Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

JALAN RUSAK, IRIGASI TERBENGKALAI, PETANI MENJERIT! Reses DPRD Sulsel di Takalar Dibanjiri Tuntutan Infrastruktur, Warga Tagih Bukti Bukan Sekadar Janji

Minggu, 26 Juli 2026 | Juli 26, 2026 WIB Last Updated 2026-07-26T13:22:35Z
Dokumentasi kontributor Celebes Post 


CELEBES POST | TAKALAR – Kondisi infrastruktur yang dinilai masih jauh dari harapan kembali menjadi sorotan dalam agenda Reses Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Lukman B. Kady, di Desa Tonasa, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, Jumat (24/7/2026). Di hadapan ratusan warga, berbagai persoalan mendasar mencuat, mulai dari jalan penghubung yang rusak, jaringan irigasi yang belum memadai, hingga minimnya akses jalan tani yang berdampak langsung terhadap roda perekonomian masyarakat.


Reses yang merupakan bagian dari pelaksanaan tugas konstitusional anggota legislatif untuk menyerap aspirasi masyarakat tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Tonasa, Babinsa Desa Tonasa, Bhabinkamtibmas Desa Tonasa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta sekitar 250 warga yang hadir menyampaikan berbagai keluhan dan harapan terkait pembangunan daerah.


Kegiatan berlangsung dalam suasana dialog terbuka, di mana masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan persoalan yang selama ini dinilai belum mendapatkan penanganan maksimal.


Infrastruktur Masih Jadi Persoalan Utama


Dalam forum tersebut, keluhan yang paling dominan datang dari sektor infrastruktur jalan. Warga menilai ruas Jalan Tonasa–Sanrobone mengalami kerusakan di sejumlah titik sehingga menghambat aktivitas masyarakat sehari-hari.


Menurut warga, kondisi jalan yang rusak tidak hanya mengganggu mobilitas penduduk, tetapi juga berdampak terhadap distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber penghidupan mayoritas masyarakat Desa Tonasa.


Kerusakan jalan tersebut dinilai meningkatkan biaya transportasi, memperlambat pengangkutan hasil panen, serta berpotensi menurunkan nilai jual komoditas pertanian akibat keterlambatan distribusi ke pasar.


Persoalan ini menjadi perhatian serius karena infrastruktur jalan merupakan salah satu faktor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan.


Irigasi Dinilai Belum Mampu Menopang Produktivitas Pertanian


Selain jalan, masyarakat juga menyoroti pentingnya pembangunan serta rehabilitasi jaringan irigasi.


Warga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap sistem pengairan sawah agar kebutuhan air petani dapat terpenuhi secara berkelanjutan.


Menurut masyarakat, keberadaan irigasi yang memadai menjadi kunci dalam menjaga produktivitas lahan pertanian, meningkatkan hasil panen, serta mengurangi risiko gagal panen akibat kekurangan pasokan air.


Sebagai wilayah yang sebagian besar masyarakatnya menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian, persoalan irigasi dinilai bukan sekadar kebutuhan pembangunan, tetapi juga menyangkut ketahanan ekonomi keluarga petani.


Jalan Tani Jadi Tuntutan Strategis


Aspirasi lain yang mengemuka adalah pembangunan jalan tani.


Masyarakat menilai akses menuju areal persawahan dan perkebunan masih belum memadai sehingga menyulitkan aktivitas petani ketika membawa pupuk, bibit maupun mengangkut hasil panen.


Kondisi tersebut dinilai mengurangi efisiensi biaya produksi dan menjadi salah satu hambatan dalam meningkatkan daya saing sektor pertanian di Kabupaten Takalar.


Warga berharap pembangunan jalan tani dapat menjadi prioritas agar aktivitas pertanian berlangsung lebih efektif dan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan petani.


DPRD Janji Kawal Aspirasi


Menanggapi berbagai masukan masyarakat, Lukman B. Kady menyatakan seluruh aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan pembahasan di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.


Ia menegaskan bahwa setiap usulan masyarakat akan dicatat dan diperjuangkan melalui mekanisme penganggaran serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.


Menurutnya, reses bukan sekadar agenda formal, tetapi menjadi sarana untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat diketahui secara langsung oleh wakil rakyat sebelum dibahas dalam proses perencanaan pembangunan.


Aspirasi Harus Berujung Realisasi


Reses merupakan instrumen penting dalam sistem demokrasi untuk menjembatani komunikasi antara masyarakat dan lembaga legislatif. Namun demikian, berbagai aspirasi yang berulang kali disampaikan masyarakat mengenai jalan rusak, irigasi, dan jalan tani menunjukkan bahwa persoalan infrastruktur dasar masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan.


Masyarakat berharap hasil reses tidak berhenti pada pencatatan administrasi semata, melainkan dapat diterjemahkan menjadi program nyata melalui kebijakan anggaran dan pelaksanaan pembangunan yang terukur.


Bagi warga Desa Tonasa, kebutuhan akan jalan yang layak, irigasi yang berfungsi optimal, serta akses jalan tani bukan sekadar proyek fisik, tetapi menyangkut kelancaran aktivitas ekonomi, peningkatan produktivitas pertanian, dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.


(DDL CELEBES POST | Pewarta Penyambung Lidah Rakyat)

×
Berita Terbaru Update