![]() |
| Zulkifli Syukur, Asosiasi Pelatih Seluruh Indonesia (APSSI) Kota Makassar |
CELEBES POST, Makassar —
Asosiasi Pelatih Seluruh Indonesia (APSSI) Kota Makassar resmi berdiri dan langsung mencatatkan langkah awal strategis melalui penyelenggaraan Liga APSSI Kelompok Umur 15 Tahun, yang kini dipusatkan di Stadion Barombong. Organisasi ini dipimpin oleh sosok sarat pengalaman dan rekam jejak nasional, Zulkifli Syukur, figur yang namanya telah lama melekat dalam sejarah sepak bola Indonesia.
Terbentuknya APSSI Makassar menjadi jawaban atas kegelisahan kolektif para pelatih lokal yang selama ini belum memiliki wadah resmi untuk menyatukan visi, memperjuangkan profesionalisme, serta meluruskan arah pembinaan sepak bola, khususnya di Kota Makassar.
“Awalnya hanya diskusi-diskusi kecil di warung kopi. Dari situ muncul gagasan bahwa Makassar membutuhkan asosiasi pelatih. Alhamdulillah, akhirnya APSSI Kota Makassar bisa terbentuk,” ujar Coach Zulkifli.
![]() |
| Liga Asosiasi Pelatih Seluruh Indonesia (APSSI) Kota Makassar |
![]() |
| Liga Asosiasi Pelatih Seluruh Indonesia (APSSI) Kota Makassar |
![]() |
| Liga Asosiasi Pelatih Seluruh Indonesia (APSSI) Kota Makassar |
![]() |
| Liga Asosiasi Pelatih Seluruh Indonesia (APSSI) Kota Makassar |
![]() |
| Liga Asosiasi Pelatih Seluruh Indonesia (APSSI) Kota Makassar |
![]() |
| Liga Asosiasi Pelatih Seluruh Indonesia (APSSI) Kota Makassar |
![]() |
| Liga Asosiasi Pelatih Seluruh Indonesia (APSSI) Kota Makassar |
![]() |
| Liga Asosiasi Pelatih Seluruh Indonesia (APSSI) Kota Makassar |
Resmi Sejak November 2025, Struktur Disahkan APSSI Sulsel
APSSI Kota Makassar resmi terbentuk pada November 2025 dan telah memperoleh rekomendasi serta pengesahan dari APSSI Sulawesi Selatan. Kepengurusan berjumlah sekitar 15 orang, lengkap dengan bidang-bidang strategis, menandai keseriusan asosiasi ini dalam membangun tata kelola yang rapi dan berkelanjutan.
Jejak Legenda: Dari Akademi PSM hingga Tim Nasional
Zulkifli Syukur lahir di Makassar, 3 Mei 1984. Ia dikenal luas sebagai bek kanan tangguh, disiplin, dan cerdas membaca permainan. Karier sepak bolanya bermula dari pembinaan di akademi PSM Makassar, sebelum menapaki level profesional bersama Persim Maros (2005).
Perjalanannya kemudian berlanjut ke PKT Bontang dan Persmin Minahasa, fase penting yang mengantarkannya ke panggung sepak bola nasional. Memasuki akhir 2000-an, reputasinya kian menguat dan ia direkrut klub-klub besar Indonesia.
Pada periode 2008–2011, Zulkifli mencapai puncak karier klub saat memperkuat Arema, lalu melanjutkan kiprah bersama Persib Bandung (2011–2012), Mitra Kukar (2012–2015), Borneo FC (2016), hingga akhirnya kembali ke kampung halaman memperkuat PSM Makassar (2017–2022). Dalam rentang karier panjang tersebut, ia mencatat ratusan penampilan kompetitif, bahkan beberapa kali dipercaya menjadi kapten dan figur senior di ruang ganti.
Pilar Timnas Indonesia Era 2010-an
Di level internasional, Zulkifli Syukur memperkuat Tim Nasional Indonesia U-23 sekitar 2006–2007, lalu menjadi andalan Timnas Senior Indonesia pada periode 2010–2014. Catatan publik menyebut ia mengoleksi sekitar 31 caps bersama timnas senior dan tampil di berbagai turnamen regional, termasuk ajang AFF.
Keandalan bertahan, kemampuan duel, serta kontribusi menyerang dari sisi kanan membuatnya kerap menjadi pilihan utama pelatih timnas pada masanya.
Gaya Main, Kepemimpinan, dan Warisan
Sebagai bek kanan, Zulkifli dikenal pekerja keras, disiplin posisi, kuat duel udara, serta memiliki umpan silang akurat saat membantu serangan. Namun lebih dari itu, ia menonjol karena kematangan membaca permainan dan kepemimpinan di lapangan, kualitas yang membuatnya kerap dipercaya memimpin rekan-rekannya.
Warisan terbesarnya adalah konsistensi dan profesionalisme, yang memungkinkannya bertahan di level tertinggi hingga usia 30-an dan menjadi mentor bagi pemain-pemain muda di klub.
Transisi ke Pelatih dan Ketua APSSI Makassar
Usai gantung sepatu, Zulkifli Syukur beralih ke dunia kepelatihan. Ia tercatat pernah menjadi asisten pelatih Adhyaksa Farmel FC, terlibat dalam staf teknis klub Liga 1/Liga 2, serta sempat masuk radar dan proses seleksi asisten pelatih Tim Nasional Indonesia. Pengalaman inilah yang kini menjadi modal besar dalam memimpin APSSI Kota Makassar.
![]() |
| Zulkifli Syukur Ketua APSSI Makassar |
Visi APSSI: Luruskan Pembinaan, Wajibkan Standar
Di bawah kepemimpinannya, APSSI Makassar membawa visi besar: mengembalikan pembinaan ke jalur yang benar. Ia menyoroti keras praktik pembinaan usia dini yang terlalu berorientasi juara hingga mengabaikan proses.
“Pembinaan bukan soal piala. Anak-anak harus cinta dulu pada sepak bola. Prestasi itu bonus,” tegasnya.
APSSI Makassar juga akan mendorong kewajiban pelatih berlisensi di setiap turnamen, termasuk level tarkam dan usia dini, sebagai langkah memperbaiki ekosistem sepak bola lokal.
Liga APSSI Senior di Stadion Barombong
Sebagai gebrakan awal, Liga APSSI Senior resmi dipusatkan di Stadion Barombong. Langkah ini menjadi simbol keseriusan APSSI Makassar dalam menghadirkan kompetisi yang lebih tertib, aman, dan profesional.
“Perubahan tidak bisa instan. Tapi kami akan berjalan step by step untuk membenahi struktur pembinaan yang selama ini keliru,” pungkas Coach Zulkifli.
Dengan kepemimpinan seorang legenda hidup sepak bola nasional, APSSI Kota Makassar diharapkan menjadi fondasi kuat kebangkitan sepak bola daerah—berakar pada proses, berorientasi masa depan, dan berlandaskan profesionalisme.
⚽MDS_CELEBES POST










