar kepatuhan pada aturan hukum, melainkan sebuah benteng harga diri untuk menjaga nama baik keluarga, sekolah, dan bangsa.
Secara intelektual, momentum ini menjadi pembakar semangat belajar. Wakapolsek menekankan bahwa kecerdasan tanpa moralitas adalah kekosongan, namun intelektual yang diasah dengan kedisiplinan tinggi akan melahirkan inovasi dan kemajuan. Para siswa ditantang untuk mengisi kemerdekaan ke-81 ini dengan prestasi, menguasai ilmu pengetahuan, serta menjadi pemecah masalah bagi tantangan bangsa di masa depan.
Namun, yang paling berkesan adalah kedekatan secara emosional. Suasana upacara terasa begitu khidmat ketika AKP Junaedi berbicara layaknya seorang ayah kepada anak-anaknya. Beliau merangkul para siswa dengan komunikasi yang hangat, positif, dan penuh kasih, meruntuhkan sekat kaku antara polisi dan masyarakat. Sinergitas ini melahirkan rasa aman yang tulus di dada para siswa, menciptakan ruang psikologis yang nyaman untuk tumbuh bebas dari rasa takut.
“Polri ingin hadir bukan sebagai penegak hukum yang ditakuti, melainkan sebagai sahabat yang menjaga mimpi-mimpi indah kalian agar tumbuh subur dan nyata,” tutur AKP Junaedi dengan penuh ketulusan.
Melalui upacara yang berlangsung tertib dan lancar ini, Polsek Bontoala berhasil menanamkan benih-benih harapan baru. Bahwa menyongsong Indonesia Emas dan HUT RI ke-81, bangsa ini tidak kekurangan pemuda hebat, selama moral, intelektual, dan emosional mereka dijaga dengan penuh komitmen dan sinergi yang utuh.(*54h2u1).
Laporan : Andis.
