Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

UMKM PAPUA BARAT MENGAMUK! Jalan Dipalang, 24 Karyawan Terlantar – Tuntut Ganti Rugi & Copot Ketua Regional

Senin, 04 Mei 2026 | Mei 04, 2026 WIB Last Updated 2026-05-04T14:36:14Z

Dokumentasi Kontributor Celebes Post 


CELEBES POST | MANOKWARI – Bara kemarahan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Papua Barat akhirnya meledak. Senin (04/05/2026), puluhan pelaku usaha melakukan aksi nekat dengan memalang jalan di kawasan Swapen Bahari, tepat di depan kantor Kejaksaan Tinggi lama. Aksi ini menjadi simbol perlawanan atas dugaan ketidakadilan dan buruknya pengelolaan program oleh Badan Gerakan Nasional (BGN) Regional Papua Barat.


Aksi yang berlangsung panas itu dipicu oleh kekecewaan mendalam para pelaku UMKM yang merasa “ditelantarkan” selama dua bulan terakhir. Alih-alih mendapatkan dukungan, mereka justru mengaku dibiarkan berjuang sendiri tanpa kejelasan arah program.


Koordinator aksi, Thomas Sanadi, dengan nada tinggi mengungkapkan bahwa dampak dari kelalaian tersebut sangat serius dan menyentuh sisi kemanusiaan.


“Kami merasa ditipu! Dua bulan kami dibiarkan tanpa kepastian. Akibatnya, 24 karyawan kami tidak menerima gaji. Sewa mobil, sewa ruko menumpuk. Ini akibat ketidakprofesionalan BGN Regional Papua Barat,” tegas Thomas di lokasi aksi.

 

Situasi ini tidak hanya berdampak pada pelaku usaha, tetapi juga menyeret puluhan pekerja ke jurang ketidakpastian ekonomi. Para karyawan yang menggantungkan hidupnya pada usaha tersebut kini harus menelan pahitnya keterlambatan upah akibat sistem yang dinilai amburadul.


Lebih ironis lagi, para pelaku UMKM menegaskan bahwa mereka adalah putra-putri asli Papua yang berkomitmen membangun ekonomi daerah dan mendukung program pemerintah pusat. Namun, semangat itu justru dibalas dengan pengabaian.


“Kami ini anak Papua yang mau kerja, mau bangun daerah. Program ini bahkan diketahui Wakil Presiden RI, didukung Gubernur Papua Barat, dan difasilitasi Polda Papua Barat dengan gedung. Tapi kenapa pengelolaannya kacau seperti ini?” ungkap Thomas penuh tanya.

 

Tak hanya meluapkan kekecewaan, massa aksi juga menyampaikan tuntutan tegas kepada BGN Pusat. Mereka mendesak agar Ketua BGN Regional Papua Barat segera dicopot dari jabatannya karena dinilai gagal total dalam menjalankan amanah.


“Oknum seperti ini tidak layak memimpin di Papua Barat. Tidak mampu mengayomi, tidak mampu membina. Kami minta BGN RI segera bertindak tegas!” serunya.

 

Aksi pemalangan jalan ini sempat mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi dan menjadi perhatian warga. Sejumlah pihak berharap ada langkah cepat dari pemerintah maupun BGN pusat agar situasi tidak semakin memanas.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak BGN Regional Papua Barat belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan serius dan tuntutan yang dilayangkan para pelaku UMKM.


CELEBES POST akan terus mengawal kasus ini sebagai bagian dari komitmen “Pewarta Penyambung Lidah Rakyat”.

×
Berita Terbaru Update