![]() |
| Dokumentasi kontributor Celebes Post |
Makassar, Celebes Post – Musibah kebakaran yang melanda wilayah Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, menggugah gelombang solidaritas dari berbagai elemen masyarakat. Tidak hanya pemerintah setempat, para Ketua RT dan RW dari 11 kelurahan se-Kecamatan Tamalate turut bergerak menggalang bantuan demi meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat amukan si jago merah.
Di tengah situasi sulit yang dihadapi para korban, semangat gotong royong kembali menjadi wajah asli masyarakat Tamalate. Salah satu yang menunjukkan kepedulian nyata adalah jajaran Ketua RW dan RT Kelurahan Parang Tambung, khususnya RW 01 bersama seluruh RT yang turun langsung menyerahkan bantuan kepada warga terdampak.
Langkah tersebut menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan yang lebih luas setelah Pemerintah Kecamatan Tamalate menginstruksikan pembukaan donasi di seluruh kelurahan untuk membantu korban kebakaran di Mangasa.
Koordinasi Kecamatan: Semua Kelurahan Diminta Bergerak
Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Camat Tamalate pada Kamis (19/6/2026), sejumlah agenda kemanusiaan dan sosial dibahas secara intensif. Salah satu fokus utama adalah penanganan pasca kebakaran di Kelurahan Mangasa.
![]() |
| Dokumentasi kontributor Celebes Post |
![]() |
| Dokumentasi kontributor Celebes Post |
![]() |
| Dokumentasi kontributor Celebes Post |
![]() |
| Dokumentasi kontributor Celebes Post |
Pemerintah kecamatan meminta seluruh lurah di 11 kelurahan untuk melakukan penggalangan bantuan dan menyerahkannya secara langsung kepada warga terdampak. Bantuan yang terkumpul berasal dari berbagai unsur masyarakat, termasuk RT, RW, kader PKK, tokoh masyarakat, ASN, hingga warga yang secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan kunjungan Ketua TP PKK Kota Makassar yang dijadwalkan menghadiri sejumlah agenda sosial dan kemasyarakatan di Kelurahan Mangasa, mulai dari Senam Jantung Sehat, Jumat Bersih, penyerahan bantuan CSR, hingga pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Kebakaran Menyisakan Luka, Solidaritas Menjadi Obat
Kebakaran tidak hanya menghanguskan bangunan. Lebih dari itu, musibah tersebut merenggut rasa aman dan meninggalkan trauma bagi para korban, terutama anak-anak dan lansia yang harus kehilangan tempat tinggal dalam waktu singkat.
![]() |
| Dokumentasi kontributor Celebes Post |
![]() |
| Dokumentasi kontributor Celebes Post |
![]() |
| Dokumentasi kontributor Celebes Post |
Karena itu, kebutuhan para korban tidak hanya berupa makanan, tetapi juga perlengkapan dasar untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Berdasarkan data yang dihimpun dalam rapat koordinasi, sejumlah kebutuhan mendesak yang dibutuhkan korban antara lain beras, mi instan, telur, air mineral, minyak goreng, gula, teh, kopi, selimut, tikar, bantal, pakaian layak pakai, perlengkapan mandi, obat-obatan, perlengkapan sekolah, hingga peralatan memasak.
Daftar kebutuhan tersebut menggambarkan bahwa dampak kebakaran bukan sekadar kerusakan fisik bangunan, melainkan juga mengganggu seluruh aspek kehidupan keluarga yang terdampak.
RT dan RW Jadi Garda Terdepan Kemanusiaan
Dalam berbagai bencana yang terjadi di lingkungan masyarakat, RT dan RW sering kali menjadi pihak pertama yang hadir membantu warga. Mereka bukan hanya perangkat lingkungan administratif, tetapi juga menjadi ujung tombak solidaritas sosial.
Pada momentum bantuan untuk korban kebakaran Mangasa, para Ketua RT dan RW kembali menunjukkan peran strategisnya. Mereka mengorganisir pengumpulan bantuan, mendata kebutuhan warga, hingga memastikan bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran.
Pemerintah Kecamatan Tamalate juga mengimbau seluruh RT dan RW untuk aktif mengambil bagian dalam kegiatan kemanusiaan tersebut. Bantuan yang diberikan warga dikumpulkan dan dikoordinasikan melalui masing-masing RW sebelum diserahkan kepada korban.
Semangat Gotong Royong yang Tak Boleh Padam
Di tengah tantangan perkotaan yang semakin kompleks, semangat gotong royong sering kali dianggap mulai memudar. Namun peristiwa kebakaran di Mangasa menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat.
Keterlibatan seluruh kelurahan di Kecamatan Tamalate dalam menggalang bantuan menjadi bukti bahwa bencana yang menimpa satu wilayah dianggap sebagai duka bersama.
Kehadiran pemerintah, RT, RW, kader PKK, tenaga kesehatan, ASN, dan masyarakat umum dalam satu gerakan kemanusiaan memperlihatkan bahwa solidaritas sosial masih menjadi kekuatan utama dalam menghadapi musibah.
Bagi para korban kebakaran, bantuan yang datang mungkin tidak mampu mengembalikan seluruh harta benda yang hilang. Namun kepedulian dan kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat menjadi pesan kuat bahwa mereka tidak menghadapi musibah itu sendirian.
"Saat api menghanguskan rumah-rumah warga Mangasa, kepedulian masyarakat Tamalate justru menyala lebih besar. Di tengah abu dan puing-puing kebakaran, semangat gotong royong kembali membuktikan dirinya sebagai kekuatan yang tidak pernah padam."
(Celebes Post | Makassar | 19 Juni 2026)







