![]() |
| AKP Andik Wahyu Kapolsek Biringkanaya |
CELEBES POST| Makassar, Sulsel – Aksi brutal geng motor yang meresahkan warga Kota Makassar akhirnya menemui titik terang. Polisi kembali menangkap satu pelaku kunci bernama Lala (18), yang diduga kuat sebagai otak penyerangan terhadap warga dan aksi pelemparan kantor ekspedisi di depan GOR Sudiang, Kecamatan Biringkanaya.
Penangkapan Lala menjadi babak penting dalam pengungkapan kasus yang sempat menggemparkan warga pada Minggu (18/1) dini hari lalu.
Kanit Reskrim Polsek Biringkanaya, Iptu Uji Mughni, mengungkapkan bahwa Lala diamankan di wilayah Kecamatan Biringkanaya pada Sabtu (31/1). Dengan penangkapan tersebut, total pelaku yang sudah diamankan polisi berjumlah 13 orang.
“Jadi terkait dengan peristiwa penyerangan di depan GOR Sudiang yang terjadi sekitar tanggal 18 Januari, yang sudah kami amankan keseluruhan itu ada 13 orang. Untuk anak sudah kami lakukan diversi, sedangkan yang dewasa kita laksanakan proses hukum,” ujar Uji kepada wartawan.
Janjian Tawuran di Media Sosial
Dari hasil penyelidikan, aksi penyerangan tersebut bukan terjadi secara spontan. Para pelaku diketahui lebih dulu membuat kesepakatan melalui media sosial untuk saling serang.
“Mereka ini saling janjian untuk saling serang di media sosial. Jadi memang ada masalah antara sesama mereka gengnya,” jelas Uji.
Rombongan geng motor yang berjumlah sekitar 20 sepeda motor datang secara konvoi ke kawasan GOR Sudiang. Mereka kemudian menyerang sebuah kantor jasa pengiriman barang dengan melempari batu secara brutal.
Akibat aksi anarkis itu, satu pegawai jasa pengiriman mengalami luka di bagian pelipis kanan akibat serpihan kaca yang pecah dihantam batu.
Panit Resmob Polsek Biringkanaya, Ipda Dian Mandala Putra, sebelumnya menjelaskan bahwa 12 pelaku lebih dulu ditangkap pada Senin (19/1), sehari setelah kejadian.
“Penyerangan terjadi di kawasan GOR Sudiang saat rombongan konvoi sekitar 20 sepeda motor menyerang sebuah jasa pengiriman barang. Para pelaku melempari kantor tersebut dengan batu hingga menyebabkan seorang pegawai terluka akibat serpihan kaca di pelipis kanan,” ungkap Dian.
Lala Disebut Dalang
Dalam pemeriksaan, para pelaku mengakui bahwa Lala merupakan pihak yang pertama kali mengajak dan menghasut rekan-rekannya untuk melakukan penyerangan. Polisi menyebut Lala sebagai dalang di balik aksi brutal tersebut.
“Termasuk dari keterangan mereka bahwa Lala ini adalah yang mengajak pertama,” tegas Uji.
Sejumlah barang bukti turut diamankan dalam pengungkapan kasus ini, di antaranya rekaman CCTV, senjata tajam jenis samurai dan parang yang digunakan saat penyerangan.
Satu Pelaku Sempat Diamuk Warga
Dalam insiden tersebut, satu orang pelaku sempat tertinggal dan diamuk warga hingga terkapar di jalanan. Ia tidak sempat melarikan diri saat rekannya terdesak dan kabur meninggalkan lokasi.
Aksi geng motor ini kembali menjadi alarm keras bagi aparat dan masyarakat Makassar. Fenomena tawuran yang berawal dari provokasi di media sosial kini berubah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga.
Polsek Biringkanaya memastikan proses hukum terhadap pelaku dewasa akan berjalan tegas sesuai ketentuan yang berlaku, sementara terhadap pelaku anak dilakukan pendekatan diversi sebagaimana diatur dalam sistem peradilan anak.
CELEBES POST menegaskan, ruang publik bukan arena unjuk brutalitas. Aparat diminta tidak hanya menindak, tetapi juga membongkar jaringan dan pola rekrutmen geng motor yang kian meresahkan. Kota ini tidak boleh tunduk pada teror konvoi liar dan senjata tajam di tengah malam.
DDL CELEBES POST

