![]() |
| Motor viar pengangkut sampah yang diberikan pihak kecamatan untuk melayani pengambilan sampah di wilayah RW 05 dan RW 08 |
CELEBES POST, Makassar — Warga Kelurahan Parang Tambung, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, melayangkan protes keras terhadap motor viar pengangkut sampah yang diberikan pihak kecamatan untuk melayani pengambilan sampah di wilayah RW 05 dan RW 08.
Alih-alih menjadi solusi pelayanan kebersihan lingkungan, kendaraan tersebut justru menuai kekecewaan karena dinilai dalam kondisi tidak layak pakai, bahkan disebut seperti barang rongsokan.
Tokoh masyarakat setempat menegaskan, warga selama ini sudah bekerja keras menjaga kebersihan lingkungan, taat membayar iuran, namun seolah tidak dihargai dengan armada yang dianggap “asal diberikan”.
“Jangan dikasi goyang dulu ini barang rongsokan yg diberikan kecamatan... Sekcam mau turun lihat langsung... kerja keras kita menjaga kebersihan lingkungan dan taat bayar iuran dihargai dg Viar begini,” tegas salah satu tokoh masyarakat RW 05.
Pernyataan tersebut menjadi representasi kemarahan warga yang merasa fasilitas pelayanan publik seharusnya diberikan dalam kondisi baik dan siap operasional, bukan sebaliknya.
Warga RW 05 dan RW 08: Ini Bukan Sekadar Viar, Tapi Harga Diri Lingkungan
Protes warga semakin keras karena mereka menganggap bantuan kendaraan yang dinilai tidak layak itu bukan hanya berdampak pada operasional pengangkutan sampah, tapi juga menyinggung martabat warga yang selama ini aktif menjaga kebersihan.
“Penghinaan bagi kita RW 05 dan 08 ini kalau begini,” keluh warga lainnya.
Warga menilai, jika viar tersebut dipaksakan beroperasi, justru akan memicu persoalan baru seperti keterlambatan layanan, kendaraan cepat rusak, hingga membuat sampah kembali menumpuk di pemukiman.
![]() |
| Motor viar pengangkut sampah yang diberikan pihak kecamatan untuk melayani pengambilan sampah di wilayah RW 05 dan RW 08 |
![]() |
| Motor viar pengangkut sampah yang diberikan pihak kecamatan untuk melayani pengambilan sampah di wilayah RW 05 dan RW 08 |
Sekcam Tamalate Disebut Akan Turun Langsung
Di tengah polemik tersebut, warga menyebut Sekretaris Camat (Sekcam) berencana turun langsung meninjau kondisi viar di lapangan.
Warga berharap tinjauan itu tidak berhenti pada sekadar melihat kondisi, namun diikuti dengan keputusan konkret berupa penggantian unit atau penyediaan armada yang benar-benar layak melayani masyarakat.
Tuntutan Masyarakat Parang Tambung
Warga RW 05 dan RW 08 mendesak:
Viar ditarik kembali jika terbukti tidak layak operasional
Kecamatan menyediakan armada pengganti yang lebih pantas
Ada evaluasi agar tidak terjadi lagi penyaluran fasilitas publik yang dinilai “buangan”
Pemerintah setempat menghargai warga yang rutin iuran dan menjaga kebersihan lingkungan
Sorotan CELEBES POST
Kebersihan lingkungan adalah kebutuhan dasar dan tanggung jawab bersama. Namun pemerintah juga wajib memastikan fasilitas yang diberikan untuk pelayanan publik tidak menimbulkan kesan merendahkan atau menyepelekan masyarakat.
Jika benar unit yang diberikan dalam kondisi buruk, maka ini menjadi pertanyaan serius: apakah pelayanan kebersihan di Parang Tambung benar-benar dianggap penting?
Hingga berita ini diterbitkan, CELEBES POST masih berupaya memperoleh tanggapan resmi dari pihak Kecamatan Tamalate terkait protes warga RW 05 dan RW 08 di Kelurahan Parang Tambung.
MDS_CELEBES POST



