![]() |
| Aksi Unjuk Rasa Hardiknas |
CELEBES POST | MAKASSAR — Gelombang aksi memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kota Makassar berubah menjadi sorotan tajam publik. Massa dari berbagai organisasi kemahasiswaan turun ke jalan, membakar ban di bawah flyover, dan mengguncang pusat lalu lintas dengan tuntutan keras: pendidikan gratis dan evaluasi total kebijakan nasional.
Aksi yang berlangsung pada Sabtu sore (2/5/2026) di persimpangan Jalan AP Pettarani–Urip Sumoharjo ini langsung memicu perlambatan arus kendaraan. Sekitar pukul 15.30 WITA, massa mulai memadati badan jalan, memblokade sebagian jalur sambil menyampaikan orasi lantang yang menggema di tengah kepungan asap hitam ban terbakar.
Situasi di lokasi sempat memanas, namun tetap terkendali di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian. Petugas berjaga dan mengatur arus lalu lintas dengan sistem buka-tutup, menyisakan satu jalur agar kendaraan tetap bisa melintas.
Pantauan di lapangan menunjukkan kemacetan hanya terfokus di titik traffic light sekitar flyover. Sementara itu, jalur dari Jalan Gunung Bawakaraeng menuju Urip Sumoharjo dan AP Pettarani masih terpantau relatif lancar. Arus sebaliknya pun tetap bergerak, meski sesekali tersendat akibat volume kendaraan yang meningkat.
Namun, lebih dari sekadar gangguan lalu lintas, aksi ini menjadi simbol kegelisahan generasi muda terhadap arah kebijakan pendidikan nasional.
Dalam orasi yang bergantian disuarakan, mahasiswa menyoroti sejumlah program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran. Mereka mendesak evaluasi total terhadap program yang dinilai tidak berpihak pada rakyat kecil.
Sorotan utama diarahkan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih. Massa menilai kedua program tersebut berpotensi membebani anggaran negara tanpa dampak signifikan bagi akses pendidikan.
“Pendidikan bukan komoditas! Negara wajib hadir menjamin sekolah gratis untuk seluruh rakyat,” teriak salah satu orator, disambut sorakan massa.
Aksi ini juga menjadi refleksi keras bahwa peringatan Hari Pendidikan Nasional tidak lagi sekadar seremoni tahunan. Di jalanan Makassar, Hardiknas menjelma menjadi panggung perlawanan—suara lantang mahasiswa yang menuntut keadilan pendidikan dan transparansi anggaran negara.
Hingga berita ini diturunkan, aksi demonstrasi masih berlangsung dengan tertib di bawah penjagaan aparat. Namun, pesan yang dibawa massa jelas: jika pendidikan terus dipinggirkan, maka jalanan akan kembali menjadi ruang kelas paling nyata bagi perjuangan.
(Tim Redaksi CELEBES POST)
