![]() |
| Dokumentasi Kontributor Celebes Post |
CELEBES POST | JAKARTA — Nama Inspektur Jenderal Polisi Herry Heryawan kembali menjadi perbincangan publik di tengah meningkatnya perhatian terhadap persoalan keamanan dan dugaan aksi premanisme di Ibu Kota.
Sejumlah warganet menilai pengalaman panjang Herry Heryawan dalam menangani berbagai perkara kriminal di Jakarta menjadi modal penting apabila suatu saat dirinya kembali dipercaya mengemban tugas di wilayah tersebut.
Namun, dorongan tersebut sejauh ini lebih banyak muncul sebagai aspirasi dan pendapat publik, bukan informasi mengenai adanya keputusan resmi terkait pergantian atau penugasan kembali Herry Heryawan ke Jakarta.
Punya Rekam Jejak Panjang di Dunia Reserse
Herry Heryawan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1996. Sepanjang perjalanan kariernya, ia dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang reserse dan penegakan hukum.
Kariernya di lingkungan Polda Metro Jaya mulai menonjol ketika pada 2011 dipercaya menduduki jabatan sebagai Kepala Subdirektorat Tahbang/Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Dua tahun kemudian, pada 2013, Herry dipercaya mengemban tugas sebagai Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Posisi tersebut membuat dirinya bersentuhan langsung dengan berbagai perkara kriminalitas yang menjadi perhatian masyarakat Jakarta.
Nama Hercules hingga John Kei Pernah Masuk dalam Penanganan Perkara
Dalam perjalanan tugasnya di jajaran reserse Polda Metro Jaya, Herry Heryawan tercatat pernah terlibat dalam penanganan sejumlah perkara kriminal yang menonjol.
Di antaranya perkara yang berkaitan dengan kelompok Hercules Rosario Marshal serta penanganan perkara yang melibatkan kelompok John Kei.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi bagian dari rekam jejak Herry dalam menghadapi perkara yang memiliki tingkat kompleksitas dan perhatian publik cukup tinggi.
Meski demikian, pengalaman menangani perkara kriminal pada masa lalu tentu tidak serta-merta dapat dijadikan ukuran tunggal terhadap penanganan persoalan keamanan saat ini. Kondisi sosial, karakter kejahatan, serta pola kriminalitas terus mengalami perubahan.
Karier Terus Menanjak
Perjalanan karier Herry Heryawan tidak berhenti di Polda Metro Jaya.
Ia kemudian dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis, antara lain Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kapolres Kota Depok, hingga Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.
Pengalamannya di bidang penegakan hukum semakin luas ketika Herry dipercaya menjadi Direktur Penyidikan Densus 88 Antiteror Polri.
Rangkaian jabatan tersebut memperlihatkan bahwa karier Herry berkembang melalui sejumlah bidang penegakan hukum yang membutuhkan pengalaman penyelidikan, penyidikan, hingga penanganan perkara dengan tingkat risiko tinggi.
Kini Pimpin Polda Riau
Saat ini Herry Heryawan telah berpangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) dan dipercaya memimpin Polda Riau.
Di tengah kembali menguatnya perhatian masyarakat terhadap isu keamanan dan premanisme di Jakarta, rekam jejaknya di dunia reserse kembali menjadi bahan pembicaraan.
Sebagian warganet bahkan menyampaikan gagasan agar sosok yang memiliki pengalaman menghadapi kelompok kriminal tersebut kembali diberi ruang untuk berkontribusi dalam penanganan persoalan keamanan di Jakarta.
Publik Bertanya: Perlukah Pengalaman Lama Kembali Diberi Ruang?
Persoalannya kini bukan sekadar soal siapa yang memiliki pengalaman, tetapi bagaimana negara memastikan bahwa setiap persoalan keamanan ditangani secara profesional, terukur, sesuai hukum, dan berorientasi pada perlindungan masyarakat.
Premanisme, jika benar terjadi, tidak hanya menyangkut persoalan penegakan hukum. Di dalamnya terdapat persoalan ketertiban umum, perlindungan masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga rasa aman warga.
Karena itu, wajar apabila masyarakat mempertanyakan sejauh mana strategi aparat dalam menghadapi berbagai bentuk gangguan keamanan yang dirasakan masyarakat.
Di sisi lain, penanganan persoalan keamanan tidak semestinya hanya bergantung pada figur tertentu. Sistem, profesionalisme personel, koordinasi antarlembaga, serta konsistensi penegakan hukum tetap menjadi faktor utama.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada informasi resmi yang menjadi dasar untuk menyimpulkan bahwa Herry Heryawan akan kembali ditugaskan ke Jakarta.
CELEBES POST menempatkan dorongan agar Herry kembali ke Jakarta sebagai bagian dari dinamika opini publik, bukan sebagai keputusan resmi institusi.
Pada akhirnya, publik tentu berharap siapa pun yang diberi amanah menangani keamanan di Ibu Kota mampu menghadirkan kepastian hukum, rasa aman, dan perlindungan nyata bagi masyarakat.
DDL - CELEBES POST | PEWARTA PENYAMBUNG LIDAH RAKYAT


