Notification

×

Iklan

Iklan

Terbongkar di Ulugalung: Manajemen SPBU dan Pengumpul Solar Akui Pengambilan 60–70 Jerigen BBM Setiap Hari

Jumat, 06 Maret 2026 | Maret 06, 2026 WIB Last Updated 2026-03-05T16:48:53Z
Dokumentasi Celebes Post Dalam Investigasi 


CELEBES POST | WAJO - Dugaan praktik distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang tidak lazim di SPBU No. 74.9009.01 Ulugalung, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, akhirnya menemui titik terang. Setelah dilakukan konfirmasi langsung oleh Redaksi Celebes Post, pihak manajemen SPBU Ulugalung bersama seorang pengumpul solar bernama Baha mengakui adanya aktivitas pengambilan BBM dalam jumlah besar menggunakan jerigen setiap hari.


Pengakuan tersebut memperkuat informasi yang sebelumnya beredar di masyarakat terkait aktivitas pengambilan sekitar 60 hingga 70 jerigen BBM per hari, dengan kapasitas masing-masing jerigen berkisar 32 hingga 33 liter.


Jika dihitung secara kasar, volume tersebut dapat mencapai 1.200 hingga 1.750 liter BBM dalam satu hari, jumlah yang dinilai sangat besar untuk pengambilan menggunakan jerigen.


SPBU 74.909.01

AKTIVITAS LEGAL PENGEPULAN SPBU


Bukan Karyawan, Tapi Ambil BBM Setiap Hari


Berdasarkan keterangan yang diterima Celebes Post, sosok Baha disebut bukan merupakan karyawan resmi SPBU, namun setiap hari melakukan pengambilan BBM dalam jumlah besar dengan alasan untuk kebutuhan petani.


Meski demikian, praktik tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Pasalnya, aktivitas pengambilan BBM dalam jumlah besar menggunakan jerigen terjadi hampir setiap hari tanpa jeda, sehingga menimbulkan dugaan adanya potensi penyalahgunaan distribusi BBM.


Sejumlah warga menilai alasan “kebutuhan petani” menjadi sulit diterima secara logika apabila jumlah yang diambil mencapai puluhan jerigen setiap hari.


“Kalau memang untuk petani, mestinya ada mekanisme yang jelas dan tidak setiap hari sebanyak itu. Ini yang membuat masyarakat curiga,” ungkap salah seorang warga setempat.


Celebes Post Lakukan Konfirmasi Resmi


Sebelum berita ini diterbitkan, Redaksi Celebes Post telah mengirimkan konfirmasi resmi kepada pihak SPBU No. 74.9009.01 Ulugalung pada Rabu malam (5/3/2026).


Dalam pesan konfirmasi tersebut, redaksi mempertanyakan informasi mengenai dugaan pendistribusian BBM yang tidak sesuai prosedur, khususnya terkait pengambilan oleh pihak bernama Baha yang disebut mengambil sekitar 60 hingga 70 jerigen BBM setiap hari.


Dari hasil komunikasi yang dilakukan, pihak manajemen SPBU Pak Una, bersama pihak pengumpul solar mengakui bahwa aktivitas pengambilan BBM tersebut memang terjadi.


Sorotan Terhadap Distribusi BBM Bersubsidi


Kasus ini kembali membuka diskusi publik mengenai pengawasan distribusi BBM bersubsidi di tingkat SPBU. Pengambilan BBM menggunakan jerigen dalam jumlah besar seringkali menjadi celah yang berpotensi disalahgunakan, baik untuk penimbunan maupun penjualan kembali dengan harga yang lebih tinggi.


Padahal, BBM bersubsidi sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat kecil seperti petani, nelayan, dan pelaku usaha mikro yang benar-benar membutuhkan.


Apabila distribusi tidak diawasi dengan ketat, maka potensi penyimpangan dapat berdampak langsung pada masyarakat yang seharusnya menjadi penerima manfaat utama.


Publik Menunggu Penjelasan Lebih Lanjut


Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap adanya penjelasan yang lebih transparan mengenai mekanisme distribusi BBM tersebut, termasuk apakah pengambilan dalam jumlah besar menggunakan jerigen telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Selain itu, sejumlah pihak juga mendorong agar instansi terkait melakukan penelusuran lebih lanjut, guna memastikan bahwa distribusi BBM berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan masyarakat luas.


Bagi publik, persoalan ini bukan sekadar soal jerigen atau angka liter semata. Ini adalah soal keadilan distribusi energi—tentang siapa yang berhak mendapatkan, dan siapa yang justru mengambil lebih dari yang seharusnya.


MDS_CELEBES POST

Banner Utama

coklat-inspirasi-berita-baru-instagram-post-20241022-060924-0000
×
Berita Terbaru Update