Notification

×

Iklan

Iklan

Sentuhan Kemanusiaan di Tengah Banjir Antang, Yayasan Buddha Tzu Chi Salurkan Bantuan untuk Warga Pengungsian

Kamis, 26 Februari 2026 | Februari 26, 2026 WIB Last Updated 2026-02-26T15:09:44Z
kepedulian hadir melalui aksi nyata kemanusiaan yang dilakukan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia 


CELEBES POST | Makassar, Sulsel — Derita warga terdampak banjir di Perumnas Antang Blok 10 RW 13, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, sedikit terobati. Kamis (26/02/2026), kepedulian hadir melalui aksi nyata kemanusiaan yang dilakukan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dengan menyalurkan bantuan langsung ke lokasi pengungsian.


Bantuan kemanusiaan tersebut diberikan kepada warga yang rumahnya terendam banjir dan terpaksa mengungsi, sebagian besar berlindung di masjid sekitar lingkungan RW 13. Dalam suasana haru namun penuh harapan, paket sembako diserahkan langsung kepada para penyintas yang masih berjuang menghadapi dampak bencana.


kepedulian hadir melalui aksi nyata kemanusiaan yang dilakukan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia 

kepedulian hadir melalui aksi nyata kemanusiaan yang dilakukan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia 


Upaya Meringankan Beban Korban


Penyaluran bantuan dilakukan melalui kolaborasi antara Yayasan Buddha Tzu Chi bersama pihak Kelurahan Manggala serta perangkat lingkungan setempat. Bantuan berupa beras, mie instan, dan air mineral menjadi kebutuhan mendesak bagi warga yang saat ini kehilangan akses dapur dan aktivitas normal di rumah mereka.


Pengurus Yayasan Buddha Tzu Chi, Henny Laurence, menegaskan bahwa kehadiran bantuan ini merupakan bentuk tanggung jawab kemanusiaan di tengah situasi darurat.


“Bantuan ini sangat penting dalam kondisi seperti sekarang. Kami berusaha memberi dukungan bagi saudara-saudara kita yang rumahnya terendam banjir dan harus mengungsi. Semoga ini bisa membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka,” ujarnya saat ditemui di lokasi penyaluran.

 

Ia juga menekankan bahwa sinergi antara masyarakat, pemerintah kelurahan, serta perangkat RW dan RT menjadi kunci dalam mempercepat respons bencana.



Harapan dari Pengungsian


Di sisi lain, rasa syukur terpancar dari para warga penerima bantuan. Bagi mereka, bantuan tersebut bukan sekadar paket makanan, tetapi simbol kepedulian yang memberi kekuatan moral di tengah ketidakpastian.


Salah seorang warga pengungsian mengungkapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat.


“Kami sangat bersyukur. Bantuan ini membantu kami bertahan dalam kondisi sulit. Terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi serta Pak Lurah Sukri Abbas, Ibu RW 13 Justin, dan semua pihak yang sudah menghadirkan donatur untuk kami,” tuturnya.

 

Distribusi dan Pemantauan Berkelanjutan


Proses distribusi bantuan dilakukan langsung di titik-titik pengungsian dengan melibatkan Lurah Manggala, Ketua RW 13, serta perangkat RT 02 dan RT 03. Pendekatan langsung ini memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima warga yang benar-benar membutuhkan.


Lurah Manggala, Sukri Abbas, menyampaikan bahwa pihaknya bersama perangkat wilayah akan terus memantau perkembangan kondisi banjir di Perumnas Antang serta memastikan setiap bantuan yang datang dapat disalurkan sesuai kebutuhan warga.


Solidaritas yang Menjadi Harapan


Bencana banjir yang melanda kawasan padat penduduk tersebut tidak hanya meninggalkan kerugian material, tetapi juga luka psikologis bagi warga. Namun di tengah keterbatasan, solidaritas berbagai pihak menghadirkan secercah harapan.


Kehadiran relawan, donatur, dan pemerintah setempat membuktikan bahwa di balik genangan air dan rumah yang terendam, masih ada kepedulian yang mengalir deras — menjadi kekuatan bagi warga untuk bangkit kembali.



(CELEBES POST)

Banner Utama

coklat-inspirasi-berita-baru-instagram-post-20241022-060924-0000
×
Berita Terbaru Update