Notification

×

Iklan

Gemini-Generated-Image-ga8bifga8bifga8b

Iklan

Gemini-Generated-Image-o40kr0o40kr0o40k

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kemarau Panjang Mendera Tallo, Juwita Wahyuni Ismail dan Novia Goretti Tunjukkan PDAM Makassar Hadir untuk Warga

Sabtu, 12 September 2026 | September 12, 2026 WIB Last Updated 2026-09-12T07:20:59Z
Dokumentasi kontributor Celebes Post 


CELEBES POST | MAKASSAR — Kemarau panjang bukan hanya membuat suhu terasa menyengat. Bagi sebagian warga, musim kering juga berarti satu persoalan yang jauh lebih mendasar: bagaimana memenuhi kebutuhan air bersih untuk rumah tangga dan aktivitas sehari-hari.


Dalam kondisi seperti itu, pelayanan publik kembali diuji. Bukan sebatas pada seberapa cepat petugas merespons keluhan, tetapi sejauh mana kebutuhan dasar masyarakat benar-benar menjadi perhatian.


Di tengah kondisi tersebut, PDAM Kota Makassar melalui jajaran Wilayah Pelayanan I menunjukkan upaya untuk tetap mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di Kecamatan Tallo.


Pelayanan tersebut dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Wilayah Pelayanan I, Juwita Wahyuni Ismail, S.E., bersama Plt. Sekretaris Wilayah Pelayanan I, Novia Goretti, S.H.


Kehadiran jajaran pelayanan di tengah masyarakat menjadi sorotan tersendiri. Sebab, ketika ketersediaan air bersih menghadapi tekanan akibat kondisi cuaca, masyarakat tidak hanya membutuhkan penjelasan, tetapi juga membutuhkan respons pelayanan yang nyata dan dapat dirasakan.


Air Bersih Bukan Sekadar Urusan Teknis


Persoalan air bersih tidak dapat dilihat semata sebagai persoalan teknis distribusi. Di balik setiap keluhan mengenai air, terdapat kebutuhan rumah tangga, kesehatan, kebersihan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.


Karena itu, kehadiran petugas pelayanan di lapangan memiliki arti penting. Masyarakat membutuhkan akses informasi yang jelas, respons terhadap persoalan yang mereka hadapi, serta pelayanan yang cepat dan manusiawi.


Langkah yang dilakukan Juwita Wahyuni Ismail dan Novia Goretti tersebut memperlihatkan bahwa pelayanan publik tidak seharusnya berhenti di balik meja kantor.


Ketika warga menghadapi persoalan, petugas pelayanan dituntut hadir untuk mendengar, merespons, dan mencari jalan keluar sesuai kewenangan serta kondisi teknis yang ada.


Di Sini Letak Kontrol Publik


Namun, apresiasi terhadap kehadiran petugas juga tidak boleh menghentikan fungsi kontrol.


Justru, di tengah kemarau panjang, masyarakat berhak mengetahui secara transparan bagaimana kondisi pelayanan air bersih di wilayah terdampak.


Berapa titik yang mengalami gangguan?

Berapa lama warga harus menunggu?

Apa langkah PDAM untuk menjaga kontinuitas distribusi?

Bagaimana mekanisme penanganan pengaduan masyarakat?

Dan yang tidak kalah penting, apakah pelayanan yang diberikan mampu menjangkau seluruh warga yang membutuhkan?


Pertanyaan-pertanyaan tersebut bukan bentuk tudingan. Sebaliknya, merupakan bagian dari kontrol publik agar pelayanan dasar benar-benar berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.


Sebab, pelayanan publik yang baik bukan hanya terlihat ketika petugas datang ke lapangan, tetapi juga dapat diukur dari keberlanjutan pelayanan setelah keluhan masyarakat disampaikan.


Kemarau Boleh Panjang, Pelayanan Jangan Ikut Kering


Di tengah keterbatasan air, satu hal yang paling dibutuhkan masyarakat adalah kepastian.


Kepastian bahwa keluhan mereka didengar. Kepastian bahwa persoalan ditangani. Dan kepastian bahwa pemerintah bersama penyelenggara layanan publik tidak membiarkan warga menghadapi kesulitan seorang diri.


Kehadiran Juwita Wahyuni Ismail dan Novia Goretti di Kecamatan Tallo setidaknya menjadi gambaran bahwa pelayanan publik membutuhkan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.


Tetapi pekerjaan pelayanan tentu tidak berhenti pada satu kunjungan atau satu momentum.


Kemarau yang panjang membutuhkan respons yang konsisten, koordinasi yang kuat, komunikasi terbuka, serta evaluasi terhadap sistem distribusi air bersih.


Di sinilah peran PDAM Kota Makassar kembali diuji.


Bukan hanya bagaimana hadir ketika persoalan muncul, tetapi bagaimana memastikan masyarakat tetap memperoleh pelayanan yang layak sepanjang kondisi sulit tersebut berlangsung.


Kemarau boleh panjang, tetapi kepedulian dan pelayanan publik tidak boleh ikut kering.


Bagi warga Tallo, air bukan sekadar sesuatu yang mengalir dari pipa. Air adalah kebutuhan rumah tangga, kesehatan, kebersihan, dan keberlangsungan kehidupan sehari-hari.


Karena itu, setiap langkah pelayanan patut diapresiasi.


Namun pada saat yang sama, setiap pelayanan juga tetap layak diawasi.


Sebab tugas media bukan sekadar memuji ketika pelayanan berjalan, tetapi juga mengingatkan ketika masih ada yang harus dibenahi.



CELEBES POST — Pewarta Penyambung Lidah Rakyat.

×
Berita Terbaru Update