![]() |
| Dokumentasi ilustrasi Celebes Post |
Celebes Post | Jeneponto, — Duka mendalam yang masih menyelimuti keluarga almarhum Syamsuddin justru berubah menjadi tanda tanya besar. Alih-alih mendapatkan penguatan emosional pasca kepergian anggota keluarga tercinta, pihak keluarga kini dihadapkan pada situasi yang membingungkan: komunikasi mendadak terputus dengan istri almarhum, tepat setelah uang santunan duka disebut telah dicairkan.
Peristiwa ini bermula ketika almarhum Syamsuddin meninggal dunia pada 20 Februari 2026. Sebelum wafat, almarhum diketahui berada di Bogor, disusul oleh sang istri beberapa hari kemudian. Dalam fase awal duka, hubungan antara pihak keluarga almarhum dan menantu berjalan harmonis.
“Waktu itu masih komunikasi baik, bahkan ipar saya masih menganggap bapak saya seperti orang tuanya sendiri. Tidak ada masalah sama sekali,” ungkap salah satu anggota keluarga kepada Celebes Post.
Namun suasana berubah drastis setelah muncul informasi terkait pencairan uang santunan duka.
Komunikasi Terputus Usai Uang Duka Cair
Menurut penuturan keluarga, setelah uang santunan duka yang disebut-sebut mencapai kisaran Rp100 juta (berdasarkan informasi yang beredar) diserahkan kepada istri almarhum sebagai ahli waris, seluruh akses komunikasi dengan pihak keluarga mendadak terputus.
Nomor telepon ayah almarhum diblokir. Begitu pula dengan saudara kandung almarhum.
“Kami semua diblokir. Bapak saya diblokir, saya juga diblokir. Padahal sebelumnya kami tidak punya masalah apa-apa,” ujar keluarga dengan nada kecewa.
Upaya untuk menghubungi melalui berbagai cara, termasuk pesan WhatsApp dan panggilan telepon kepada pihak yang dipercaya mengurus proses pemulangan jenazah—yakni seorang bernama Lukman—juga tidak membuahkan hasil.
Peran Perantara Dipertanyakan
Dalam kasus ini, nama Lukman mencuat sebagai pihak yang disebut-sebut mendapat kepercayaan untuk menjadi penghubung di Makassar, termasuk dalam proses pengurusan jenazah dan komunikasi jika terjadi hal-hal mendesak.
Namun, alih-alih menjadi jembatan komunikasi, Lukman justru diduga ikut memutus akses dengan memblokir nomor keluarga.
“Awalnya beliau yang kasih nomor ke bapak saya, katanya kalau ada apa-apa hubungi dia. Tapi sekarang justru beliau yang blokir kami semua. Ada apa ini?” tanya pihak keluarga.
Lebih lanjut, keluarga juga mengaku sempat menerima pernyataan yang dinilai menyudutkan, yakni diminta untuk “introspeksi diri” tanpa penjelasan yang jelas.
Perubahan Sikap Istri Almarhum Jadi Sorotan
Yang paling disesalkan keluarga adalah perubahan sikap drastis dari istri almarhum. Sebelum pencairan santunan, hubungan terjalin hangat. Bahkan sempat terjadi komunikasi penuh empati antara menantu dan mertua.
“Ipar saya masih sempat telepon bapak, bilang tidak akan melupakan. Bahkan minta dikabari soal uang duka. Tapi setelah cair, tiba-tiba semua berubah,” ungkapnya.
Puncaknya terjadi pada komunikasi terakhir, di mana istri almarhum secara tegas menyatakan tidak ingin lagi dihubungi oleh pihak keluarga suaminya.
Bukti Komunikasi: Telepon Tak Dijawab, Pesan Diabaikan
Celebes Post juga menerima sejumlah tangkapan layar percakapan yang memperlihatkan upaya berulang dari keluarga untuk menghubungi pihak terkait. Mulai dari pesan sopan mempertanyakan alasan pemblokiran, hingga panggilan telepon yang tidak pernah direspons.
Dalam pesan tersebut, keluarga menegaskan bahwa mereka tidak bermaksud menuntut uang, melainkan hanya ingin menjaga silaturahmi dan mengetahui kondisi sang menantu.
“Bukan mau minta uang, hanya mau tahu kabar di sana,” tulis salah satu pesan.
Namun, semua upaya tersebut berujung tanpa jawaban.
Harapan Keluarga: Jangan Putuskan Silaturahmi
Di tengah polemik ini, keluarga almarhum menegaskan bahwa mereka tidak menuntut materi. Harapan utama mereka sederhana: komunikasi tetap terjalin.
“Kami tidak menuntut apa-apa. Walaupun sudah menikah, jangan sampai hubungan dengan orang tua terputus. Itu saja harapan kami,” tegasnya.
Keluarga juga meminta agar tidak ada narasi yang menyudutkan atau menuduh tanpa dasar terhadap orang tua mereka.
Catatan Redaksi: Perlu Klarifikasi dan Transparansi
Kasus ini menyisakan sejumlah pertanyaan yang perlu dijawab secara terbuka:
Apa alasan sebenarnya pemutusan komunikasi secara sepihak?
Benarkah uang santunan telah disalurkan sepenuhnya kepada ahli waris?
Apa peran sebenarnya pihak perantara dalam distribusi informasi dan komunikasi?
Celebes Post menilai penting adanya klarifikasi dari semua pihak terkait untuk menghindari kesalahpahaman yang berlarut-larut, sekaligus menjaga nilai-nilai kemanusiaan dalam situasi duka.
(Tim Redaksi CELEBES POST membuka ruang hak jawab bagi pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan ini.)
Adi Kruc CELEBES POST

