Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

HIJAUKAN PESISIR, SELAMATKAN MASA DEPAN! 1.000 MANGROVE DITANAM DI LUWU, SEMANGAT GOTONG ROYONG JAGA BUMI BERGAUNG HINGGA PANTAI KARANG-KARANGAN

Sabtu, 06 Juni 2026 | Juni 06, 2026 WIB Last Updated 2026-06-06T10:10:57Z
Dokumentasi kontributor Celebes Post 


LUWU, CELEBES POST Di tengah ancaman abrasi, perubahan iklim, dan kerusakan lingkungan pesisir yang terus menjadi perhatian dunia, masyarakat Desa Karang-Karangan, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, menunjukkan bahwa kepedulian terhadap alam tidak cukup hanya diwujudkan lewat seremonial semata.


Tepat pada momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Jumat (5/6/2026), kawasan pesisir Karang-Karangan berubah menjadi pusat gerakan hijau yang mempertemukan pemerintah desa, perusahaan, akademisi, komunitas lingkungan, hingga masyarakat pesisir dalam satu tujuan mulia: menyelamatkan ekosistem pantai melalui penanaman 1.000 bibit mangrove.


Mengusung tema "Aksi Peduli Pesisir, Tanam dan Jaga Mangrove", kegiatan ini menjadi simbol kuat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau kelompok tertentu, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.


Sejak sore hari, ratusan peserta tampak menyusuri bibir pantai, menancapkan satu per satu bibit mangrove ke dalam lumpur pesisir. Pemandangan tersebut menjadi gambaran nyata semangat gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat.M


angrove sendiri memiliki peran yang sangat vital bagi kehidupan pesisir. Selain menjadi benteng alami yang melindungi pantai dari abrasi dan gelombang laut, mangrove juga berfungsi sebagai habitat berbagai biota laut, penyerap karbon alami, serta penyangga keseimbangan ekosistem yang sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan generasi mendatang.


Kepala Desa Karang-Karangan, Asbar Idrus, menegaskan bahwa pelestarian lingkungan harus menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.


Menurutnya, keberadaan mangrove tidak hanya penting untuk menjaga kawasan pantai, tetapi juga berperan besar dalam mendukung kehidupan masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonomi pada sektor pesisir.


"Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut karena mangrove memiliki peran penting dalam menjaga kawasan pantai dan lingkungan hidup masyarakat pesisir," ujar Asbar Idrus.


Dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan, Asbar Idrus bahkan menyampaikan pantun sederhana yang langsung mengundang senyum para peserta.


"Ubur-ubur ikan lele, kegiatan hari ini mantap le."


Sementara itu, Site Manager PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS), Aldin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.


Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, lembaga sosial, dan perusahaan merupakan kunci utama dalam menciptakan program lingkungan yang berkelanjutan.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Karang-Karangan dan seluruh pihak yang terlibat. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Kami berharap sinergi seperti ini dapat terus terjalin ke depan," katanya.


Komitmen tersebut juga ditegaskan oleh Koordinator Department Environmental PT BMS, Andi Tri F. Sardi, yang menjelaskan bahwa Desa Karang-Karangan merupakan salah satu wilayah yang berada dalam lingkup pengaruh operasional perusahaan sehingga menjadi bagian penting dalam program sosial dan lingkungan yang dijalankan PT BMS.


Ia menegaskan bahwa penanaman 1.000 mangrove ini bukan sekadar agenda simbolis tahunan, melainkan langkah konkret untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir dalam jangka panjang.


"Mangrove memiliki fungsi ekologis yang sangat penting, mulai dari mencegah abrasi pantai, menjaga habitat biota pesisir, hingga mendukung keseimbangan lingkungan. Karena itu, PT BMS berkomitmen untuk terus mendorong program-program lingkungan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan kawasan pesisir di sekitar wilayah operasional perusahaan," jelasnya.


Dokumentasi kontributor Celebes Post 


Dukungan juga datang dari kalangan pegiat lingkungan. Direktur Agrarian Sirampung Celebes (ASC), Irwan Dedi Setiawan, S.T., menilai bahwa keberhasilan menjaga lingkungan tidak mungkin dicapai tanpa kolaborasi lintas sektor.


Ia menekankan bahwa mangrove bukan sekadar tumbuhan yang hidup di tepi pantai, tetapi merupakan benteng kehidupan yang menjaga daratan, melindungi ekosistem laut, dan menjadi investasi lingkungan bagi masa depan.


"Mangrove bukan sekadar tanaman pesisir. Ia adalah benteng alami yang melindungi daratan dari abrasi, menjaga ekosistem laut, dan menjadi warisan lingkungan bagi generasi yang akan datang. Karena itu, kami mendorong agar semangat kolaborasi yang terbangun hari ini dapat terus berlanjut dan melahirkan program-program lingkungan lainnya yang berdampak nyata bagi masyarakat," ungkap Irwan.


Aksi penanaman 1.000 mangrove di pesisir Karang-Karangan ini menjadi bukti bahwa menjaga bumi dapat dimulai dari langkah sederhana namun berdampak besar. Di tengah berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi dunia saat ini, gerakan kolektif seperti ini menjadi harapan bahwa kesadaran menjaga alam terus tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.


Lebih dari sekadar memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, kegiatan ini telah mengirimkan pesan kuat bahwa masa depan pesisir Kabupaten Luwu berada di tangan mereka yang hari ini memilih menanam, menjaga, dan merawat kehidupan.



Pewarta: P.A.R
Editor: CELEBES POST

×
Berita Terbaru Update