Notification

×

Iklan

Iklan

Enam Korban Ditemukan di Hari Keenam, Tim SAR Berjibaku di Lereng Terjal Gunung Bulusaraung.

Kamis, 22 Januari 2026 | Januari 22, 2026 WIB Last Updated 2026-01-22T09:28:30Z



CelebesPost Pangkep Sulsel, - Upaya pencarian dan evakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, memasuki hari keenam. Di tengah medan pegunungan yang ekstrem dan cuaca yang kerap berubah, Tim SAR Kodam XIV/Hasanuddin yang tergabung dalam SAR gabungan kembali menunjukkan dedikasi dan ketangguhan dengan berhasil menemukan enam korban pada Kamis (22/1/2026).

Pencarian hari keenam dilakukan secara terpadu oleh Tim SAR Gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Basarnas, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat.

Penyisiran difokuskan pada area sekitar titik temuan sebelumnya dengan metode penelusuran vertikal dan horizontal, menyusuri lereng curam serta celah-celah hutan lebat yang sulit dijangkau.

Meski harus berjibaku dengan medan licin, jurang terjal, vegetasi rapat, dan kondisi cuaca yang tidak menentu, para personel tetap bekerja maksimal dan berpacu dengan waktu demi misi kemanusiaan dan penghormatan terakhir bagi para korban.



Asisten Operasi Kasdam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, selaku pengendali operasi di lapangan, menjelaskan bahwa keenam korban tersebut ditemukan oleh jajaran Tim Elang.

“Pada pukul 09.30 WITA, tim jajaran Elang 1 hingga Elang 5 melaporkan adanya temuan di lapangan. Hingga pukul 10.46 WITA, tercatat enam jenazah ditemukan dengan lokasi yang tersebar dalam radius sekitar 50 meter dari titik temuan awal. Posisi korban berada di kedalaman kurang lebih 250 meter dari puncak gunung,” Ungkapnya dari Posko Aju Desa Tompobulu.

Dengan penemuan tersebut, total jenazah yang berhasil ditemukan hingga hari keenam berjumlah delapan orang. Dari jumlah tersebut, dua jenazah sebelumnya telah berhasil dievakuasi dan diidentifikasi oleh Tim DVI Polri. Sementara itu, dari total 10 penumpang yang berada di dalam pesawat, dua korban lainnya masih dalam proses pencarian.

Proses evakuasi terhadap jenazah yang baru ditemukan dilakukan secara bertahap dan ekstra hati-hati, menggunakan peralatan mountaineering dan sistem tali khusus, mengingat tingkat kesulitan medan yang tinggi dan risiko keselamatan yang harus diantisipasi.

Operasi pencarian dan evakuasi akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel sebagai prioritas utama. Sinergi, soliditas, dan kerja tanpa lelah seluruh unsur SAR gabungan menjadi kunci keberhasilan misi kemanusiaan ini di medan ekstrem Gunung Bulusaraung. (*411U).

Sumber : Humas Kodam XIV/Hasanuddin. (*Mayor Pawit P).

Banner Utama

coklat-inspirasi-berita-baru-instagram-post-20241022-060924-0000
×
Berita Terbaru Update