Notification

×

Iklan

Gemini-Generated-Image-ga8bifga8bifga8b

Iklan

Gemini-Generated-Image-o40kr0o40kr0o40k

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Antrean BBM Mengular di Maros, Panic Buying Disebut Jadi Pemicu: Publik Bertanya, Bagaimana Kondisi Stok Sebenarnya?

Sabtu, 12 September 2026 | September 12, 2026 WIB Last Updated 2026-09-12T07:30:05Z
Dokumentasi kontributor Celebes Post 


CELEBES POST | MAROS, SULSEL — Antrean panjang kendaraan kembali menjadi pemandangan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dalam beberapa hari terakhir.


Antrean tersebut didominasi kendaraan yang hendak mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, khususnya Pertalite dan solar. Di sejumlah titik, kendaraan bahkan mengular hingga memanfaatkan sisi badan jalan sehingga turut berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas.


Fenomena ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: apakah antrean panjang tersebut semata-mata akibat kepanikan masyarakat, atau terdapat persoalan lain yang perlu dijelaskan secara terbuka terkait ketersediaan dan distribusi BBM di Maros?


Kapolres Maros AKBP Devi Sujana menyebut salah satu faktor yang menyebabkan BBM di sejumlah SPBU lebih cepat habis adalah panic buying.


Menurutnya, kepanikan masyarakat muncul setelah beredar informasi mengenai dugaan kelangkaan maupun pengurangan kuota BBM.


“Jadi masyarakat yang sebelumnya belum membutuhkan BBM ikut mengisi tangki hingga penuh karena khawatir stok habis,” kata Devi, Jumat (11/9/2026).


Ia menjelaskan, masyarakat yang terpengaruh isu tersebut cenderung membeli BBM dalam jumlah lebih banyak dibandingkan kebutuhan normal.


“Misalkan seharusnya dia belum saatnya isi, walaupun masih ada, isi full misalkan, apalagi yang perjalanannya jauh,” ujarnya.


Kondisi tersebut, kata dia, semakin terasa di Kabupaten Maros karena wilayah tersebut merupakan salah satu jalur perlintasan kendaraan dari dan menuju berbagai daerah. Kendaraan yang melakukan perjalanan jarak jauh disebut turut mengisi BBM dalam jumlah penuh sebelum melanjutkan perjalanan.


“Otomatis ketika mereka melakukan perjalanan ke luar kota, di sini teman-teman ini ngisi full,” bebernya.


Bukan Sekadar Soal Antrean


Pernyataan tersebut menjadi salah satu penjelasan mengenai kondisi antrean BBM yang terjadi di lapangan. Namun, persoalan tidak berhenti pada perilaku masyarakat yang melakukan pembelian lebih banyak dari kebutuhan.


Dalam perspektif pelayanan publik, ketersediaan BBM, distribusi, kuota, pola penyaluran, serta pengawasan terhadap BBM bersubsidi juga merupakan bagian penting yang perlu mendapat perhatian.


Sebab, ketika antrean berlangsung berulang dan kendaraan sampai menggunakan badan jalan, dampaknya tidak hanya dirasakan konsumen, tetapi juga pengguna jalan lainnya.


Di sisi lain, isu mengenai kelangkaan atau pengurangan kuota BBM yang beredar di masyarakat juga perlu dijernihkan agar tidak berkembang menjadi kepanikan baru.


Publik tentu membutuhkan informasi yang jelas: berapa sebenarnya kuota BBM subsidi yang tersedia untuk wilayah Maros, bagaimana realisasi penyalurannya, apakah terjadi perubahan kuota, serta bagaimana kondisi stok pada masing-masing SPBU?


Publik Berhak Mendapat Kepastian


Pemerintah dan pihak terkait perlu memberikan penjelasan yang terukur agar masyarakat tidak hanya menerima informasi berdasarkan kabar yang beredar dari mulut ke mulut maupun media sosial.


Jika memang tidak terjadi pengurangan kuota dan stok dalam kondisi mencukupi, informasi tersebut penting disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.


Sebaliknya, apabila terdapat perubahan pasokan, kendala distribusi, atau faktor lain yang menyebabkan BBM lebih cepat habis, masyarakat juga berhak mengetahui kondisi tersebut secara proporsional.


CELEBES POST menilai, antrean BBM bukan semata persoalan kendaraan yang menunggu giliran mengisi bahan bakar. Di balik antrean panjang terdapat persoalan distribusi, kepastian informasi, pengawasan dan pelayanan publik yang perlu dijawab secara transparan.


Tugas pers bukan menjadi hakim atas persoalan tersebut. Tugas pers adalah bertanya, menguji informasi, menghadirkan fakta, dan memberikan ruang kepada pihak-pihak terkait untuk menjelaskan kondisi sebenarnya.


Karena pada akhirnya, yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar imbauan agar tidak panic buying, tetapi juga kepastian bahwa BBM tersedia, distribusinya berjalan sebagaimana mestinya, dan pengelolaannya dapat dipertanggungjawabkan.



DDL — CELEBES POST
Pewarta Penyambung Lidah Rakyat

×
Berita Terbaru Update