![]() |
| Dokumentasi Kontributor Celebes Post |
CELEBES POST | MAKASSAR — Pernyataan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) di Sulawesi Selatan dalam kondisi aman kembali diuji oleh kenyataan di lapangan.
Dalam beberapa pekan terakhir, antrean panjang kendaraan masih terlihat di sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan. Warga bahkan dilaporkan harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM, termasuk jenis Pertalite dan Pertamax.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik: jika stok BBM disebut aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat, mengapa antrean panjang masih terjadi?
Sorotan terhadap persoalan itu datang dari Ketua Bidang Hukum, Demokrasi dan Politik PB Himpunan Mahasiswa Manajemen Indonesia (PB HMMI), Muh Ikbal.
Ikbal mempertanyakan adanya perbedaan antara klaim ketersediaan stok dengan kondisi yang dirasakan masyarakat di sejumlah SPBU.
“Kalau stok BBM benar-benar aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, seharusnya tidak terjadi antrean panjang hingga berjam-jam setiap hari,” kata Muh Ikbal.
Klaim Stok Aman Berhadapan dengan Realitas Lapangan
Menurut Ikbal, persoalan BBM tidak seharusnya hanya dilihat dari jumlah stok yang tersedia secara keseluruhan. Yang menjadi persoalan bagi masyarakat, kata dia, adalah apakah BBM tersebut benar-benar tersedia dan dapat diakses ketika masyarakat datang ke SPBU.
“Masyarakat tidak butuh sekadar pernyataan stok aman. Masyarakat butuh BBM yang benar-benar tersedia di SPBU,” tegasnya.
Sorotan PB HMMI tersebut sekaligus mengarah pada persoalan distribusi.
Sebab, apabila stok secara keseluruhan dinyatakan mencukupi, namun pada tingkat SPBU masyarakat masih menemukan antrean panjang atau informasi mengenai BBM yang habis, maka perlu ada penjelasan mengenai bagaimana mekanisme penyaluran BBM dari titik pasokan hingga sampai kepada konsumen.
Kalau Bukan Stok, Lalu Apa Persoalannya?
Pertanyaan ini yang kini perlu dijawab secara terbuka oleh pihak terkait.
Apakah terjadi keterlambatan distribusi? Apakah terdapat peningkatan permintaan secara signifikan? Apakah kapasitas pelayanan SPBU tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang datang? Ataukah terdapat persoalan teknis lain dalam rantai pasok?
PB HMMI meminta Pertamina Regional Sulawesi bersama pemerintah dan instansi terkait tidak berhenti pada pernyataan bahwa stok BBM aman.
“Jika stok aman, lalu di mana persoalannya? Apakah distribusinya bermasalah, pasokannya terlambat, atau ada persoalan lain? Ini harus dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat,” ujar Ikbal.
Antrean Bukan Sekadar Persoalan Menunggu
Bagi masyarakat, antrean BBM bukan sekadar persoalan menunggu beberapa menit lebih lama.
Jika antrean berlangsung berjam-jam dan terjadi berulang, kondisi tersebut dapat menyita waktu warga, mengganggu aktivitas pekerjaan, memengaruhi mobilitas, bahkan berpotensi memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada kendaraan.
Karena itu, persoalan ini perlu dilihat sebagai bagian dari kualitas pelayanan kebutuhan energi masyarakat.
Stok boleh disebut aman. Namun indikator yang dirasakan langsung masyarakat adalah ketersediaan BBM di SPBU.
Di sinilah transparansi menjadi penting.
Masyarakat membutuhkan informasi yang jelas mengenai jumlah stok, pola distribusi, jadwal pasokan, serta penyebab terjadinya antrean panjang apabila memang terdapat gangguan pada rantai distribusi.
CELEBES POST: Publik Berhak Bertanya
Sorotan PB HMMI menjadi bagian dari kontrol sosial terhadap pelayanan publik.
Pertanyaan yang muncul bukan untuk menghakimi pihak tertentu, melainkan untuk meminta penjelasan atas kondisi yang dirasakan langsung masyarakat.
Jika stok BBM memang aman, mengapa warga Sulsel masih harus mengantre berjam-jam?
Jawaban atas pertanyaan tersebut semestinya dapat diberikan secara terbuka, terukur, dan berbasis data.
CELEBES POST memandang bahwa persoalan ini perlu mendapat penjelasan resmi dari Pertamina Regional Sulawesi maupun pihak pemerintah terkait agar tidak berkembang menjadi spekulasi di tengah masyarakat.
Sebab, tugas pers bukan menjadi hakim. Pers bertugas mengajukan pertanyaan, menghadirkan fakta, dan memberi ruang kepada pihak terkait untuk menjelaskan.
Pada akhirnya, bukti dan data yang menentukan apakah persoalannya berada pada stok, distribusi, pelayanan SPBU, atau faktor lainnya.
CELEBES POST
Pewarta Penyambung Lidah Rakyat
Catatan Redaksi: CELEBES POST membuka ruang hak jawab dan hak koreksi kepada Pertamina Regional Sulawesi, pemerintah, maupun pihak terkait untuk memberikan klarifikasi, data, dan informasi pembanding atas pemberitaan ini.


