Notification

×

Iklan

Iklan

Laut Selayar ‘Memuntahkan’ 25 Kg Kokain: Jejak Kartel Narkoba Internasional Diduga Menyusup ke Sulsel

Minggu, 15 Maret 2026 | Maret 15, 2026 WIB Last Updated 2026-03-14T17:14:58Z
Ilustrasi Celebes Post 


CELEBES POST | SELAYAR – Pagi yang tenang di pesisir Kabupaten Kepulauan Selayar mendadak berubah menjadi pusat perhatian. Nelayan yang sedang menurunkan jaring tak menyangka laut yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka menyimpan jejak gelap perdagangan narkotika internasional. Puluhan paket berisi serbuk putih yang diduga kokain ditemukan terdampar di dua lokasi berbeda, memicu kekhawatiran serius akan eksistensi jaringan narkoba di jalur laut Sulawesi Selatan.


Temuan pertama terjadi di Kecamatan Bontosikuyu. Beberapa nelayan menemukan paket mencurigakan yang setelah diperiksa berisi sekitar 5 kilogram kokain. Tak lama berselang, warga di Kecamatan Bontomanai menemukan paket serupa dengan jumlah jauh lebih besar, yakni sekitar 20 kilogram. Jika digabung, total narkotika yang ditemukan mencapai sekitar 25 kilogram kokain.


Semua paket langsung diamankan oleh Polres Kepulauan Selayar untuk penyelidikan lebih lanjut. Kasubsi Humas Polres Kepulauan Selayar, Suardi Andre, menjelaskan pihaknya masih menelusuri asal-usul barang haram tersebut.


Di lokasi penemuan, warga juga menemukan sejumlah sepatu impor bertuliskan “Kolombia”, memperkuat dugaan keterlibatan jaringan narkoba internasional.


“Di sekitar barang itu ditemukan sepatu-sepatu impor dari Kolombia. Ada yang dijual oleh masyarakat sekitar Rp200 ribu,” ujar Suardi.

 


Temuan sepatu ini memunculkan dugaan kuat bahwa paket kokain tersebut merupakan bagian dari rantai penyelundupan narkoba lintas negara yang kemungkinan berasal dari Amerika Selatan. Hingga kini, polisi masih menyelidiki apakah paket ini sengaja dibuang di laut, atau akibat kecelakaan kapal.


“Bisa saja diselundupkan lewat laut, misalnya disembunyikan di dalam barang-barang seperti sepatu bekas. Namun apakah kapal yang membawa barang itu mengalami insiden atau paketnya sengaja dibuang, semuanya masih dalam tahap penyelidikan,” jelas Suardi.

 


Analisis MAKI: Jalur Laut Indonesia Masih Rawan


Direktur Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Hidayat Akbar, menekankan bahwa temuan kokain dalam jumlah besar ini menunjukkan bahwa jalur laut Indonesia sangat rawan dimanfaatkan kartel internasional.


“Kolombia adalah salah satu produsen kokain terbesar dunia. Jika benar barang berasal dari sana, ini bukan sekadar kasus lokal, melainkan jaringan narkoba lintas benua,” ujar Hidayat.

 


Ia menambahkan kemungkinan metode “dumping cargo”, praktik membuang barang ke laut untuk menghindari aparat, sebagai salah satu skema jaringan narkoba. Hidayat menekankan bahwa pengawasan lintas lembaga seperti Badan Narkotika Nasional dan TNI Angkatan Laut harus diperkuat untuk menutup celah distribusi narkotika internasional melalui perairan Indonesia.


Komentar Pengamat Hukum: Aparat Harus Dievaluasi


Pengamat hukum dari Law Firm KEADILAN INSAN NUSANTARA, Aswandi Hijrah SH MH, memberikan analisis kritis terkait efektivitas aparat penegak hukum dan BNNP Sulsel.


“Eksistensi BNNP Sulsel dan aparat terkait harus dievaluasi. Bagaimana mungkin 25 kilogram kokain bisa sampai terdampar di pesisir tanpa ada indikasi gangguan atau deteksi? Ini menunjukkan ada celah serius dalam pengawasan dan penegakan hukum,” tegas Aswandi.

 


Ia menambahkan, narkotika di Sulsel “tumbuh subur bak jamur di musim hujan” karena lemahnya pengawasan di jalur laut. Aswandi menekankan perlunya koordinasi antar lembaga dan strategi pengawasan lebih agresif untuk menutup jalur distribusi narkoba yang memanfaatkan wilayah perairan Indonesia.


Alarm Serius Bagi Wilayah Perairan Sulawesi Selatan


Kasus terdamparnya 25 kilogram kokain di Selayar menjadi peringatan keras bagi aparat keamanan dan masyarakat pesisir. Jika benar terkait jaringan internasional, perairan Sulawesi Selatan berpotensi menjadi jalur distribusi narkotika global.


Masyarakat diimbau tetap waspada dan segera melaporkan kepada aparat jika menemukan benda mencurigakan di pesisir atau laut. Di balik ombak yang tampak tenang, temuan ini menegaskan satu hal: perang melawan narkotika tidak hanya terjadi di darat, tetapi juga di lautan luas yang seolah menjadi panggung operasi kartel internasional.


Sumber: https://www.instagram.com/reel/DV3MnbTE9h4/?igsh=Nzc1NW5vaHMyb3R4


MDS CELEBES 

Banner Utama

coklat-inspirasi-berita-baru-instagram-post-20241022-060924-0000
×
Berita Terbaru Update