Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

KAPOLSEK RAPPOCINI TURUN KE SEKOLAH, PESAN TEGAS UNTUK PELAJAR MAN 1 MAKASSAR: JANGAN GADAIKAN MASA DEPAN DEMI GENG MOTOR DAN TAWURAN

Selasa, 20 Oktober 2026 | Oktober 20, 2026 WIB Last Updated 2026-10-20T11:25:17Z
Dokumentasi kontributor Celebes Post 


CELEBES POST ||MAKASSAR — Masa depan seorang pelajar tidak seharusnya dipertaruhkan hanya demi ajakan teman, geng motor, tawuran, atau balapan liar. Pesan itulah yang ditegaskan Kapolsek Rappocini Polrestabes Makassar, Kompol Ismail, S.E., M.M., saat menjadi pembina upacara di MAN 1 Makassar, Senin (19/10/2026).


Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 07.30 WITA hingga selesai tersebut merupakan bagian dari program Polisi Peduli Pendidikan. Bertempat di MAN 1 Makassar, Jalan Talasalapang, Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, kegiatan ini menjadi momentum untuk mengajak para pelajar lebih peduli terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


Di hadapan guru dan siswa-siswi, Kompol Ismail menekankan bahwa menjaga keamanan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat kepolisian. Lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan nyaman juga membutuhkan kesadaran serta keterlibatan para pelajar.


Dokumentasi kontributor Celebes Post 

Dokumentasi kontributor Celebes Post 

Dokumentasi kontributor Celebes Post 

Dokumentasi kontributor Celebes Post 

Dokumentasi kontributor Celebes Post 


Jauhi Tawuran, Geng Motor, dan Balapan Liar


Dalam arahannya, Kapolsek Rappocini mengingatkan para siswa agar tidak mudah terbawa arus pergaulan negatif. Menurut imbauan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, keterlibatan dalam aktivitas yang mengganggu ketertiban umum dapat membawa risiko bagi keselamatan diri sendiri maupun orang lain.


Ia secara khusus meminta para pelajar menjauhi kelompok geng motor, tawuran antarpelajar, balapan liar, serta berbagai bentuk kenakalan remaja lainnya.


“Saya mengajak seluruh siswa-siswi MAN 1 Makassar untuk senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Fokuslah belajar, raih cita-cita, hormati guru dan orang tua, serta jangan mudah terpengaruh ajakan teman untuk melakukan kegiatan negatif seperti geng motor, tawuran, dan balapan liar yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” imbau Kompol Ismail.


Pesan tersebut menempatkan kedisiplinan dan tanggung jawab sebagai bagian penting dari kehidupan pelajar. Sebab, keberanian seorang siswa tidak semestinya diukur dari keterlibatannya dalam aksi berisiko, melainkan dari kemampuannya menjaga diri, menghormati orang lain, dan mengambil keputusan yang tidak merugikan masa depannya.


Polisi Peduli Pendidikan, Bangun Kesadaran Sejak Dini


Program Polisi Peduli Pendidikan merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan. Melalui kegiatan di lingkungan sekolah, kepolisian berupaya membangun kedekatan dengan generasi muda sekaligus menyampaikan pesan tentang kedisiplinan, kesadaran hukum, dan pentingnya menjaga kamtibmas.


Kehadiran Kapolsek sebagai pembina upacara juga menjadi ruang komunikasi langsung antara kepolisian dan para pelajar. Pendekatan seperti ini diharapkan dapat membantu menumbuhkan pemahaman bahwa keamanan sekolah tidak hanya berkaitan dengan aturan, tetapi juga dengan perilaku sehari-hari seluruh warga sekolah.


Meski demikian, pesan kamtibmas tentu perlu berjalan seiring dengan pembinaan yang berkelanjutan. Peran guru, orang tua, lingkungan pergaulan, dan aparat terkait tetap penting agar para pelajar memiliki ruang tumbuh yang aman serta dukungan ketika menghadapi pengaruh negatif.


Pelajar Bukan Sekadar Objek Imbauan, tetapi Bagian dari Solusi


Melalui kegiatan tersebut, para siswa-siswi MAN 1 Makassar diharapkan mampu mengambil peran aktif dalam menjaga ketertiban, membangun pergaulan yang sehat, serta menciptakan suasana belajar yang aman dan kondusif.


Pada akhirnya, menjaga masa depan generasi muda tidak cukup hanya dengan melarang tawuran, geng motor, atau balapan liar. Dibutuhkan keteladanan, pendampingan, dan kerja sama antara sekolah, keluarga, masyarakat, serta kepolisian.


Pesan Kapolsek Rappocini menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya soal mengejar prestasi akademik. Lebih dari itu, pendidikan juga membentuk karakter, tanggung jawab, dan kesadaran untuk hidup berdampingan secara tertib.


Sebab, masa depan yang baik dibangun melalui prestasi dan karakter, bukan melalui aksi yang mempertaruhkan keselamatan.



eKARCA | CELEBES POST — Pewarta Penyambung Lidah Rakyat

×
Berita Terbaru Update