Notification

×

Iklan

Iklan

Cinta Berujung Teror: Wakil Direktur PT Siber Multi Media Disiram Air Keras di Kamar Sendiri, Wajah Hancur 70 Persen!

Rabu, 18 Maret 2026 | Maret 18, 2026 WIB Last Updated 2026-03-17T18:48:17Z
Dokumentasi Kontributor Celebes Post 


CELEBES POST | Makassar, – Peristiwa keji yang mengguncang nurani publik terjadi di Kota Makassar. 00perempuan bernama UB (37), Wakil Direktur PT SMM, menjadi korban penyiraman air keras oleh pria berinisial AL, yang diduga merupakan mantan kekasihnya sendiri.


Aksi brutal itu terjadi di rumah korban di Jalan Deppasawi Dalam No. 64, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, pada dini hari saat warga masih terlelap.


Diteror di Dalam Kamar: Diserang Saat Tak Berdaya


Berdasarkan keterangan keluarga dan laporan kepolisian, kejadian berlangsung pada Senin, 17 Maret 2026 sekitar pukul 01.30 WITA.


Korban saat itu tengah tertidur seorang diri di dalam kamar. Pelaku diduga masuk dengan cara melompati pagar rumah, lalu mengintai melalui jendela sebelum melancarkan aksinya.


Tanpa ampun, pelaku menyiramkan air keras ke arah wajah dan tubuh korban.


Serangan tersebut menyebabkan luka bakar serius hingga sekitar 70 persen, dengan kerusakan paling parah pada bagian wajah—membuat kondisi korban sangat memprihatinkan.


Garis warna kuning pelaku penyiraman air keras

Cctv terlihat Pelaku penyiraman air keras 


Korban kini dirawat intensif Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.


Pelaku Orang Dekat: Relasi Asmara Berubah Jadi Teror


Rekaman CCTV mengungkap bahwa pelaku hanya satu orang dan bukan sosok asing. Ia diketahui memiliki hubungan dekat dengan korban di masa lalu.


Anak korban, Ay, menyebut pelaku merupakan mantan rekan kerja yang sempat menjalin hubungan asmara dengan ibunya.


Namun hubungan itu berakhir setelah korban mengetahui pelaku diduga kerap berselingkuh dan menjalani aktivitas negatif.


Fakta mengejutkan lainnya, pelaku ternyata masih berstatus sebagai suami sah dari perempuan lain, meskipun sempat mengaku telah bercerai.


“Awalnya baik, tapi setelah ibu saya tahu dia sering berbohong dan punya hubungan lain, hubungan itu dihentikan,” ungkap Ay.


Motif penyerangan diduga kuat karena sakit hati dan penolakan. Pelaku tidak terima diputus oleh korban.


Tak hanya itu, pelaku juga diduga tersinggung setelah korban menolak uang darinya yang disebut berasal dari aktivitas tambang ilegal di wilayah Papua dan Bombana.


Polisi Bergerak, Pelaku Diburu


Kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian dengan nomor:


LP/B/120/III/2026/SPKT/Polsek Tamalate/Polrestabes Makassar/Polda Sulawesi Selatan


Aparat dari Polsek Tamalate dan Polrestabes Makassar langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku.


Sejumlah bukti, termasuk rekaman CCTV dan jejak komunikasi, telah dikantongi.


Pelaku dijerat dengan dugaan penganiayaan berat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.


LSM Pemburu Keadilan: Ini Kejahatan Sadis, Harus Pasal Berlapis!


Ketua Wilayah Sulawesi Selatan LSM Pemburu Keadilan, Agung Gunawan, S.H., mengecam keras aksi tersebut.


“Ini bukan sekadar penganiayaan. Ini tindakan sadis, terencana, dan masuk kategori kekerasan terhadap perempuan. Pelaku harus dihukum maksimal,” tegasnya.


Ia menegaskan bahwa pelaku layak dijerat pasal berlapis, antara lain:


Penganiayaan berat dalam UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP


Percobaan pembunuhan, karena menyerang bagian vital dengan zat berbahaya


Perencanaan kejahatan, karena pelaku menyiapkan waktu, cara, dan alat


UU No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), dalam konteks kekerasan berbasis gender terhadap perempuan


“Ini bisa mengarah pada percobaan pembunuhan berencana dan kekerasan berbasis gender. Penegak hukum harus berani membuka itu secara terang,” ujarnya.


Ia juga mendesak Polrestabes Makassar untuk segera menangkap pelaku.


“Jangan beri ruang bagi pelaku kekerasan terhadap perempuan. Jika lambat, ini mencederai rasa keadilan publik,” tambahnya.


Keluarga Korban: Tegakkan Keadilan!


Di tengah kondisi korban yang kritis, keluarga meminta keadilan ditegakkan tanpa kompromi.


“Kami ingin pelaku segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya. Ini sangat keji dan tidak manusiawi,” tegas Ay.


Catatan CELEBES POST: Cinta Bisa Jadi Senjata Mematikan


Kasus ini menjadi alarm keras bahwa relasi yang tidak sehat bisa berubah menjadi kekerasan ekstrem.


Penyiraman air keras bukan hanya melukai tubuh, tetapi juga berpotensi menghancurkan masa depan korban secara permanen—baik fisik maupun psikologis.


Lebih jauh, ini adalah potret nyata kekerasan berbasis gender terhadap perempuan yang harus dilawan bersama.


Publik kini menunggu ketegasan aparat untuk menuntaskan kasus ini hingga ke akar, sekaligus memberi efek jera bagi pelaku kejahatan serupa.



(ADI Krucil | CELEBES POST)

Banner Utama

coklat-inspirasi-berita-baru-instagram-post-20241022-060924-0000
×
Berita Terbaru Update