Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

SABU HAMPIR 2 KILO TERDAMPAK DI PESISIR PANGKEP! Jejak Sindikat Mulai Terbuka, MAKI Sulsel: Negara Jangan Kalah dari Bandar!

Senin, 04 Mei 2026 | Mei 04, 2026 WIB Last Updated 2026-05-04T15:52:14Z
Ketua Masyarakat Anti Narkoba Indonesia (MAKI) Sulawesi Selatan, Hidayat Akbar, SH., MH, (Kanan), Kasat Narkoba Polres Pangkep, AKP Ichsan, dalam press release di Mapolres Pangkep,(Kiri)


CELEBES POST | PANGKEP, SULSEL - Perairan pesisir Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) mendadak geger. Sebuah temuan mencurigakan yang awalnya dianggap benda biasa oleh seorang nelayan, justru mengungkap ancaman besar: hampir 2 kilogram narkotika jenis sabu diduga masuk melalui jalur laut.


Satuan Reserse Narkoba Polres Pangkep akhirnya memastikan, barang tersebut positif mengandung metamfetamin berdasarkan hasil uji laboratorium Badan Narkotika Nasional (BNN).


Kasat Narkoba Polres Pangkep, AKP Ichsan, dalam press release di Mapolres Pangkep, Sabtu (25/4/2026), menegaskan bahwa barang bukti tersebut merupakan narkotika jenis sabu.


“Barang bukti sudah kami kirim ke laboratorium BNN dan hasilnya dinyatakan positif metamfetamin atau narkotika jenis sabu,” ungkapnya.


Lebih mengejutkan lagi, hasil penimbangan laboratorium menunjukkan berat bersih mencapai 1981,77 gram, atau nyaris menyentuh angka 2 kilogram—jumlah yang bukan sekadar konsumsi biasa, melainkan indikasi kuat peredaran skala besar.


Dari Ranting Bakau ke Jaringan Gelap


Kisah ini bermula pada Selasa (15/4/2026) sekitar pukul 10.00 Wita. Seorang nelayan berinisial U yang tengah mencari rumput laut di pesisir Kampung Gusunge, Desa Pitue, Kecamatan Ma’rang, menemukan sebuah kotak panjang berwarna hitam terbungkus plastik, terselip di bawah ranting pohon bakau saat air laut surut.


Tak menyangka apa yang ia temukan, U membawa pulang paket tersebut. Rasa penasaran membawanya membuka bungkusan bersama anaknya sekitar pukul 12.30 Wita.


Di dalamnya, terdapat plastik bening berisi kristal putih menyerupai tawas dengan aroma menyengat.


Curiga, U akhirnya mengambil langkah penting: melaporkan temuannya kepada Wakapolsek Ma’rang, IPDA Hasan, yang juga memiliki hubungan kekerabatan dengannya.


Langkah cepat itu menjadi titik awal terbongkarnya dugaan jalur masuk narkotika melalui pesisir—jalur yang selama ini dikenal rawan dimanfaatkan jaringan gelap.


MAKI Sulsel Geram: “Ini Tamparan Keras!”


Ketua Masyarakat Anti Narkoba Indonesia (MAKI) Sulawesi Selatan, Hidayat Akbar, SH., MH, angkat suara dengan nada keras, Senin (03/05/2026).


Ia menilai temuan ini bukan sekadar kasus biasa, melainkan sinyal bahaya serius bagi masa depan generasi muda.


“Kami mengapresiasi langkah tegas Satnarkoba Polres Pangkep. Namun ini tidak boleh berhenti. Narkoba adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Jika tidak diberantas sampai ke akar, maka akan terus tumbuh dan menghancurkan masa depan bangsa,” tegasnya.

 


Menurutnya, kasus ini adalah tamparan keras bagi semua pihak, sekaligus indikasi adanya celah dalam sistem pengawasan dan pembinaan.


“Pemakai dan pengedar bisa saja kembali bermain. Artinya ada kelemahan dalam sistem. Negara tidak boleh kalah dari bandar narkoba!” lanjutnya dengan nada tegas.



Solusi Tegas: Jangan Hanya Tangkap, Putus Jaringan!


MAKI Sulsel tidak hanya mengkritik, tetapi juga menawarkan langkah konkret dalam perang melawan narkotika:


Penguatan Intelijen


Aparat diminta membongkar jaringan hingga ke akar, bukan hanya menangkap pelaku lapangan.


Rehabilitasi Serius


Mantan pelaku harus dibina dengan program terukur dan diawasi ketat agar tidak kembali ke lingkaran gelap.


Kolaborasi Masyarakat


Peran warga menjadi kunci. Informasi sekecil apa pun bisa menjadi pintu masuk membongkar sindikat.


Penegakan Hukum Tanpa Kompromi


Tidak boleh ada toleransi, termasuk jika melibatkan oknum aparat.


“Perang melawan narkoba bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab bersama,” tegas Hidayat.



Perang Belum Usai: Siapa di Balik Ini?


Temuan hampir 2 kilogram sabu ini membuka tabir ancaman yang lebih besar. Jalur laut diduga kembali menjadi pintu masuk empuk bagi sindikat narkotika.


Publik kini menanti langkah lanjutan aparat:


Apakah kasus ini akan mengarah pada pengungkapan jaringan besar?


Ataukah barang ini hanyalah “kiriman terputus” yang gagal sampai ke tangan pengedar?


Yang jelas, satu hal tak bisa dibantah:
Perang melawan narkoba di Sulawesi Selatan masih jauh dari kata usai.


MAKI Sulsel menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus ini hingga tuntas, demi memastikan bahwa tidak ada ruang tersisa bagi bandar narkoba untuk merusak masa depan bangsa.



(CELEBES POST | Pewarta Penyambung Lidah Rakyat)

×
Berita Terbaru Update