![]() |
| masyarakat Dusun SAE, Desa Embontana, Kecamatan Seko |
CELEBES POST | Luwu Utara — Semangat kebersamaan dan nilai luhur gotong royong kembali hidup di tengah masyarakat Dusun SAE, Desa Embontana, Kecamatan Seko. Pada Senin, 19 Januari 2026, sejak pukul 09.00 hingga 13.00 WITA, warga bersama unsur pemerintah dan aparat keamanan bahu-membahu melaksanakan kegiatan pengangkutan ramuan kayu dari hutan menuju badan jalan sebagai persiapan pembenahan jembatan yang mengalami kerusakan berat.
Jembatan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat Dusun SAE dan sekitarnya, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun pelayanan sosial. Kondisinya yang rusak parah mendorong warga untuk tidak berpangku tangan. Dengan alat sederhana dan tenaga sukarela, kayu-kayu dari hutan diangkut secara manual sebagai material utama perbaikan sementara jembatan.
Kegiatan gotong royong ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Turut hadir dan terlibat langsung di lapangan, Anggota Dewan Topel, S.Pd, Camat Seko Tahir, S.Pd, Sekcam Seko Joni Pasulle, S.P, Kepala Desa Embontana S., S.Sos, serta unsur Pemerintah Desa Tanamakelang. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menjadi bukti nyata keberpihakan terhadap kebutuhan mendesak masyarakat.
Selain itu, kegiatan juga dihadiri tokoh-tokoh masyarakat yang tergabung dalam Forum Sallombengan, yang selama ini aktif mendorong persatuan dan partisipasi warga dalam pembangunan desa. Dari unsur keamanan, tampak Babinsa Sertu Rahmad Zaman, serta Bhabinkamtibmas Aipda Frengky N.T dan Aipda Forki, S.H, yang ikut memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Camat Seko, Tahir, S.Pd, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan kekompakan warga Dusun SAE. Menurutnya, gotong royong seperti ini bukan hanya mempercepat penyelesaian masalah infrastruktur, tetapi juga memperkuat ikatan sosial antarwarga.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa dengan kebersamaan, keterbatasan bukan penghalang. Pemerintah kecamatan tentu akan terus mendorong dan mengawal upaya perbaikan infrastruktur demi keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Anggota Dewan Topel, S.Pd menegaskan bahwa aspirasi masyarakat terkait kondisi jembatan akan menjadi perhatian serius untuk diperjuangkan di tingkat yang lebih tinggi, agar ke depan perbaikan permanen dapat segera direalisasikan.
Gotong royong di Dusun SAE hari itu bukan sekadar memindahkan kayu, tetapi memindahkan harapan. Di tengah keterbatasan akses dan medan yang sulit, semangat persatuan menjadi jembatan utama yang menghubungkan kebutuhan rakyat dengan cita-cita pembangunan yang berkeadilan.
Dengan nilai-nilai kebersamaan seperti ini, Dusun SAE membuktikan bahwa kekuatan masyarakat adalah fondasi utama pembangunan desa yang tangguh dan berkelanjutan.
AGUS _ CELEBES POST




