![]() |
| Dokumentasi kontributor Celebes Post |
MAKASSAR, CELEBES POST — Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Selatan mulai menggeber konsolidasi organisasi. Pelantikan DPW PAN Sulsel dan DPD PAN se-Sulsel yang dijadwalkan berlangsung di Claro Makassar, Rabu (7/10/2026), tak hanya menjadi seremoni pergantian atau pengukuhan kepengurusan.
Di balik agenda tersebut, PAN membawa pekerjaan politik yang lebih panjang: mempercepat pembentukan sekaligus membenahi struktur partai hingga ke tingkat desa di seluruh Sulawesi Selatan.
Hal itu disampaikan politisi PAN, Jabal Nur, terkait agenda pelantikan yang akan dihadiri langsung jajaran pimpinan pusat PAN.
Menurut Jabal Nur, Ketua Umum PAN dijadwalkan hadir langsung dan tidak diwakili, bersama Sekretaris Jenderal PAN serta jajaran pimpinan lainnya.
“Ketua umum akan hadir dan tidak diwakili,” demikian informasi yang disampaikan Jabal Nur.
PAN dan PUAN Dilantik Bersamaan
Agenda konsolidasi tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus DPW PAN Sulsel dan DPD PAN se-Sulsel secara serentak.
Pada momentum yang sama, akan dilaksanakan pelantikan pengurus DPW PUAN Sulsel dan DPD PUAN se-Sulsel.
Farah Puteri Nahlia, yang terpilih sebagai Ketua Umum DPP PUAN periode 2025–2030, dijadwalkan hadir untuk melantik kepengurusan PUAN di Sulawesi Selatan.
Dengan demikian, satu agenda besar di Claro Makassar tersebut akan mempertemukan konsolidasi struktur PAN sekaligus penguatan organisasi perempuan PAN melalui PUAN.
Jabal Nur: Bukan Sekadar Pelantikan
Bagi PAN Sulsel, pelantikan ini diposisikan sebagai bagian dari proses konsolidasi organisasi.
Jabal Nur menyebut percepatan pembentukan dan pembenahan struktur partai hingga tingkat desa menjadi salah satu agenda yang hendak dikuatkan.
Artinya, struktur partai tidak hanya berhenti pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota. PAN ingin memastikan organisasi dan jaringan kepartaian juga terbentuk hingga lapisan bawah.
Konsolidasi tersebut menjadi pekerjaan penting karena kekuatan organisasi di tingkat akar rumput merupakan salah satu bagian dari kerja politik partai dalam menghadapi agenda-agenda politik mendatang.
Namun, pelantikan tentu baru menjadi langkah awal. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kepengurusan yang telah dilantik benar-benar bergerak, menjalankan fungsi organisasi dan membangun komunikasi dengan masyarakat.
Target PAN: Ketua DPRD Sulsel
Di tengah agenda pembenahan struktur tersebut, PAN Sulsel juga mulai membidik target politik ke depan.
Jabal Nur menyampaikan harapan agar PAN nantinya mampu menempatkan kadernya sebagai Ketua DPRD Sulsel.
Target tersebut masih merupakan harapan politik dan realisasinya tentu bergantung pada dinamika politik serta perolehan kursi legislatif pada pemilu mendatang.
Karena itu, konsolidasi organisasi hingga tingkat desa menjadi salah satu bagian dari pekerjaan panjang yang harus dilakukan PAN apabila ingin memperkuat posisi politiknya di Sulawesi Selatan.
Elite DPP Turun Langsung, Konsolidasi Diuji di Lapangan
Kehadiran langsung Ketua Umum PAN bersama Sekjen dan jajaran pimpinan pusat menunjukkan bahwa agenda pelantikan di Sulsel mendapat perhatian dari tingkat pusat.
Namun, setelah prosesi pelantikan selesai, ukuran keberhasilan konsolidasi bukan lagi sekadar siapa yang hadir atau siapa yang dilantik.
Yang akan diuji adalah seberapa efektif struktur tersebut bekerja di lapangan.
Sebab, struktur partai yang kuat bukan hanya tercantum dalam surat keputusan, tetapi terlihat dari aktivitas organisasi, soliditas kepengurusan, komunikasi kader, serta kehadiran partai di tengah masyarakat.
Bagi PAN Sulsel, 7 Oktober 2026 menjadi salah satu momentum untuk memulai pekerjaan tersebut.
Pelantikan boleh berlangsung sehari, tetapi konsolidasi organisasi hingga tingkat desa adalah pekerjaan yang membutuhkan waktu, koordinasi dan kerja politik yang berkelanjutan.
Adi Kruch | MDS – CELEBES POST
Pewarta Penyambung Lidah Rakyat


