![]() |
| Dokumentasi kontributor Celebes Post |
CELEBES POST | Tualang - Di tengah derasnya industri musik yang kerap dipenuhi tema-tema hiburan dan romantisme, Band Sel.a.tan (Selatan) justru memilih jalur yang berbeda. Melalui perilisan album perdana bertajuk "/INGATAN" (PERINGATAN), kelompok musik ini tidak sekadar meluncurkan karya, tetapi menghadirkan sebuah ruang refleksi yang menggugat kesunyian terhadap berbagai realitas sosial yang selama ini luput dari perhatian publik.
Perilisan album yang berlangsung di Tualang, Minggu (5/7/2026) pukul 20.00 WITA, menjadi momentum penting yang mempertemukan musik, gagasan, sejarah, pengalaman manusia, dan kegelisahan sosial dalam satu ruang dialog yang hidup. Kegiatan tersebut terselenggara atas kolaborasi antara Selatan, Jelajah Jarak, DEMA Fakultas Ushuluddin, Filsafat dan Politik UIN Alauddin Makassar, Himpunan Mahasiswa Ilmu Hadis UINAM, serta HIMAHI UINAM.
Bukan sekadar konser atau seremoni peluncuran album, konsep Hearing Session yang diusung menghadirkan pengalaman mendengarkan yang lebih mendalam. Para peserta diajak menyelami tujuh trek yang tersusun dalam album "/INGATAN", sebuah karya yang berusaha merekam jejak-jejak waktu, pengalaman, serta berbagai fenomena sosial yang sering kali terpinggirkan dari percakapan publik.
Musik Sebagai Alat Baca Realitas
Acara yang dihadiri mahasiswa dan berbagai komunitas lokal tersebut juga menghadirkan forum diskusi yang memperkaya makna dari karya yang diluncurkan.
Panelis pertama, Ardika dari Jelajah Jarak, menegaskan bahwa musik memiliki fungsi yang jauh lebih besar dibanding sekadar hiburan.
Menurutnya, musik merupakan medium yang mampu merekam zaman, menyampaikan kritik sosial, sekaligus membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap berbagai persoalan yang terjadi di sekitarnya.
"Musik tidak hanya berbicara tentang romantisme. Ia juga dapat menjadi instrumen politik yang merekam realitas, menyampaikan kritik, dan menggerakkan kesadaran publik," ujar Ardika di hadapan peserta.
Pernyataan tersebut menjadi titik penting dalam diskusi. Di tengah ruang publik yang sering dipenuhi narasi instan, musik dipandang mampu menjadi media alternatif untuk mengajak masyarakat berpikir lebih dalam mengenai kondisi sosial yang sedang berlangsung.
Dari Kegelisahan Menjadi Bunyi
Sementara itu, panelis kedua sekaligus Manajer Selatan, Ryan dari Tim 7, mengajak para peserta menyelami konteks penciptaan setiap lagu dalam album tersebut.
Ryan menjelaskan bahwa setiap bait yang ditulis lahir dari pengalaman, pengamatan, dan kegelisahan tertentu yang kemudian diterjemahkan menjadi bunyi dan lirik.
Bagi Selatan, lagu bukan hanya rangkaian nada, melainkan arsip perasaan, catatan sosial, dan rekaman perjalanan waktu yang dapat dimaknai secara bebas oleh setiap pendengarnya.
"Setiap bait dalam lagu memiliki makna yang lahir dari pengalaman dan kegelisahan tertentu. Ada hal yang ingin disampaikan. Setiap saksi bebas menafsir, silakan menikmati perjalanan waktu yang Selatan himpun dalam 7 track, selamat datang di /INGATAN," tutur Ryan.
Penjelasan tersebut memperlihatkan bahwa album "/INGATAN" tidak hadir sebagai karya yang menawarkan jawaban mutlak, melainkan membuka ruang interpretasi bagi setiap pendengar untuk menemukan maknanya sendiri.
Ketika Musik Menjadi Ruang Dialog
Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Berbagai pertanyaan serta pandangan dari peserta memperkaya pembahasan, mulai dari proses kreatif penciptaan lagu, pesan-pesan sosial yang terkandung di dalamnya, hingga fungsi musik sebagai sarana refleksi dan medium dialog publik.
Forum tersebut menunjukkan bahwa karya seni dapat menjadi jembatan yang mempertemukan berbagai perspektif. Musik tidak lagi berdiri sebagai produk hiburan semata, tetapi menjadi ruang perjumpaan antara pengalaman personal dan kenyataan sosial yang lebih luas.
Kolaborasi lintas komunitas dan organisasi mahasiswa yang terlibat juga memperlihatkan bahwa ruang-ruang kebudayaan masih memiliki kekuatan besar untuk melahirkan diskusi kritis dan kesadaran kolektif di tengah masyarakat.
"/INGATAN": Dari Selatan untuk Mereka yang Terlupakan
Album "/INGATAN" hadir membawa pesan yang kuat: bahwa suara-suara yang selama ini berada di pinggiran tetap memiliki hak untuk didengar.
Melalui tujuh trek yang dirangkai dalam satu kesatuan narasi, Selatan berupaya menghadirkan pengalaman mendengar yang bukan hanya menghibur, tetapi juga mengajak publik memahami berbagai realitas yang sering terabaikan.
Lebih dari sekadar album, "/INGATAN" menjadi bentuk perlawanan terhadap lupa. Ia mengajak pendengar untuk tidak sekadar menikmati bunyi, tetapi juga membaca makna yang tersembunyi di balik setiap lirik dan komposisi.
Sebagaimana tertuang dalam surat Selatan kepada para "saksi", pesan album ini ditutup dengan kalimat yang menjadi roh dari keseluruhan karya:
"Bagaimana pun juga, tanpa bunyi, semua hanya akan jadi INGATAN. Bersama gelombang suara, ini akan jadi PERINGATAN!"
Kalimat tersebut menjadi penegasan bahwa musik bukan hanya tentang apa yang didengar, tetapi juga tentang apa yang diingat, dipahami, dan diperjuangkan.
Dari Selatan, bunyi itu lahir. Dari bunyi itu pula, sebuah peringatan disampaikan kepada dunia.
(Redaksi CELEBES POST)
