Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

MAKASSAR DARURAT TAWURAN! 27 ORANG DICIDUK DI TIGA ZONA MERAH, SABU, 20 BUSUR PANAH DAN BADIK DISITA POLISI

Jumat, 06 November 2026 | November 06, 2026 WIB Last Updated 2026-11-05T16:30:35Z
Sejumlah kawasan yang menjadi sasaran operasi meliputi Kampung Sapiria dan Bortak di Kecamatan Tallo, Kampung Kandea 3 di Kecamatan Bontoala, serta Kampung Bara-Baraya dan Antobar di Kecamatan Makassar


CELEBES POST | MAKASSAR, SULAWESI SELATAN — Situasi keamanan di sejumlah kawasan Kota Makassar kembali menjadi perhatian serius. Tiga wilayah yang selama ini dikenal rawan perang kelompok digerebek aparat gabungan kepolisian. Hasilnya, sebanyak 27 orang diamankan, sementara sejumlah barang berbahaya mulai dari narkotika jenis sabu hingga puluhan busur panah ditemukan dalam operasi tersebut.


Penggerebekan yang berlangsung Rabu (4/11/2026) sore itu melibatkan Resmob Polda Sulawesi Selatan, Unit Jatanras Polrestabes Makassar, serta jajaran kepolisian sektor.


Operasi tersebut menyasar sejumlah kawasan yang masuk dalam pemetaan zona merah tawuran. Aparat bergerak untuk memutus potensi aksi kekerasan antar kelompok yang selama ini dinilai meresahkan masyarakat.


Puluhan orang yang diamankan kini menjalani pemeriksaan. Polisi masih mendalami peran masing-masing, termasuk kemungkinan keterlibatan dalam aksi tawuran, kepemilikan senjata tajam, hingga temuan narkotika di lokasi penggerebekan.


TIGA KAWASAN ZONA MERAH JADI SASARAN


Penindakan dilakukan di tiga wilayah hukum kepolisian, yakni Polsek Makassar, Polsek Bontoala, dan Polsek Tallo.


Sejumlah kawasan yang menjadi sasaran operasi meliputi Kampung Sapiria dan Bortak di Kecamatan Tallo, Kampung Kandea 3 di Kecamatan Bontoala, serta Kampung Bara-Baraya dan Antobar di Kecamatan Makassar.


Wilayah-wilayah tersebut disebut masuk dalam pemetaan kawasan rawan tawuran karena berulang kali diwarnai aksi perang kelompok.


Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sulsel, Kompol Benny Pornika, mengatakan tindakan kepolisian dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


"Sekarang dalam zona merah karena di daerah itu sering melakukan perang kelompok sehingga dapat meresahkan masyarakat. Oleh karena itu kami melakukan tindakan tegas," ujar Benny, Rabu (4/11/2026) malam.


Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kepolisian memberikan perhatian khusus terhadap kawasan yang berulang kali menjadi titik konflik antarkelompok.


10 SACHET SABU, 20 BUSUR PANAH DAN BADIK DITEMUKAN


Yang membuat operasi ini semakin menjadi sorotan adalah temuan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan tindak pidana.


Dalam penggerebekan tersebut, aparat mengamankan 10 sachet sabu yang diduga siap edar, dua alat isap bong, 20 busur panah, serta senjata tajam jenis badik.


Temuan tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai potensi pertemuan antara persoalan narkotika dan aksi kekerasan jalanan.


Namun, polisi belum memastikan adanya hubungan langsung antara narkotika yang ditemukan dengan aksi tawuran yang selama ini terjadi.


Benny mengatakan pihaknya masih mendalami kemungkinan tersebut dengan berkoordinasi bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel dan jajaran Satresnarkoba.


"Bisa jadi seperti itu (narkoba menjadi pemicu tawuran), karena kita akan berkoordinasi dengan Direktorat Narkoba dan Kasat Narkoba untuk tindak lanjutnya," jelasnya.


Dengan demikian, keterkaitan antara temuan sabu dan aksi perang kelompok masih menjadi bagian dari pendalaman aparat.


ALAT GERINDA DIDUGA DIGUNAKAN MEMBUAT SENJATA


Selain narkotika dan senjata tajam, aparat juga menemukan sebuah alat gerinda di dalam rumah yang berada di salah satu kawasan rawan tawuran.


Alat tersebut diduga digunakan untuk membuat atau memodifikasi senjata tajam.


Polisi turut mengamankan seseorang yang diduga berkaitan dengan aktivitas pembuatan senjata tersebut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


Temuan ini menambah perhatian terhadap kemungkinan adanya aktivitas persiapan senjata di lingkungan yang selama ini masuk dalam pemetaan wilayah rawan konflik.


Meski demikian, dugaan penggunaan gerinda untuk memproduksi senjata masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan dan pendalaman kepolisian.


MAYORITAS YANG DIAMANKAN MASIH REMAJA


Hal lain yang tidak kalah memprihatinkan adalah keterangan polisi bahwa sebagian besar dari 27 orang yang diamankan masih berusia remaja.


Kondisi ini menjadi perhatian tersendiri karena persoalan tawuran tidak hanya berkaitan dengan keamanan lingkungan, tetapi juga masa depan generasi muda.


Polisi masih memeriksa keterlibatan masing-masing orang, termasuk menelusuri siapa yang diduga memiliki senjata tajam dan siapa yang berkaitan dengan temuan narkotika.


Benny menegaskan bahwa pihaknya akan memproses mereka yang terbukti terlibat sesuai ketentuan hukum.


"Langsung diproses, terus sama yang sabu-sabu tadi juga kita akan proses bersama Direktorat Narkoba," tegasnya.


Proses hukum terhadap para remaja yang diamankan harus tetap memperhatikan status hukum masing-masing serta ketentuan perlindungan anak apabila terdapat pihak yang masih di bawah umur.


POLISI DITANTANG PUTUS RANTAI TAWURAN


Penggerebekan di tiga kawasan tersebut menjadi langkah penindakan yang diharapkan mampu menekan aksi perang kelompok di Makassar.


Namun, penindakan semata belum tentu cukup untuk menyelesaikan persoalan yang berulang.


Pencegahan, pengawasan lingkungan, pembinaan remaja, peran keluarga, serta keterlibatan tokoh masyarakat menjadi bagian penting untuk memutus mata rantai kekerasan.


Temuan narkotika dan alat yang diduga digunakan untuk membuat senjata juga membutuhkan pendalaman tersendiri agar setiap perkara dapat ditangani secara tepat.


Masyarakat tentu mengharapkan agar kawasan yang selama ini dicap sebagai zona merah tidak terus-menerus menjadi tempat tumbuhnya konflik dan ketakutan.


Makassar membutuhkan rasa aman, bukan perang kelompok. Generasi mudanya membutuhkan masa depan, bukan busur panah, badik, dan narkoba.


Kini publik menunggu keseriusan aparat dalam menuntaskan pemeriksaan, mengungkap peran masing-masing pihak, serta memastikan kawasan rawan tawuran benar-benar kembali aman.


(Redaksi CELEBES POST)

×
Berita Terbaru Update